Ice Girl

Ice Girl
part 53



Tinggalkan jejak!


ICE GIRLS


~Happy Readingđź’ž~


Fani POV


Sudah banyak waktu berlalu sejak Ayah pulang ke rumah. Hari ini adalah hari di mana kami melakukan ujian untuk yang ke 3 kalinya.


Aku tak bisa fokus dengan soal ujian. Sedari tadi, tatapanku hanya tertuju pada satu arah.


Adel tampak serius menjawab ujian, dengan Siska yang sesekali menconteknya. Entah Adel sadar atau tidak, yang pasti aku bisa melihat aksi Siska dari sini.


Aku tersenyum kecut saat perasaan bersalah itu kembali menghantui. Jika ada yang bertanya, apakah aku tulus berteman dengan Adel dan Siska? Jawabannya adalah TIDAK TAHU!


Awal aku bertemu dengan Adel bukanlah satu hal yang kebetulan. Semuanya sudah kuatur dengan matang sesuai rencana.


Waktu dimana Dina—gadis yang notabenya suka membulyku, menghajarku di toilet bersama temannya. Apa kalian tahu? Itu hanya drama kebohongan!


Dina dan temannya Violet, mereka adalah anak buah ku yang kudapatkan dari Ayah. Nama asli keduanya bukan itu, aku juga tak tahu sih dan asal memberi mereka nama.


Kami bekerja sama untuk mencuri perhatian dari Adel. Kudengar, gadis itu dingin tapi juga baik. Jadi, kupikir Adel akan bersimpati pada gadis cupu yang dibully oleh berandalan.


Karena itulah aku berpura-pura cupu. Selalu bersikap polos, baik, bahkan berpura-pura bodoh di depannya. Tak kusangka, hati Adel lebih lembut dari yang kuduga, sangat mudah bagiku untuk mendekati gadis itu.


"Hah ...."


Kuhela nafas dengan berat. Aku teman yang munafik, ya? Maaf sudah mengecewakan kalian.


"Woy, Fan, kok bengong? Buruan, bentar lagi kertasnya dikumpul."


Cindy—teman sebangku mengingatkan. Kuperlihatkan senyum hangat padanya.


"Aduh, gua belum siap nih. Untung aja lo ngingetin!"


"Hm, buruan gih, kerjaiin."


"Iya!"


Sebenarnya, kenapa Ayah membenci Adel ya? Apa hubungan di antara mereka? Aku tak tahu, yang pasti aku hanya ingin Ibu selamat. Maaf Del, mungkin Lo bakal kecewa sama gue.


****


Author POV


Sekolah pulang lebih awal karena ujian. Daffa, Mika, Raihan dan Fani tengah berkumpul di rooftop.


"Si Siska mana sih? Lagian, ngapain coba ngajakin kumpul di sini?"


Raihan melipat kedua tangannya di dada sembari bersandar pada tembok.


"Mana gue tau, mana gak ngajakin Adel lagi. Ada masalah kah?"


"Adel mulu yang ada di otak lo Daff. Kenapa gak tembak aja sih?" Mika ikut bersuara.


"Gajelas lo Mik! Kalau ditembak mati dong," kekeh Daffa.


Fani hanya diam. Ia berjalan ke pinggir rooftop. Melihat Adel dari ketinggian. Gadis itu tampak sedang menunggu seseorang.


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti tepat di depan Adel. Fani menyerngit memandang orang yang keluar dari sana.


"Ah, dia Kak Indra. Kakaknya Adel," gumam Fani mengangguk paham.


Tiba-tiba saja kata-kata Hendri terbesit di kepalanya.


[Apa kau pernah bertemu Indra? Dia Kakak laki-laki gadis itu. Jangan pernah mencoba untuk dekat dengan Indra, hindari pria itu sebisa mungkin! Dia sangat peka dengan sekeliling.]


"Fani! Ngapain di sana? Jangan jauh-jauh entar lo jatuh."


"Ah, Maaf! Gua cuma bosen."


Fani kembali melangkah ke dekat mereka. Begitu Fani sampai, Siska membuka pintu Rooftop. Nafasnya terlihat ngos-nggosan.


"Akhirnya, Es batu pulang juga!"


"Oy, Cewan! Ngapain lo ngumpulin kita di sini hah?"


"Tau, gua sibuk nih!"


"Memang kenapa kalau Adel pulang?"


"Astaga Sis, tarik nafas! Lo habis dikejar hantu, ya?"


Begitu banyak pertanyaan yang mereka lontarkan. Membuat Siska sedikit terpojok. Gadis itu lalu berekspresi jengkel dan berkata dengan ketus.


"Diam ngapa! Gua belum selesai ngomong, main sela aja lo pada!"


"Gua ngumpulin kalian di sini karna, apa kalian tau? Si Es Ba—"


"Gak tau!" jawab mereka kompak.


"Ck!" Siska berdecak sebal.


"Kan gua belum ngomong kampr*t!" umpatnya jengkel.


"Kemaren gua habis dari kantor guru, nah di sana gua ketemu data Siswa. Karena iseng nih, gua ambil dan baca-baca sekilas. Gua liat data si Es batu. Lo tau? Gua nemuin tanggal lahirnya! Si Es batu ulang tahun bulan ini."


"Tepat satu hari setelah kita nerima raport nanti! Jadi, lo pada mau rayaiin ultah si Es batu gak? Kita bikin kejutan!" ucap Siska antusias.


Semuanya tampak berpikir, sesaat kemudian mereka mengangguk setuju.


"Boleh! Itung-itung buat gantiin rasa trauma Adel karena Aletta!"


"Boleh juga ide lo Cewan!"


"Gua sih, ikut-ikut aja!"


"Adel pasti seneng. Biar gua dan Siska yang atur dekorasi nya! Kalian tinggal beli barang-barang nya."


Mereka tampak semangat dan kompak dalam membahas ulang tahun Adel. Semuanya memberi pendapat masing-masing untuk acara kejutan yang akan mereka buat.


Siska tersenyum senang kala pendapat nya diakui. Ia angkat tangan dengan antusias hingga menjadi pusat perhatian mereka.


"Gua yang bakal masak bolunya!" jelas Siska berseru dengan antusias.


Semuanya terdiam, membeku mendengar kata-kata Siska. Seketika ingatan tentang makanan monster itu terlintas di kepala mereka. Makanan yang bahkan bisa membuat Adel pingsan dan hampir gila.


Mereka tatap Siska datar dan menjawab tegas dengan kompaknya.


"Jangan mimpi!"


Jeder!


"******!" umpat Siska menampilkan senyuman jengkel.


TBC ....


Cuma mau bilang, Fani itu imut kayak author wkwk><


#Next?