Life In Miracles

Life In Miracles
pagi kita



Hari ini di mulai dengan bermalas-malasan karena hari ini adalah hari minggu libur untuk perkuliahan dan kantor


Baik aillen maupun sagara mereka sudah bersiap dengan pakaian olahraga mereka rencana nya hari ini mereka akan jogging berkeliling komplek, lalu setelahnya akan makan siang bersama.


Namun ada yang berbeda dengan bunda hari ini beliau tidak ikut dan malah pamit lebih dahulu dari pada aillen, katanya sahabat bunda sedang ada acara reuni tapi mengapa pagi sekali


Bunda hanya menjawab dengan bilang” bunda mau ada yang di beli dulu”begitu ucapnya.


aillen hanya mencoba berfikir positif namun ada yang aneh dengan bunda, sudah beberapa minggu ini bundanya terus saja pergi lebih awal di hari minggu dan di hari biasa beliau bilang ada kepentingan yang entah apa.


‘nanti aku tanyakan saja pada sagara’ gumamnya dalam hati


Karena setiap hal yang aillen tidak tahu sagara selalu lebih dahulu tahu akan hal itu, bahkan sampai jadwal terbaru di kelas aillen sagara lebih dulu update tentang hal itu


Dddddrrrrttt


Getaran tersa di tangannya membuat aillen segera membuka layar pipih itu.


“aku sudah di depan”


Isi pesan di sana


Aillen segera keluar dari kamarnya dan turun untuk menemui sagara yang sudah menunggunya di ruang tengah, jangan harap kalian melihat sagara ada di halaman rumah menunggu seperti kebanyakan laki-laki pada umumnya


Yang dimaksud sagara itu berbeda dia berada di depan namun bukan depan halaman akan tetapi depan tv, dan ya itulah sagara sungguh berbeda dari kebanyakan pria lainnya.


“ayok” ucap aillen saat sudah di depan sagara


Sagara hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Mereka berjalan santai awalnya di depan komplek menuju ketaman yang tidak jauh dari rumah aillen.


Ada juga fasilitas umum yang disediakan disini yaitu alat oalahraga pembentuk tangan dan kaki atau beberapa mainan anak kecil untuk sekedar bermain


Tidak lupa pula dihiasi oleh pepohonan yang cukup rindang membuat suasana sedikit sejuk ditengah kota yang begitu padat dan panas.


Setelah beberapa putaran mereka lalui, mereka berhenti sejenak dengan duduk di vbangku taman, sagara memberikan air minum yang dia bawa kepada aillen lebih dahulu, karena sagara tahu jika aillen pasti tidak akan membawa botol itu sendiri.


Banyak sekali alasan yang aillen berikan jika ditanya mengapa tidak membawa botol sendiri, mulai dari berat, malas isi,lupa atau banyak lagi


Jangan Tanya sagara kenapa tidak mengingatkan atau bawa air botol mineral dua namun saat dirinya mengingatkan aillen bilang “iya aku ingat ko” atau “kamu ko bawa dua udah satu aja cukup aku gak banyak minum ko”


Yang berakhir sagara hanya membawa satu botol, dan tidak mengingatkan aillen untuk membawa botol nya lagi.


“capek?” Tanya sagara lembut


“hmmm iya cape panas” jawab aillen sambil mengusap keringat di dahinya


Namun dengan cepat sagara menahan tangan aillen untuk tidak menyeka keringatnya sendiri, dia ambil saputangan yang iya simpan di saku celananya


“jangan membiasakan hal yang kurang baik”


Aillen hanya memutar matanya malas, bukan karena apa makin kesini sagara makin protektif pada dirinya, dan banyak halt yang dilarang sagara untuk aillen lakukan.


Memang terkadang tingkahnya sngat membuat aillen senang bukan main, namun terkadang pula membuatnya kesal setengah mati dengan sikap sagara yang terkadanag suka di luar batas itu.


Jangan Tanya apakah hubungan mereka sudah di status apa, aillen sempat menanyakan hal ini pada sagara namun sagara hanya menjawab


“semuanya akan kamu ingat dan akan kita ceritakan kembali saat semuanya sudah aku ketahui bersabar ya”


Itu lah ucapnya dengan senyum yang cukup meneduhkan namun juga sangat janggal bagi aillen.