
“aku berharap hari ini sesuai dengan apa yang aku harap kan” gumam wanita cantik yang tengah duduk di kursi penumpang itu.
Maudi masih berharap hari ini dia menemukan potongan baru dari tekateki asal hidup aillen, dia berangkat sedari pagi, untuk pergi ke tempat yang diarahkan oleh orang yang tahu asal usul aillen
Maudi masih belum tahu apa yang diinginkan orang yang mengarahkannya sampai sejauh ini, dari beberapa minggu ini maudi selalu saja mendapat petunjuk berupa surat atau apapun yang mengarah pada masa lalunya serta masa lalu aillen yang menurut maudi ini bukan hanya sekedar kebetulan belaka.
Minggu sebelumnya surat beseta bukti lain itu dikirimkan padanya melalui suatu kejadian tidak sengaja atau ada paket yang berisi syal merah dan sebuah alamat rumah yang sekarang akan maudi datangi
Mobil silver itu melambat di sebuah komplek perumahan bernuansa asri dengan pepohonan besar di sepanjang jalan, serta hamper setiap rumah memiliki gaya rumah yang sama yaitu rumah modern yang cukup membuat mata terkagum saat melihatnya.
Namun alamat yang di tuju maudi berada di blok terakhir dengan gaya yang cukup berbeda dari yang lain karena rumah itu berwarna monokrom dengan hiasan taman di sebelah kanan dan gazebo kecil di tengah taman itu
Didepan dekat pagar terdapat hiasan bunga yang ditanam secara rapih dengan air mancur di bagian tengah memberi kessan segar dan wangi saat masuk karena ada lavender disana .
Maudi turun tepat di depan gerbang hitam itu lalu menekan lonceng yang ada di sebelah kanan, tidak lama keluar seorang satpam yang menjaga rumah itu.
“mohon maaf ada keperluan apa ya bu?” Tanya satpam itu dengan sopan saat berhadapan dengan maudi
“saya mau bertemu dengan pemilik rumah ini pak apakah beliau ada di rumah?”
“sebentar dengan ibu siapa?”
Sebelum maudi menjawab dating seorang dengan jas hitam rapih lalu memberi isyarat pada satpam itu untuk kembali kedalam
“maaf ibu maudi atas sambutan yang kurang menyenangkan” ucap laki-laki berjas itu sambil menundukan badanya
“ahh tidak apa-apa satpam tadi dia sopan kok sama saya”
“baik ibu sudah di tunggu oleh tuan besar di dalam”
“baiklah”
Pria itupun mempersilahkan maudi untuk masuk terlebih dahulu kedalam, dan memberi isyarat pada satpam untuk membantu memarkirkan mobil maudi yang masih ada di depan.
Mereka memasuki pintu besar tanpa handle yang akan terbuka tanpa harus di sentuh, pintu itu memiliki sensor saaat merka ada di depan pintu.
Pintu terbuka menampilkan isi rumah yang tidak terlalu banyak barang namun yang di pajang memiliki harga yang fantastis.
Dengan gaya minimalis namun kemewahan tetap melekat di dalamnya, maudi di arahkan menuju kearah belakang yang menuju kolam renang dengan meja meja kecil di sampingnya untuk bersantai
Sudah duduk disana seorang laki-laki dengan pakaian santai namun tetap memancarkan aura ketegasan dalam dirinya itu berdiri menyambut maudi
Berdiri dari duduk nya, melangkah menghampiri maudi.
“sudah lama kita tidak berjumpa maudi” ucap laki-laki itu dengan senyum hangatnya.
Maudi masih mencoba mengingat sampai lupa untuk menjabat tangan pria yang telah terulur di depannya.
“sayang jangan kamu main-main ya kasian loh maudi sampai bingung seperti itu” ucap wanita cantik itu sambil meletakan minuman di meja lalu menghampiri maudi
Dan memeluknya dengan erat
“aku rindu pada mu maudi” uucap wanita itu lembut di telinga maudi
Maudi masih ragu namun dia mencoba merangkul kembali pada wanita di depannya
Setelah beberapa saat pelkan itu terlepas
“ayok kita duduk dulu sebelum berbincang hal lainnya” ucap pria tampan itu
“iya maudi ayok duduk jangan sungkan kita ceritakan semua kebimbangan mu disini”
Maudi pun duduk diantara kedua suami istri ini
“maudi apa kamu masih ingat dengan kecelakaan dua puluh empat tahun lalu?” Tanya wnita itu saat mereka telah duduk di kursi
Maudi sempat kaget kenapa wanita ini tahu tentang kecelakaan 24 tahun lalu siapa mereka
“siapa kalian sampai kalian tahu aku pernah mengalami kecelakaan saat itu?”
“dan mengapa kalian mengirimkan tekateki tentang hal itu”
Pertanyaan yang seddari tadi maudi tahan akhirnya terlontar begitu saja.
“pelan-pelan maudi, kami tahu kamu pasti takut dan bertanya-tanya siapa kami. Namun sebelumnya yang paling penting adalah aku adalah david adjie djaya dan ini istriku rosellyn mawrina”ucap laki-laki itu memulai percakapan
“aku adalah ayah kandung dari aillen putri yang kamu asuh sedari kecil itu”
Sungguh kejutan besar bagi maudi dia tidak berfikir bahwa ini adalah kediaman aillen yang sesungguhnya banyak pertanyaan yang kembali muncul tentang alasan kenapa orang tua aillen meninggalkan aillen di sana sendiri tahun lalu siapa mereka
“siapa kalian sampai kalian tahu aku pernah mengalami kecelakaan saat itu?”
“dan mengapa kalian mengirimkan tekateki tentang hal itu”
Pertanyaan yang seddari tadi maudi tahan akhirnya terlontar begitu saja.
“pelan-pelan maudi, kami tahu kamu pasti takut dan bertanya-tanya siapa kami. Namun sebelumnya yang paling penting adalah aku adalah david adjie djaya dan ini istriku rosellyn mawrina”ucap laki-laki itu memulai percakapan
“aku adalah ayah kandung dari aillen putri yang kamu asuh sedari kecil itu”
Sungguh kejutan besar bagi maudi dia tidak berfikir bahwa ini adalah kediaman aillen yang sesungguhnya banyak pertanyaan yang kembali muncul tentang alasan kenapa orang tua aillen meninggalkan aillen di sana sendiri