
Yang tengah memeluknya kini terbangun karena merasa kesal dengan aillen yang terus menangis tidak bersuara membuatnya risih
Pria itu memegang dagu aillen mengarahkannya untuk saling bertatapan dengannya
“kenapa sayang kamu tidak mau menuruti apa perkataan ku?” Tanya pria itu dengan suara rendah tangannya mengusap lembut wajah sembab karena terlalu banyak menangis itu
Aillen semakin takut dan air matanya tak mampu dia kendalikan
“aku bilang diam berarti tidak juga dengan bersedih kamu paham” teriaknya, menghempaskan wajah manis yang di pegangnya
Membuat aillen menggigit bibir dalam nya supaya tidak menangis kembali
“hahahaha kamu ingin melihat aku menghancurkan apa lagi sayang? Dulu aku membunuh snoopy demi mu dan sekarang apa yang harus aku hancurkan?”
Pertanyaan itu bagaikan sebuah perintah bagi aillen yang akan dia lakukan jika dia menjawab sedikit saja
Praang!
Vas bunga di atas nakas dia pecahkan dengan kencang hingga berhamburan di lantai
Pria itu mengambil serpihan kaca yang ada di sana dan mendekat kearah aillen
Dia beringsut menjauhi pria di depannya
“suuut, jangan menjauh sayang aku tidak akan menyakiti mu”ucapnnya sambil mmengacungkan serpihan itu di bibir nya
Aillen menutup mulutnya agar tidak bersuara air mata terus mengalir membasahi pipi manis itu
“kamu ingat ini kamar yang dulu kita gunakan bersama untuk bermain dan bersenang senang namun sayang. Aku harus membunuh snoopy anjing kesayangan ku karena kamu tidak suka dengannya”
Aillen merasakan perasaan takut yang luar biasa dengan pria di hadapannya, yang memegang kaca dengan erat sampai tangannya menfgeluarkan darah
“kamu pergi saat aku sudah membunuh snoopy kenapa sayang? Aku kehilangan snoopy dan dirimu saat itu sakit rasanya” ucapnya dengan tatapan yang berubah sendu namun tiba-tiba tawa terdengar darinya
“hahaha kamu menangis di sana meminta untuk pulang padahal ini rumah mu!”
Dan tua Bangka itu malah mengambil mu dari sini, membuat ku terkurung untuk beberapa saat di tempat orang-orang gila berkumpul. Mereka piker aku tidak waras hahaha”
Aillen kini menangis dengan tertahan mendengar ucapan dari pria di depannya itu
“aku keluar dari sana namun aku kehilangan kamu sayang, kita sudah tidak di satu sekolah yang sama mereka menutup semua berita tentang mu. Karena risih akhirnya aku buat tua Bangka itu kehilangan kemampuan untuk berjalannya kamu tahu karena apa?”
“karena dia telah menjauhkan mu dari ku maka dari itu aku putuskan untuk dia hanya diam di rumah dengan kaki dan tangan yang tidak berfungsi.”
Sungguh itu hal kejam bagi aillen dia memang pria tidak waras yang pernah aillen temui
Ternyata bayangan yang ada dalam mimpinya adalah ingatan masa lalu nya, yang sempat hilang.
Pria itu semakin mendekat pada aillen dan menyentuh kulit putih tangan aillen dengan kaca itu
Pikiran aillen mengarah pada sagara apa pria ini menguntit dirinya atau dia mengawasi setiap gerak-gerik yang dia lakukan
“dia menyentuh mu memeluk mu bersamamu sepanjang hari dan anak sialan kembaran ku itu juga ikut mengagumi mu persetan sekarang kamu hanya milik ku sayang tanpa mereka”
Plak aillen menampar pria di depannya dengan keras sat tanga pria itu mencoba menyentuh dirinya
“hahaha kamu mulai bermain sekarang sayang’
Tatapannya berubah dengan cepat menjadi dingin dengan tawa hambar di bibirnya
“kamu gila, kamu jahat kenapa kamu lakuin ini”
“diam!”
“enggak kamu harus sadar kamu itu salah aku gak tahu kamu siapa dan apa hubungan kita jadi tolong lepaskan..”
“aku bilang diam!”
Ucapnya dengan melepar kembali baranfg-barang di dekatnya
“ahhhh” aillen berjerit takut lalu dia terdiam memeluk lututnya
“aku bilang diam sayang mengapa kau tak mau mendengarkan aku hah kenapa!”
Pria itu dengan cepat mengambil tali yang ada di laci lalu mengikat aillen di bagian lengan dan kakinya
“tidak janagan aku mohon lepaskan aku tolong” mohonnya dengan tangisan yang kini semakin kencang
“ini hukuman bagi mu sayang karena tidak mau menuruti ku, kamu aku ikat dan kita akan bersenang-senang kembali setelah aku meredakan amarah ku”
Setelah selesai mengikat tangan dan kaki aillen dia membuat memegang wajah gadis itu untuk menatapnya lebih dekat
“aku menyayangi mu sayang lebih dari apapun, maka dari itu aku tak mampu menyakiti mu untuk saat ini kamu tertidur saja di sini ya tunggu aku kembali
Setelahnya dia memberikan obat tidur pada aillen dengan paksa membuat aillen mau tidak mau menghirup obat tidur itu dengan paksaan darinya
Setelah aillen pingsan dia menyelimuti aillen sebelum keluar dari sana
Saat di luar ada seorang penjaga yang menghampirinya dan membisikan sesuatu di telinganya
Pandangannya berubah semakin menyeramkan bibir menyunggingkan senyuman namun isyarat untuk membunuh seseorang
“let’s play”
***