
Cukup lama proses mediasi, meski memiliki uang tapi Roxy tak di biarkan memiliki pengacara sendiri pun sama dengan Olivia.
Selama mediasi keduanya banyak mendapatkan pertanyaan dari hakim yang di tunjuk oleh pengadilan.
Olivia dan Roxy keluar bersama, dan saat berjalan keduanya nampak saling menjaga jarak terutama Olivia.
"Tinggal satu kali, setelah itu kita bercerai" kata Olivia.
"Ya, hanya satu kali setelah itu kita bukan siapa-siapa, dan jangan pernah menujukan wajahmu di depan ku" balas Roxy cepat.
Membuat Olivia menghentikan langkah kakinya.
"Jangan kepedean, lagi pula siapa juga yang mau bertemu lagi denganmu. Aku harap di kemudian hari aku tidak pernah bertemu dengan pria yang tidak bisa menghargai seorang wanita. terutama kamu, si pria sombong yang tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri" ucap Olivia sambil menatap tajam Roxy.
Dan sontak ucapan Olivia itu membuat Roxy jelas murka.
"Jangan kamu pikir hanya karena kamu wanita kamu bisa berkata seenaknya sehingga aku tidak bisa melawan, semua itu jelas tidak termasuk denganku yang tidak akan diam dengan ucapan yang keluar dari mulut busuk mu itu" jawab Roxy dengan tatapan yang tak kalah tajam nya.
"Apa Jadi kamu mau menamparku? ayo tampar! aku tidak takut sama sekali" balas Olivia menantang.
Roxy yang tersulut emosi hanya bisa menahan kekesalannya, tidak mungkin dia melakukan kekerasan pada Olivia karena itu bisa membuat dia terjerat ke dalam pidana kekerasan dalam rumah tangga.
Karena kesal tak bisa melakukan apapun Roxy akhirnya Pergi meninggalkan Olivia, sedangkan Olivia dia pun memilih pulang dengan naik ojek.
Selama di perjalanan pulangnya Olivia nampak terlihat diam saja, bahkan Olivia sampai tidak sadar jika tukang ojek yang mengendarai motor nampak terlihat seperti melihat wajah Olivia yang ada di kaca spion.
Senyuman jahat nampak terlihat di wajah tukang ojek yang usianya 40 tahunan itu, sebelumnya Olivia memang sudah mengatakan jalan rumahnya tapi tukang ojek itu sama sekali tidak menurut dan memilih pergi ke jalan yang sepi.
"Loh pak ini jalan ke mana?" tanya Olivia yang kebingungan melihat jalanan yang asing.
"Diamlah atau aku akan membuat kau jatuh" kata tukang ojek yang mengendarai motor.
"Bapak penculik? Bapak mau menculik saya" tanya Olivia terkejut.
Tapi tukang ojek itu tidak menjawab, hingga dia pun berhenti di jalanan yang sangat sepi dan banyak semak-semak rerumputan yang tinggi di sekitarnya.
"Turun!" titah tukang ojek itu.
Olivia menurut dia pun turun dari motor lalu Olivia berniat akan kabur, tapi tangannya malah ditahan oleh tukang ojek berambut gondrong itu.
Wajahnya terlihat polos tapi yang membuat Olivia Syok adalah tukang ojek itu ternyata memiliki banyak tato di balik jaket kulitnya.
"Bapak jangan macam-macam ya, saya bisa teriak" kata Olivia mengancam.
"Silakan saja teriak, lagi pula di sini tidak akan ada siapapun yang mendengar suara teriakanmu itu" balas tukang ojek itu tersenyum menyerigai.
Olivia nampak melihat sekelilingnya dia takut tapi Olivia mencoba untuk tidak memperlihatkan ketakutannya, Olivia mencoba memutar otak nya untuk mencari cara agar dia bisa kabur dari pria mesum di depannya.
"Ayo ikut aku" tangan Olivia ditarik ke arah semak-semak yang rumput nya tinggi.
"Jangan maksa dong Pak, minta baik-baik bisa kan" balas Olivia sambil menepis tangan tukang ojek mesum itu.
Olivia merasa ngeri melihatnya tapi dia mencoba untuk bersikap biasa saja, hingga Olivia pun berhasil merayu tukang ojek mesum itu untuk membuka bajunya, dan sebelum itu terjadi Olivia pun dengan cepat langsung memberikan pukulan kepada tukang ojek mesum itu dengan menggunakan balok kayu, setelah itu baru dia melarikan diri.
"Tolong!" teriak Olivia sambil berlari.
Di belakangnya nampak tukang ojek yang mesum itu sedang mengajarnya dengan menggunakan motor, Olivia berusaha terus berlari cepat hingga Olivia ditabrak dari belakang oleh tukang ojek mesum itu yang membuat dia terluka di bagian lutut dan lengannya.
"Aww" Olivia meringis sakit.
"Rasakan itu, dasar wanita sialan!" umpat tukang ojek itu sambil turun dari motornya.
Rambut Olivia langsung dijambak dan tak hanya itu Olivia juga mendapatkan kekerasan berupa tamparan di pipinya yang membuat dia kembali meringis sakit.
"Sakit" ringis Olivia lagi.
Dan saat pria itu akan melancarkan aksinya untuk menggagahi Olivia tiba-tiba dari arah belakang Roxy datang dan langsung menabrak tukang ojek mesum itu dari belakang.
Aww!
"Sialan kau! dia milikku" kata Roxy sambil turun dari motor nya, lalu dia berjalan mendekati pria yang akan menodai istrinya.
Brugk!
Brugk!
Beberapa bogeman mendarat di wajah dan perut tukang ojek mesum itu.
"Kau siapa!"
"Aku suaminya, bodoh!" ucap Roxy dengan wajah murka nya.
Roxy terus memberikan pukulan hingga membuat tukang ojek itu meminta ampun, dan tak hanya itu Roxy juga mengambil dompet pria itu yang akan dia laporkan ke kantor polisi.
Setelah melihat tukang ojek mesum itu tidak berdaya Roxy memesan taksi, lalu Roxy mendekati Olivia yang nampak terlihat kacau karena hampir menjadi korban.
"Kamu tidak apa?" tanya Roxy.
Olivia melirik Roxy, lalu dia menggeleng.
"Aku takut" ucap nya sambil menangis.
Dan ini adalah pertama kalinya Roxy melihat Olivia yang menangis seperti ini, Olivia memeluk Roxy dan dia menangis di pelukan Roxy karena saking takutnya.
Roxy yang di peluk hanya diam, dia mencoba merasakan apa yang saat ini dia rasakan.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏