
Sebanyak apapun yang sagara beri untuk aillen rasanya bagi sagara tidak akan pernah cukup. Seperti saat ini sagara sudah berdiri rapih dengan pakaian santai untuk mengajak aillen makan malam dan berjalan-jalan
Ting-tong
Sagara menyalakan bel pertanda dia telah di depan
Pintu terbuka menampilkan maudi disana
“sagara rupanya ayok masuk nak” ucap maudi mempersilahkan sagara untuk masuk kedalam
Hanya seutas senyum yang sagara berikan sebaga jawaban, dia masuk di iringi maudi di belakangnya
“maaf ya kamu nunggu aillennya masih siap-siap tuh” ucap maudi saat mereka duduk di ruang tamu
“tidak apa bunda sagara tahu kok” jawabnya dengan sopan
“gimana keadaan orang tua kamu ? sudah lama loh mereka gak pernah main kesini”
“baik ko bunda, maaf mereka masih di luar negri untuk tugas daddy disana nanti kalau mereka sudah pulang akan saya sampaikan pada mereka”
“oh gitu sibuk sekali ya”
Tidak lama aillen dating dengan dress selutut berwarna mocca terlihat senada dengan kulitnya hiasan kecil di kepala memberi kesan manis pada aillen
“wahhh cantiknya anak bunda”puji sang bunda sambil berdiri menghampiri aillen
“apasih bunda ah malu kan” rajuknya
“bunda memang benar kamu cantik sayang”
“gara jangan bikin aku makin malu loh”
Ucapan itu hanya di sambut tawa dari keduanya
Wajah aillen semakin bersemu merah merasa malu sekaligus senang
“sudah-sudah kalian pergi sana keburu makin sore ini” ucap maudi yang tidak ingin membuat putrinya semakin cemberut
“yasudah bunda alien berangkat dulu”
Aillen dan sagara pun pamit
Mereka menaiki mobil sagara yang sudah di siapkan di depan
Mobil pun melaju keluar halaman membelah jalanan kota yang padat dengan kendaraan
Bercandaan sering aillen lemparkan pada sagara, entah mengapa sikap dingin yang sering sagara tunjukan pada orang lain seiring brjalannya waktu mereka bersama sagara mulai menunjukan sikap yang cukup jauh dari kebiasaanya namun tetap ada wibawa dirinya disana
Tautan tangan itu tidak terlepas sedikit pun
Sampai tak berselang lama mereka sampai di salah satu tempat berbelanja.
Banyak brand ternama di sana.
Saat sagara memasuki toko pertama disambut dengan ramah oleh pegawai di sana
“astaga tuan muda anda sedang di sini kenapa tidak bilang sebelumnya saya…”
Perkataan manager itu terpotong saat melihat tatapan dingin dari sagara yang menandakan untuk tidak membicarakan hal yang tidak dia suruh
“ahh mari-mari saya yang akan pandu kalian untuk melihat barang barang yang ada di sini”
Aillen yang masih belum faham dengan sikap menager itu mencoba menanyakan pada sagara namun sagara hanya mengangkat bahunya seakan tidak tahu apa apa
Terlihat manager itu menyiapkan kursi untuk mereka duduk dan memberikan minuman pada mereka berdua
Tanpa aillen harus melangkahkan kakinya semua service terbaik di berikan pada mereka berdua
“sutt sagara mereka aneh sekali” bisik aillen saat pelayan sedang mengambil barang lain untuk di pilih oleh aillen
“tidak apa-apa mungkin kita sedang beruntung nikmati saja”
Aillen yang merasa janggal namun dia masih berusaha untuk tetap menikmati service yang di berikan toko itu
Banyak barang yang di tolak oleh sagara dan meminta untuk di ganti padahal aillen menyukainya seperti halnya gaun berleher panjang dengan hiasan diamond di sekitar dada tangan berukat yang membentuk balon itu di tolak oleh sagara karena warnanya terlalu mencolok yaitu merah
Sampai aillen memajukan sedikit bibirnya karena kesal oleh tingkah sagara yang tidak suka dengan model yang dia pilih
Namun tanpa aillen ketahui sagara juga sedang mengomentari setiap produk yang di luncurkan tidak sesuai
Semua yang sagara tolak tidak akan di pajang kembali sebelum di ganti dengan apa yang sagara sebutkan
“sudah kita pergi dari sini saja” ucap sagara saat tidak ada satu pun gaun yang dia pilihkan untuk aillen
Aillen merasa kesal dan tidak menjawab apapun
“kita makan ya kamu pasti lapar”
Aillen pergi keluar tanpa menghiraukan ucapan sagara
“beritahu pada desainer bahwa aku ingin gaun itu dengan warna biru malam” setelah mengucapkan itu sagara menyusul aillen keluar
Namun nihil pujaanya itu entah pergi kemana
“cari dimana aillen sekarang” ucapnya pada jam tangan yang berada di tangan kirinya
Sagara berlari mencari ke segala arah bersama para penjaganya
berharap cemas dalam hatinya akan keberaan aillen yang tak kunjung dia temukan frustasi dalam benaknya
Karena aillen sangat berharga