I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Di ikuti



Roxy kembali ke dalam kamar setelah mengobrol dengan kakek Rut, dan saat masuk ke dalam kamar nya kembali dia melihat Olivia yang sedang tertidur.


"Astaga, dia benar-benar pemalas" gumam Roxy geleng-geleng kepala.


Roxy mendekati Olivia yang tertidur, di tatap nya wajah Olivia yang nampak begitu kelelehan itu.


"Apa ini karena permainan tadi? tapi aku bahkan hanya satu kali tidak beronde-ronde seperti biasanya" gumam Roxy lagi.


Di tatap nya wajah Olivia yang seperti kelelehan itu, tiba-tiba tangan Roxy tergerak untuk meraba wajah Olivia tapi hal itu dia hentikan karena Olivia mengeliat.


Huh..


Olivia kembali tidur, dan melihat itu Roxy pun kembali menatap wajah Olivia lagi.


"Ternyata dia cantik, tapi kenapa aku tidak tertarik padanya" gumam Roxy heran.


Ya dia akui Olivia cantik, tapi hal itu tentu tak membuat Roxy bisa dengan mudah jatuh hati ataupun mencintai Olivia.


Apalagi setelah mengingat Olivia yang tak pernah mau kalah saat berdebat dengan nya membuat Roxy merasa kesal.


"Kau cantik, tapi jangan geer aku hanya sekali memuji mu dan itu saat kau tidur saja" kata Roxy tangan nya kali ini membenarkan anak rambut Olivia yang menghalangi wajah cantik Olivia.


Dan setelah melihat wajah Olivia yang semakin terlihat cantik Roxy langsung menjauhkan dirinya dari tubuh Olivia.


"Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta pada dia, aku dan dia berbeda dia hanya gadis kampung yang tidak memiliki asal usul jelas, dia tak sebanding dengan ku" gumam Roxy kembali menepis pemikiran nya akan sosok Olivia yang cantik.


Dan di saat Roxy sedang bertarung dengan pemikiran nya yang lain di mulut lain di hati itu tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Halo"


"Nanti malam jadi ke club?" tanya Mark.


"Billy ikut?" tanya balik Roxy.


"Ya, dia akan ikut karena dia bosnya" jelas Mark lagi.


"Baiklah aku ikut" jawab Roxy.


"Bagus, banyak wanita yang di pesan Billy, malam ini kita pesta" kata Mark tertawa.


"Itu yang aku mau, Billy benar-benar paham dengan kepentingan ku" Roxy tersenyum menang.


Dan setelah mengobrol beberapa hal lagi akhirnya panggilan nya pun di akhiri oleh Roxy.


Lalu mata Roxy melihat ke arah Olivia yang masih tertidur.


"Bodoh kenapa tadi aku bilang mau mengajak nya, bagaimana kalau dia benar-benar akan ikut, ck membuat masalah saja" gerutu Roxy menyesali ajakan nya pada Olivia tadi.


Sebenarnya tadi Roxy berniat mengajak Olivia keluar untuk sekedar makan biasa, tapi ajakan dari Mark lebih membuatnya semangat jadi Roxy harus mencari alasan jika nanti malam Olivia tiba-tiba menagih janji untuk di ajak keluar malam.


Malam nya Roxy benar-benar bersiap untuk pergi, sedangkan Olivia dia nampak masih di ranjang karena merasa tidak enak badan.


"Mau kemana?" tanya Olivia.


"Kamu istirahat saja, aku hanya ingin makan malam bersama teman-teman ku" balas Roxy sambil melibat jam di tangan nya.


Olivia diam mendengar jawaban suaminya, sebenar nya dia mau ikut juga tapi tubuh nya benar-benar sedang tidak enak badan.


"Nanti pulang nya beliin obat" kata Olivia.


"Oke, ada lagi?" tanya Roxy.


Olivia mengangguk cepat.


"Martabak kacang coklat lumer" sahutnya cepat.


Roxy hanya mengangguk saja lalu pergi setelah menyemprotkan parfum.


"Harum banget, nggak percaya aku kalau dia cuman pergi makan-makan aja" gumam Olivia merasa curiga.


Dia diam beberapa saat, hingga Olivia ingat jika kata makan malam bukan berarti makan biasa tapi bisa jadi makan yang lain.


"Jangan-jangan dia mau main sering sama wanita lain, tidak bisa di biarkan ini" Olivia bangkit dari ranjangnya.


Meski sedikit pusing Olivia memilih memakai sweeter hoody agar tubuhnya tidak kedinginan.


Olivia mengikat rambutnya asal lalu dia pun berjalan keluar dari kamar nya, saat menuruni tangga Olivia berpapasan dengan kakek Rut yang baru keluar dari kamar nya.


"Mau kemana cantik?" tanya kakek Rut genit.


"Aku mau keluar sebentar kek" balas Olivia.


"Sama supir ya" titah kakek Rut.


"Iya kek, kalau gitu aku pergi dulu ya" Olivia buru-buru pergi sebelum ketinggalan jejak Roxy.


Kakek Rut melihat Olivia yang pergi lalu melihat sekeliling nya.


"Alana, kamu kemana sayang kenapa meninggalkan ku sendirian, aku kesepian sayang" gumam kakek Rut yang merindukan wanita pujaan hatinya.


Di sisi lain nenek Alana yang sedang menonton sinetron ikan terbang nampak terlihat fokus pada adegan yang menurutnya begitu menegangkan itu karena si pemeran utama wanita nampak di celekai oleh pelakor tidak tau diri.


"Kenapa tiba-tiba aku merasa merinding, apa ada hantu yang melewat" gumam nenek Alana sambil melirik kanan kiri.


Tapi tidak ada siapapun di sekitar nya terkecuali Jerry yang sedang di kamar nya entah sedang apa.


"Awas rem nya boong jangan di pake bodoh!" kata nenek Alana geregetan.


"Tuh kan nabrak, di bilangin jangan naik ya jangan naik, dasar!" gerutu nenek Alana lagi.


"Nenek bisa diam nggak, dari tadi teriak-teriak aja bisanya, dasar nenek lebay" sewot Jerry yang sedang main game, keluar dari kamarnya karena terganggu suara nenek nya.


Lalu Jerry pergi keluar karena dia akan pergi nongkrong bersama teman-teman nya.


"Anak itu, awas saja kalau dia judi lagi" gumam nenek Alana sambil kembali menonton TV.


Dia sebenar nya betah tinggal di rumah kakek Rut, tapi nenek Alana cemas pada Jerry yang tinggal sendirian maka dari itu dia meminta kakek Rut untuk memberikan pekerjaan pada cucunya itu.


Nenek Alana hanya berharap jika cucunya akan berubah lebih baik setelah bekerja, dia juga berharap Jerry segera menikah dan memberikan nya cicit agar dia bisa tenang jika suatu saat di panggil sang Pencipta karena kedua cucunya sudah memiliki kehidupan yang lebih baik.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏