
Mereka kini tengah duduk bersama
“beri tahu aku sekarang semuanya” cercah david
“sagara siapa?”
“sagara itu pacar aillen sejak dia masih remaja”
“apa aku tidak salah dengar?”
“tidak”
“astaga” gumamnya
Masih belum mampu dirinya mencerna tentang hal ini, sungguh di luar dugaan anak semata wayangnya sudah berpacaran sejak mereka masih remaja
“aku ingin bertemu dengan anak yang telah merebut hati putri ku”
“astaga sudahlah vid anak mu sudah dewasa dia sudah dapat menentukan pilihannya”
David terdiam dan hanya merutuki dalam hati tentang ketertinggalan dirinya tentang putrinya.
“kau tahu bukan kecelakaan yang terjadi saat itu” Tanya maudi memstikan jika memang benar david memantau anak nya itu
“aku tahu dan sangat tahu siapa yang melakukannya”
“apa kamu tahau siapa dia vid?”
“iya aku tahu dan aku sudah memberikan pelajaran pada mereka”
“astaga pantas saja saat polisi dan tim ku mencarinya tidak dapat menemukan pelaku sampai saat ini ternyata kau sudah membereskannya”
“aku tidak akan memebiarkan siapapun menyakiti putri semata wayang ku, bahkan pacrnya sekali pun”
Maudi hanya mampu mengelengkan kepalanya karena sifat posesif yang dimiliki david pada aillen.
***
“ai aku berharap kita akan segera bersama seperti sebelumnya” ucap sagara
Aillen hanya diam memandang heran kearah sagara tanpa ingin bertanya lebih karena fikirnya masih banyak hal yang harus dia ketahui namun memang harus perlahan
Baik dari keluarga aslinya dulu maupun tentang sagara saat ini
“kamu nginep disini ya malam ini”
“kamu sudah bicara sama bunda?”
“sudah, dan bunda bilang boleh”
Aneh rasanya saat mendengar hal itu dari sagara, karena dia tahu sifat ibunya jika tentang menginap jangankan I rumah sagara menurutnya teman perempuannya saja nessa pun tidak di perbolehkan namun saat ini di rumah sagara
“aku akan menelpon bunda untuk memastikannya”
Aillen pun mengambil ponselnya dan menekan nomor sang bunda
Tuttt tutttt tuuuttt
“hallo”
“hallo bunda”
“iya sayang ada apa?”
“tidak bun, aillen cuman mau bertanya sagara katanya sudah izin sama bunda untuk aillen menginap di apartemennya benar bun?”
“iya dia sudah bilang sama bunda kok”
“terus bunda jawab apa?”
“boleh ko sayang soalnya bunda percaya sama sagara”
“bunda yakin?”
“yakin ko yasudah lanjut aja ya bunda ada kerjaan dulu”
“yasudah bye bunda”
“bye sayang”
Telpone pun di tutup
“ya iya kamu benar” ucap aillen dengan malas
“yasudah ayok”
“kemana?”
“kita pergi, nanti kamu tahu”
Tanpa bertanya lagi aillen pergi untuk bersiap karena percuma jika dia menanyakan hal yang sama pada sagara jika anak itu belum mau untuk mengatakannya
***
“mas hari ini kita pergi keluar yuk”
“mau apa memangnya?”
“ya kemana gitu mas kan ini hari libur kita main gitu”
“mas lagi males keluar ness”
“maaas plis ya?”
Sagara memandang jengah namun tidak mampu menolak ajakan nessa
“baiklah kamu siap-siap sana”
Mereka pun bersiap untuk jalan-jalan, mereka meilih tempat yang baru di buka untuk sekedar rekreasi bersama keluarga.
Jarak nya dari rumah mereka cukup memakan waktu 30 menit lamanya untung saja keadaan jalanan hari ini tidak terlalu macet.
Sepanjang perjalanan cukup menyejukkan mata, meskipun letaknya masih di dalam kota namun banya pepohonan yang ditanam disana.
Mereka pun sampai di depan pembelian tiket masuk, setelah membeli 2 buah tiket untuk mereka abi memarkirkan mobil di tempat yang sudah di sediakan
Nessa turun lebih dahulu
“mas lihat bagus ya mas?” Tanya aillen dengan senangnya
“iya ness” ucap abi dengan sedikit senyum yang coba dia pasnag di wajahnya
Nessa menggenggam tangan abi berjalan di sepanjang jalan yang dihiasi tanaman bunga berwarna warni.
Disini banyak spot foto yang bagus untuk mengabadikan moment bersama pasangan atau keluarga, nessa berjalan dengan semangat tanpa melepas genggaman di tangannya
“mas kita foto disini” ajaknya
Mereka pun berfoto engambil banyak gambar untuk di simpan
Sebenarnya abi merasa risih akan hal ini namun, lagi dan lagi dia mengalah untuk nessa.
Saat nessa senang dengan perjalanan hari ini abi bertanya dalam hatinya sedang apa aillen sekarang, terasa rindu karena sudah lama tidak bertemu dengannya.
Dia terlalu sibuk pulang pergi dari rumahnya kerumah nessa dan mengajar di beberapa kelas naun sekarang dia tidak mengajar di kelas yang aillen ikuti.
Benaknya masih belum mampu untuk melupakan aillen, dia masih sangat menaruh rasa pada gadis manis itu.
Namun dia tahu jika dirinya masih memepertahankan rasa itu dia akan membuat aillen sakit kembali dengan tingkah nessa yang membenci keahdiran aillen.
Sungguh abi ingin sekali bertemu dengan aillen sekarang.
“mas hey” panggil nessa saat melihat abi yang malah melamun di pinggiran pembatas jalan
“ah iya kenapa ness?”
“mas lagi mikirin apa?”
“gak kok mas gak mikirin apapun”
“mas bohong ya” Tanya nessa masih ragu
“beneran kok nessa mas gak ngelamun, kamu sudah mainnya?”
“hmmm sudah capek aku mau istirahat dulu”
“yasudah kita istirahat di resto yang disana ya” tunjuk abi pada salah satu resto yang tersedia di sana untuk para pengunjung untuk meredakan rasa lelahnya
Mereka pun berjalan kesana dan muali duduk di salah satu meja dekat dengan jendela yang menghadap kearah bawah pemandangan alam langsung
Abi memesan makanan mereka berdua dan nessa hanya menunggu di meja mereka sambil memainkan benda pipih di tangannya.