I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Bersikap



Keesokan harinya Kakek Rut benar-benar membuat Roxy menikah dengan Olivia, dengan pernikahan sederhana yang hanya di atur dalam satu malam kakek Rut sukses membuat status cucunya yang lajang berubah menjadi suami dari Olivia.


"Kakek benar-benar tega" Roxy yang kesal langsung pergi.


Baginya semua ini adalah mimpi buruk yang tak pernah dia harapkan masuk merusak kehidupan nya.


"Tega? berani berbuat harus berani bertanggung jawab juga" teriak kakek Rut.


Tapi Roxy yang sudah berjalan jauh tak menghiraukan jawaban kakek nya.


Kakek Rut menghembuskan nafasnya kasar, menurutnya ini lebih baik dari pada cucunya jajan di luar.


"Em Tuan" panggil Olivia yang sedari tadi diam.


"Panggil aku kakek saja, kamu sudah menikah dengan cucu ku jadi kamu adalah cucu ku juga, bagian dari keluarga Charlos" jawab kakek Rut.


"Iya kakek, saya mau ijin pulang" ucap Olivia.


"Pulang ke rumah mu?" tanya Kakek Rut.


Dan Olivia mengangguk dengan cepat.


"Saya mau__" kata Olivia terpotong.


"Jangan pakai bahasa formal, pakai bahasa bias saja karena sekarang kamu adalah cucu kakek" ucP kakek Rut.


"Baik kakek, aku akan kembali besok apa tidak masalah?" tanya Olivia.


"Tidak, lagi pula Lin juga akan kembali bekerja siang ini" jelas kakek Rut.


"Tapi kamu harus mengajak Roxy, karena dia adalah suami mu" lanjut kakek Rut.


Mengajak Roxy?


"Apa Tuan Muda akan mau? bagaimana kalau Tuan Muda tidak mah?" tanya Olivia.


"Jangan panggil Tuan, dia suami mu bukan majikan mu lagi" tegas kakek Rut.


"Tapi kakek bagaimana kalau dia marah?" tanya Olivia lagi.


Membuat kakek Rut tertawa.


"Kamu pawangnya, jangan mau di perbudak oleh Roxy kamu harus bisa membuat dia bertekuk lutut padamu Via, semangat kakek mendukung mu." kata kakek Rut menyemangati.


Bagai mendapatkan angin surga, Olivia di dukung penuh oleh kakek Rut.


Olivia melirik kakek Rut lalu tersenyum.


"Jadi aku bisa tegas?" tanya Olivia.


"Tentu, lakukan apapun yang kamu rasa benar, kadang cucu tengik ku itu suka bersikap seenaknya dan kamu tak boleh membiarkan dia semakin rusak, dia suami mu" lanjut kakek Rut lagi.


Olivia mengangguk.


"Aku akan membuat dia bertekuk lutut padaku kakek, terimakasih atas kepercayaan kakek" kata Olivia lagi.


"Sama-sama, pergilah temui Suamimu dan ajak dia ke rumah mu" titah kakek Rut yang langsung di angguki oleh Olivia.


Kakek Rut melihat Olivia yang berjalan menaiki tangga, dia tersenyum lega karena menurut nya Olivia adalah gadis yang tepat untuk cucunya.


"Semoga saja Roxy tidak membuat Olivia sakit hati dengan tingkah lakunya yang luar biasa itu" gumam kakek Rut penuh harap.


****


Olivia sampai di depan kamar Roxy, dia langsung mengetuk pintu kamar Roxy.


Tok..tok.


"Siapa?" teriak Roxy di dalam kamar.


Roxy di dalam kamar serasa mau muntah mendengar jawaban dari Olivia yang mengaku menjadi istrinya.


"Lihat saja aku tak akan membiarkan gadis itu merusak kehidupan ku, dia juga tak bisa masuk ke dalam kamar ku" gumam Roxy sambil memainkan ponsel nya.


Di luar Olivia yang menunggu jawaban nampak kesal, pintu kamar di kunci dari dalam oleh Roxy yang membuatmu kesusahan masuk.


Tak kehabisan akal Olivia yang tau ada banyak kunci cadangan memilih meminta kunci cadangan pada kakek Rut.


"Dia mengunci pintu?" tanya kakek Rut.


"Ya kakek, seperti nya dia tidak mau aku masuk" jelas Olivia.


Lalu kakek Rut memberikan kunci cadangan pada Olivia, setelah kunci di tangan Olivia pun akhirnya bisa membuka pintu kamar Roxy.


Ceklek!


"Astaga, bagaimana kau bisa masuk!" Roxy nampak kaget melihat Olivia yang bisa masuk ke dalam kamar nya.


Olivia menjawab dengan memperlihatkan kunci cadangan yang ada di tangan nya, dan berhasil membuat Roxy mengumpat karena kesal.


"Keluar!" usir nya dengan tatapan tak suka nya.


"Aku kesini untuk mengajak kamu ke rumah ku" kata Olivia mengatakan niat nya.


"Tuan! kau pikir kau siapa memanggil ku dengan sebutan kamu hah!" marah Roxy pada Olivia yang memanggilnya tampa embel-embel Tuan.


"Saya istri kamu, apa kamu amnesia?" tanya Olivia.


Roxy semakin melotot mendengar jawaban dari Olivia yang kembali mengaku menjadi istrinya.


"Atau kamu mau di panggil Mas?" lanjut Olivia.


"Hey jangan harap!" sewot Roxy semakin marah.


"Oke, aku mau kamu ikut ke rumah. aku mau mengenalkan kamu pada keluargaku" jelas Olivia.


"Tidak! aku tidak sudi mengenal keluarga mu yang tidak jelas, jangan harap!" tegas Roxy dengan wajah dingin nya.


Olivia mendengar jawaban tak sedap yang keluar dari mulut suaminya itu hanya bisa menghela nafasnya panjang.


Bukan mudah untuk menghadapi Tuan sombong dan arogan seperti Roxy.


"Baiklah, kalau begitu aku ijin pulang" ucap Olivia tak mau memperbesar masalah.


"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi" jawaban Roxy yang seperti menyumpahi.


Membuat Olivia menatap nya, gadis itu berjalan mendekati suaminya lalu..


Cup..


Olivia dengan berani mencium pipi Roxy.


"Aku pergi, jangan rindu" bisik Olivia yang langsung buru-buru pergi sebelum mendapatkan amarah Roxy.


Dan benar saja setelah kepergian Olivia Roxy nampak menggeruru marah karena Olivia yang dengan berani mencium nya.


"Hey gadis kampungan beraninya kau mencium ku! dasar gadis kampung lihat saja apa yang akan lakukan padamu saat kau pulang nanti!" teriak Roxy keluar dari kamar nya.


"Hanya dia cium saja tapi lagak nya seperti di apakan saja, so jaim padahal mau" celetuk kakek Rut yang akan masuk ke kamar nya.


Dan langsung di lirik tajam oleh Roxy yang hanya bisa memperlihatkan kemarahan nya dengan raut wajahnya, karena dia tak mau di usir oleh sang kakek dari kemawahan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏