Life In Miracles

Life In Miracles
sweet moments



Pandangan yang beradu tatap enggan untuk berpaling satu sama lain seakan semua yang terjadi akan hilang jika salah satu dari mereka memutus pandangan itu.


Perlahan namun pasti jarak di antara mereka kian terhapus dan si wanita pergi menghilang tanpa menghiraukan yang lainnya.


“jangan.. jangaan.. jangan pergi kumohon”


Gumaman itu terdengar darisagara yang terlelap tidur setelah sarapan mereka tadi di pangkuan aillen


“gara” aillen mencoba membangunkan sagara dengan menyentuh lembut pipi sagra


“tidak jangan pergi” gumamnya semakin keras


“hei gara bangun”


“tidak”


“sagara” ucap aillen sambil sedikit memukul pelan pipi sagara


“enggak jangan jangaann’ sagara bangun dengan sedikit tergesa dengan gumaman keras


“hei are you oke” ucapnya lembut sambil mengusap punggung sagara


“yah I’m oke” jawabnya lesu sambil menyeka keringat di dahinya


“sebentar”


Baru saja aillen akan beranjak sagra menahan tangan aillen


“apa?”


“kemana?”


“tenanglah aku hanya ingin mengambil air putih saja”


Sagra mencoba melepas meskipun dalam hatinya sedikit gelisah


Aillen mengambil seglas air yang tidak jauh dari sana


“minumlah”


Sagra pun mengambil gelas itu dan meminum sedikit air untuk membuatnya lebih tenang


Aillen duduk kembali di sebelah sagara


“boleh aku memeluk mu?” Tanya sagara pelan


“apa?”


Sagara membenarkan posisi duduknya danberadu pandang langsung dengan aillen,


“boleh aku memelukmu?” sagara mengulang kembali ucapannya dengan berani


Aillen sedikit membeku namu dengan cepat dia menyadarkan dirinya dan memberi anggukan pada sagara


Tenang menjalar kehatinya, namun berbeda dengan aillen yang mencoba menenangkan detak jantungnya yang tidak karuan


Mereka cukup lama dengan posisi itu sampai sagara mencoba melepas pelukan mereka lalu menatap lekat mencoba menelisik kedalam hati masing masing apa yang tengah dirasakan


Entah siapa yang memulai jarak di antara mereka semakin terkikis, aillen tidak mengerti dengan kerja tubuhnya tidak ada rasa ingin menghindar dari hal ini atau menolak perlakuan sagara padanya


Kedua benda kenyal itu pun saling menempel sagara memulai lebih dahulu mengecap setiap rasa pada benda ranum itu aillen yang merasakan sesapan hanya dapat memejamkan matanya


Dia tidak tahu harus melakukan apa


“hmm”


Satu ******* lolos beritu saja dari aillen saat sagara mulai menggit kecil di bibirnya, dengan cepat sagara memasukan lidahnya mengajak bermain lawannya untuk mengikuti alur yang dia berikan mengabsen setiap deretan di mulutnya


Semakin memperdalam ******* dengan aillen yang mengalungkan tangannya pada leher sagara, sagra memegang tengkung nya dan tangan yang satunya meremas pelan pinggang aillen


Membuat sang empunya semakin menikmati perlakuan sagara, aillen merasa ada yang aneh dalam dirinya namun entah mengapa perlakuan sagara seperti pernah dia alami sebelumnya.


Bagi aillen ini adalah ciuman pertamanya, namun dia tidak merasa ini pelecehan.


“hmmm”


Kembali ******* dan kecipak antar dua benda itu terdengar semakin larut dan dalam


***


Kini kedua mobil itu telah terparkir di halaman rumah maudi


Mereka turun secara beriringan


“dimana gadis kecil ku?”


“mungkin dia sedang bersama pacarnya” jawab maudi santai sambil berlalu dari sana


David yang mendengarnya sedikit terdiam di tempat, karena kaget anak semata wayangnya itu sudah punya pacar namun dia tidak tahu hal itu


Padahal dirinya selalu menyuruh bawahannya untuk mengawasi aillen.


Namun ternyata kabar seperti ini terlewatkan olehnya,


“ya tuhan sungguhkah yang aku dengar ini maudi?”


“iya benar”


“siapa dia apa kerjanya dimana dia tinggal?”


‘diamlah david nanti kau akan tahu ceritanya kita masuk saja dulu”


David pun mngurungkan niatnya untuk sekedar bertanya lebih pada maudi.