Ice Girl

Ice Girl
3. Gombal



Resha hanya menggelengkan kepalanya Kocak! Batin resha


"Jadi gak bareng gue enggak?! Tenang kok motor gue itu limited edition. Jadi hanya orang orang tertentu yg naik. Makanya motor gue bebas dari kuman para jomblo"  ucap nathan


Resha tetap menggelengkan kepalanya "Enggak"


Nathan pun menepuk  jok motornya sambil meniup niupnya "Udah bersih, jadi silahkan naik nona cantik yg mirip bidadari dihatiku" gombal nathan


Resha hanya tersenyum sangat tipis hingga nathan tak menyadarinya "Gak usah!" Tolak resha lagi


Nathan menghelangkan nafasnya, ia pun turun dari motor "Lo gk mau pulang bareng gue? Berarti gue juga gk pulang. Gue nemenin lo disini" ucap nathan


"Lo pulang sana!" Ucap resha sambil mendorong tubuh nathan


Nathan menggegam tangan resha "Gak mau sebelum lo mau pulang bareng gue!" Ucap nathan memaksa


"Maksa!" Ucap resha pelan namun dapat didengar oleh nathan


Nathan tersenyum "Ternyata lo itu mirip mutiara ya" Ucap nathan membuat resha menoleh menatapnya


Resha mengerutkan keningnya "Hah?!"


"Sulit untuk didapatkan namun berharga jika didapatkan" ucap nathan seraya tersenyum


Resha hanya menggelengkan kepalanya "Gombal!" Ucap resha


"Gue gak gombalin lo kok! Gue ngomong apa adanya" ucap nathan


Resha pun menginjak kaki nathan "Basi!" Ucap nya sambil berjalan melewati nathan


***** cewek tenaga nya kayak orang macul batin nathan


Nathan pun mengejar resha "Ayo bareng gue ajh" ucap nathan


Resha tidak memperdulikan ia tetap berjalan, nathan menghelangkan nafasnya "Tenang nat, dia itu mutiara yg berharga yg harus lo jaga dan dapetin!" Ucap nathan pada dirinya


Nathan pun mengejar resha kembali sambil menahan tanganya,resha pun membalikan badanya..


"Lepas!"


"Bareng gue ya" pinta nathan


Baru resha hendak menjawab, tangan telunjuk nathan sudah menempel di bibirnya ..


"Shtt, gue gak menerima penolakan nona cantik"


"Mending bareng gue ajah ya, takutnya nanti lo kenapa napa dijalan" ucap nathan serius


"Kamu pulang sama aku ya, aku gak mau kamu nanti kenapa napa dijalan" ucap reynand


Kini resha lagi lagi mengingat memori tentang nya dengan reynand..


Resha hanya menggangguk sambil berdehem, nathan melihat itu langsung senang..


"Pegangan ya, biar gak jatoh" ucap nathan yg hanya dihiraukan oleh resha


Nathan pun meraih kedua tangan resha dan melingkarkanya di pinggang nya..


"Pegangan! Gue gak mau nanti nona cantik gue yg mirip bidadari ini lecet" ucap nathan sambil melajukan motornya


Resha hanya diam dan menurut,nathan melihat dari kaca spion pun tersenyum dibalik helm yg ia gunakan..


20 menit kemudian,mereka telah sampai didepan rumah yg mewah dan luas..


Resha pun turun dari motor nathan,dan nathan pun melepaskan helmnya..


"Masuk gih sana udah mau malem"


"Oh..iya,tapi jangan rindu ya sama gue biar gue ajah yg rinduin lo!" Ucap nathan membuat resha mengerutkan keningnya


"Maksud?" Tanya resha bingung namun tetap datar dan dingin


"Jangan rinduin gue biar gue yg rinduin elo, Karna kata Dilan rindu itu berat kamu enggak akan kuat, jadi biar gue ajh yg rinduin lo!" Ucap nathan


"Bodo!" Ucap resha sambil membalikan badanya dan pergi namun tanganya ditahan oleh nathan


"Tunggu!"


"Jangan mikirin gue ya nanti, yg ada nanti lo naksir sama gue" ucap nathan seraya tersenyum


Kerasukan setan apalagi nih orang?! Pikir resha


"Gak akan!" Ucap resha sambil memutar kedua matanya sungguh malas


Nathan tersenyum, ia pun mengacak acakan rambut resha "Gemes banget sih" ucapnya sambil mencubit pipi resha


Resha menepisnya sambil menatap nya dingin "Jngn cubit" ucapnya sedikit kesal


"Kenapa?!"


"Bukan muhrim"


"Bkn muhrim ya? Kalo gitu kita nikah ajh gimana? Biar muhrim" ceplos nathan


Resha mendengus sebal sambil menjitak kening nathan..


"Sakit tau,tapi benerkan?!"


"Gak!" Ketus resha


"Gak mau nolak? Oh klo gitu besok pagi gue dateng kerumah lo" ucap nathan


"Ngapain?"


"Ngelamar calon istri gue yg mirip bidadari lah!" Ucap nathan seraya tersenyum lebar