Life In Miracles

Life In Miracles
ANCAMAN



Tok tok tok


“masuk”


Seorang penjaga masuk dengan pandangan menunduk


“ada apa?”


“maaf tuan ada yang sedang menunggu anda di depan”


“siapa?”


“tuan v tuan”


Saat mendengar nama itu dengan langkah tegap dan pandangan setajam elang dia berjalan melewati penjaga itu menuju lantai bawah tempat tamu nya menunggu


Terlihat laki-laki berparas tampan sedang duduk dengan santai di kursi meminum the yang di sajikan oleh para asisten di sana


“ada apa kau ke sini v?” Tanya david dengan tegas menandakan penolakan kehadiran musuh bebuyutannya tersebut


“hallo pak david, apa kabar? Santailah dengan ku pak kita kan rekan bisnis” ucapnya sambil mencoba merangkul david dengan hangat


Namun davId dengan cepat melangkah mundur alih-alih merapatkan langkahnya


“ahh baiklah aku lihat kau sehat bugar” ucapnya lagi sambil kembali duduk


David yang sebenarnya enggan berhadapan dengan bocah ingusan ini namun dirinya masih harus tetap waspada karena dia adalah kunci terakhir dari masalah yang tengah dia hadapi sekarang


“apa yang membawa mu kemari v”


“tidak ada hal special aku hanya ingin menyapa rekan kerja daddy yang baru-baru ini aku dengar anda memiliki seorang putri yang telah lama menghilang”


David yang mendengar penuturan v merasa kekhawatiran namun dia harus tetap tenang, dia tidak merasa aneh mengapa musuhnya itu mengetahui tentang putrinya itu namun mengapa sangat cepat fikirnya.


“dan bagaimana jika kita akhiri permusuhan ini dengan perjodohan ku dengan putri mu itu, meskipun ya aku belum mengetahui seperti apa putri mu namun aku yakin putra dari seorang bapak david itu tidak akan mengecewakan bukan”


Penuturan itu sontak membuat david menajamkan pandangannya pada v, tangan terkepal kuat dengan menahan amarah yang akan meluap


“tenang saja bapak david jangan terlalu cepat menolak penawaran ku terhadap mu, banyak hal yang akan kamu dapat dengan menjodohkan ku dengan putri mu”


Ucap nya dengan pandangan sombong menghadap david


“yasudah aku hanya ingin mengucapkan itu, sampai berjumpa kembali “ayah””ucapnya tepat di telinga david


David menatapnya dengan jengah mata itu terlihat tajam seperti singa yang siap membunuh hanya dengan pandangan saja


Setelah v pergi david dengan keras memukul meja kaca di depannya sampai retak


“aku bersumpah tidak akan membiarkan putri kecil ku bersama bajingan keparat seperti mu dan ayah mu v” ucapnya dengan amarah yang meluap


“sang istri yang mendengar kegaduhan bergegas turun dan menghampiri david yang tengah mengamuk di sana


“sayang ada apa?” Tanya nya dengan lembut


Dia menghampiri david memeluk sang suami dengan erat, mencoba menenangkannya dari amarah yang menggebu


Ucap david dengan membalasa pelukan sang istri tidak kalah erat.


“iya sayang aku tahu kamu tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada kita kembali”


Ya dia tahu jika hanya dua hal yang akan membuat suaminya marah keluarga dan orang yang mengusik keluarganya


Dalam hati dia berharap semua hal akan cepat selesai ddan dapat memulai semua dengan aman


***


“bunda” panggil gadis cantik itu saat sampai di depan tv


“loh bunda kemana ya? Bundaaa ini aillen”


Mata cantik itu melihat kesegala arah mencari wanita yang selama ini dia panggil bunda


“ini sayang bunda di dapur” sahutan terdengar dari dalam


Dia begegas melangkahkan kakinya kearah suara itu


“bunda lagi masak apa bun?” Tanya aillen saat sampai di sana


“bunda lagi masak gurame kuah kuning “


Gadis cantik itu menghirup aroma yang menguar dari masakan


“hmmm wanginya enak banget bun apa lagi rasanya ini” ucapnya sambil memeluk sang bunda dari belakang


“nih cobain”


Maudi menyuapi aillen untuk mencicipi kuah dari masakannya


“wahhh masakan bunda memang selalu yang terbaik”


Maudi menyentil hidung aillen dengan gemas


“aww sakit bun”


“habis kamu pinter banget ya kalo memuji orang”


“ish itu fakta tahu bunda “


“iya iya sayang yasudah kamu ganti baju kita makan gih”


“siap komandan”ucapnya dengan hormat seperti seorang prajurit


Dan berlalu pergi ke kamarnya


Maudi tersenyum sendiri melihat tingkah putri kesayangannya itu,  dia sangat menyayangi aillen meskipun kenyataan aillen bukan darah dagingnya sendiri namun dia tetap menganggap aillen lebih dari segalanya