Life In Miracles

Life In Miracles
AMORE INVIENITIE



Banyak beban yang kini sedikit demi sedikit berkurang dalam hidup aillen, dia bersyukur dengan kehadiran sagara dalam hidupnya.


Labirin kekosongan dalam hidupnya kini mulai terisi dan sedikit jalan demi  sedikit jalan buntu kini menjadi jalanan luas yang menurut aillen ujungnya belum mampu dia terka


Namun apapun itu dia berharap sagara akan menemaninya sampai aillen menemukan jawaban yang selama ini ingin dia dengar.


“sayang” panggil sagara dengan lembut


‘’ iya sayang”


“coba kamu merem”


“buat apa?”


“merem dulu aja”


Aillen menuruti keingnan sagara dan segera menutup matanya


Sagara mengambil sesuatu dalam jas yang dia pakai menyimpan benda itu tepat di hadapan aillen


“sekarang buka mata kamu”


Aillen melihat kearah benda di depan nya, pandangan bertanya dia lemparkan pada sagara


“buka aja’


Aillen mengambil benda persegi itu dan membukanya


“astaga sagara ini?”


“iya, bagus bukan?” Tanya sagara dengan sedikit senyum simpul di bibirnya


“bagus tapi sagara untuk apa?”


“ini hadiah untuk mu sayang”


“aku tidak sedang berulang tahun sagara”


“hadiah tidak selalu saat ulang tahun sayang” ucap sagara sambil mengambil benda di tangan aillen untuk dia pasangkan pada aillen


“kalung ini adalah kalum amore invinitie”


“kalung berhiaskan permata berbentuk setengah lingkaran bulan dengan aksen bunga di sekitarnya dan setengah sayap merpati yang menghiasi ujung lainnya”


“kenapa sayap pada kalung ini hanya setengahnya saja?” Tanya aillen sambil mengusap liotin pada kalung itu


“sagara belum menjawab pertanyaan aillen dia menyelsaikan pemasangan kalung itu dan memeberi sedikit kecupan pada pundak putih itu


Membuat sang empunya merasakan sengatan di tubuhnya


“ahhh”


Aillen selalu merasa tergoda akan sentuhan sagara membuatnya seperti hilang kendali akan dirinya sendiri


Namun tidak berselang lama sagara melepaskan kecupan itu dan mulai duduk di sebelah aillen


Memeluk gadis kesayangannya itu dia bersumpah dalam hatinya jika dia tidak akan membiarkan kekasihnya merasakan kepahitan kembali dan dia akan terus berusaha memberikan kebahagiaan pada kekasihnya itu.


Satu kecupan dia berikan dikening dan kecupan kecil pada pipi dan bibirnya


Mata yang kini tengah beradu pandang.


“aku tidak menjajikan semua akan berjalan tanpa ada masalah yang menghampiri namun, aku akan berusaha untuk menghapus semua hal yang akan membuat mu bersedih ataupun sakit ai” ucap sagara dengan sendu


Aillen mengharapkan hal yang sama dalam hatinya dia pun meminta pada tuhan jika kebahagiaan ini bukan hanya hal semu.


***


ABI ON*


Aku tidak tahu apa yang aku jalani ini benar atau salah, namun semakin hari terasa berat untuk ku jalani ingin rasanya hati ini beristirahat tanpa memikirkan semua yang ada sekarang.


Terasa semua beban kian memuncak, kesehatan nessa kini mulai membaik namun rasanya semua kewarasan ku kini telah terkuras habis untuk melnjutkan hari esok.


Setelah melewati minggu – minggu terapi nessa tentang mentalnya kini dia sudah mampu untuk berkuliah seperti biasa namun, dengan syarat dia pindah dari fakultas sebelumnya kefakultas baru untuk menghindari pertemuannya dengan aillen.


Sempat ada penolakan pada nessa namun untung saja dengan sedikit bujukan dari ku dia mau untuk tidak satu fakultas dengan ku


Meskipun dengan janji aku yang mengantar jemput dia untuk berkuliah nantinya itu tidak memberatkan ku setidaknya ada waktu untuk ku sendiri saat dia sedang berkuliah.


Seperti saat ini aku sedang berjalan-jalan di taman sekitar kampus


Sedikit ada pemikiran ku tentang aillen disini, karena dulu aillen suka duduk di sini beberapa kali aku memergoki nya sedang mengerjakan tugas atau sekedar memakan bekal makan siangnya


“hahhhh”


Aku menarik nafas dalam untuk sedikit menenangkan fikiran ku sejenak dari aillen


Sungguh terasa rindu dalam hati ini, bertemu dengannya apakah sebuah angan saja sekarang.


Aku merasakan sakit yang teramat sangat saat melihat aillen jalan bersama pacarnya yang sekarang, ya beberapa kali aku sering melihatnya dari kejauhan saat dia di jemput dari kampus atau sekedar saat jalan-jalan di taman kota


Namun aillen tidak pernah menyadari keberadaan ku di sana, selalu laki-laki itu yang mengalihkan perhatian aillen sepenuhnya


Aku tidak tahu apakah laki-laki itu tahu jika aku pernah bersama dengan aillen atau tidak karena sikapnya bila bertemu dengan ku dia tidak memberikan waktu untuk ku hanya sekedar menyapa aillen di sana


“aku rindu kamu ai” gumaman it uterus teruacap tanpa ingin berhenti dari mulutku