Life In Miracles

Life In Miracles
SAMUEL RIZAL



Mobil melaju dengan kencang sampai membelah jalanan menyusuri pinggiran kota


Sebagian telah sampai di sana, lalu sagara dan david menunggu di area yang tidak jauh dari sana untuk melihat keadaan sampai semuanya bisa mereka lalui


Jalan yang di maksud sagara berada di bagian timur rumah itu, ada bangunan rumah kecil seperti toilet umum yang sebenarnya adalah ruangan yang mengarah pada jalan bawah tanah kerumah utama


Dengan sengaja mereka menyimpan banyak anak buah di depan untuk mengurangi kecurigaan mereka akan kehadiran sagara dan david melalui ruang bawah tanah


“sekarang kalian buat kekacauan di depan dengan cara penyergapan terang terangan supaya dia dapat mengira jika kita dating dari arah depan”


Ucap david memalui arlojinya


Kini mereka yang berjaga di depan siap masuk kedalam dengan membawa senjata lengkap di tangannya


Di dalam mereka sudah siaga dengan senjata mereka


Saat masuk baku tembak tidak lagi terelakkan banyak yang jatuh dan terluka , pria yang menjadi bos bagi mereka hanya duduk di kamar yang tidak jauh dari kamar aillen memantau semua kekacauaan dari sana


Dia tidak mengetahui jika salah satu dari pengawal sagara menaruh bom kecil yang tidak akan terlalu merusak rumah itu namun suaranya dapat mengecoh lawan seakan terjadi ledakan besar


Dan dalam hitungan detik bom bom itu meledak mematikan semua system di sana


Membuat pria bertopeng yang awalnya duduk tenang di sana dengan cepat dia bergegas berlari kearah kamar yang aillen tempati


Lalu membawanya pergi keluar dari jalan rahasia nya


Disisi lain Sagara yang menunggu di sana saat tahu semua system telah mati, lebih dulu berjaga di sana dengan beberapa pengawalnya dan david disana


Saat pria itu muncul bersama tiga pengawalnya merasa terkejut dengan kehadiran sagara di sana


“lepaskan dia keparat” ucap sagara saat melihat aillen di dalam dekapan laki-laki itu


Namun david dengan cepat menenangkan sagara untuk tidak memicu amarah pria di depannya


“hahaha siapa diri mu memerintah ku dengan nada seperti itu”


Pria itu dengan sengaja membelai aillen yang ada di pangkuannya memancing amarah sagara


Tangannya mengepal kuat, memutih menandakan amarahnya yang memuncak


“apa yang kamu inginkan?”


Kini david yang bertanya pada pria itu


“aku hanya menginginkan dia bersama dengan ku”


“tapi dia tidak menginginkan hal itu” serga sagara


Sagara makin menahan amarahnya karena ucapan itu


“coba kau lihat betapa lemahnya dia dan jika kau memang sayang mengapa kau malah memperlakukan hal itu padanya”


“aku hanya memberi hukuman pada kucing kecil ku yang melawan namun aku tidak akan  melukainya seujung kukupun”


Dor!


Satu tembakan melesat tepat di dekat telinganya sampai topeng yang dia kenakan terjatuh memperlihat kan rupanya yang sedari tadi tertutup topeng itu


semua yang disana terkejut karena yang mereka lihat disana


“abimana” ucap mereka bersamaan


Ya wajah yang terpampang disana wajah yang mirip dengan abi namun salah dia bukan abi


“hahaha bajingan itu lagi yang kalian sebut!” ucapnya dengan congak


Tatapan bertanya dan bingung Nampak di wajah mereka mengapa ada orang yang sama persis dengan abi disini namun dari gayanya sangat berbeda


“kalian mengira aku adalah bedebah itu, hahaha kalian salah besar. Aku bukan dia tapi aku adalah kembaran dari bajingan itu dan tolong diingat bahwa nama ku adalah Samuel rizal bukan abimana pranata bajingan itu”


Mendengar hal ini membuat mereka diam dan mencerna situasi yang terjadi


“aku bukan bagian dari para bajingan itu ngat itu dan aillen adalah pasangan ku jangan beerani-berani kalian mengambilnya dari ku”


Ucapnya dengan mengacungkan sebuah pisau kearah mereka


Keadaan mulai panik karena tindakan Samuel itu membuat sagara memberi isyarat pada sisa pengawalnya.


“jika kalian mendekat sedikit saja aku akan memberi sedikit lukisan di punggung mulus ini”


Belum sempat Samuel melakukan aksinya.


Namun dengan cepat anak buah sagara menyergap sam dan mengambil aillen tanpa sepengetahuan sam


“bajingan! Kembalikan dia bajingan” teriak Samuel saat keadaanya telah terkepung sepenuhnya


Sagara segera mengambil aillen lalu masuk kedalam mobil, diikuti david di belakangnya .


Sedangkan Samuel di amankan oleh anak buah sagara mereka segera menuju rumah sakit untuk menyelamatkan aillen.


Dalam hatinya terus berdoa agar aillen baik-baik saja david memacu kendaraanya secepat mungkin


“kamu pasti baik-baik saja sayang”