
Keesokan harinya Olivia di perbolehkan pulang karena kondisi nya mulai membaik.
Rasa pusing nya juga sudah tidak dia rasakan lagi begitupun dengan panasnya yang sudah turun sejak kemarin sore.
"Kita mampir dulu di tempat bakso ya" kata Olivia saat di dalam perjalanan.
"Tidak, aku harus bekerja" balas Roxy.
"Ya sudah turunkan aku di sini" ucap Olivia.
Membuat Roxy menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Keluarlah" titah Roxy.
Olivia melirik Roxy dengan wajah terkejutnya, lalu tanpa mengatakan sepatah kata pun Olivia malah membuka sabuk pengamannya.
"Dengan senang hati Tuan Arogan" balas Olivia sambil keluar dari mobil Roxy.
Setelah Olivia keluar dari mobilnya Roxy nampak terdiam sesaat, matanya masih melihat ke arah Olivia yang sedang berjalan di pinggir jalan trotoar.
"Tidak, untuk apa aku kasihan lagi pula itu permintaan dia sendiri yang meminta untuk diturunkan" gumam Rocky mencoba menepis rasa kasihannya pada Olivia.
Roxy mengemudikan mobilnya lalu mobilnya melaju perlahan hingga pada akhirnya mobilnya pun melewati Olivia yang masih berjalan di belakangnya.
Olivia melihat mobil Roxy yang sudah melewati nya wajahnya nampak macam.
"Dadar pria tidak peka, bukan nya ikutin mau nya istri ini malah sebalik nya, awas saja kalau minta jahat" gerutu Olivia kesal.
Olivia terus berjalan di tengah teriknya matahari karena cuaca di siang hari memang sedikit panas.
Tak ada tanda-tanda Roxy menunggunya, mobil Roxy sudah menjauh pergi dari tempatnya saat ini.
Setelah berjalan cukup jauh Olivia menemukan gerai bakso pun memilih untuk makan, dia memiliki uang 50 ribu yang tadinya dia ambil dari dompet Roxy saat si empunya sedang ke kamar mandi.
"Pak pesan satu" kata Olivia.
"Di makan di sini?" tanya bapak penjual bakso.
"Nggak di makan di jalan" balas Olivia random.
Membuat si bapak kebingungan.
"Iya Pak di makan disini, yang banyak ya bakso nya" Olivia yang kasihan melihat wajah bingung si bapak penjual bakso pun tidak tega untuk membuat si bapak semakin kebingungan.
Dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya bakso pesanan Olivia pun datang, seperti biasanya Olivia meracik kuah baksonya dengan sambal ekstrak pedas.
"Nah kalau gini baru enak" ucapnya sambil menambahkan kecap dan sedikit cuka.
Karena sudah sangat lapar dia pun langsung menyantap makanan yang membuat air liurnya hampir menetes itu, dan sesuai ekspektasi kuah baksonya begitu pedas hingga membuat Olivia tidak berhenti memakan baksonya.
Di sisi lain Roxy sudah sampai di kantor, di saat dia akan memulai aktivitas bekerjanya tiba-tiba ponselnya berdering.
Roxy melihat panggilan itu yang ternyata dari kakek nya.
"Mana Via?" tanya Kakek Rut yang langsung menanyakan keberadaan cucu menantunya
"Dia pulang sendiri" balas Roxy santai.
"Apa kenapa kau membiarkan istrimu yang sedang sakit itu pulang sendiri! hah" suara kakek Rut naik satu oktaf.
Roxy menjauhkan ponselnya dari telinganya, suara kakeknya benar-benar membuat gendang telinganya terasa sakit.
"Kakek nisakah kau tidak berteriak, telingaku sakit mendengar suara teriakanmu yang seperti Kakek cerewet" dengkus Rocky sambil menggerutu.
"Kakek tidak mau cepat bawa pulang cucu menantuku, atau kakek tidak akan memberikan apapun padamu" tegas kakek Rut mengancam.
"Oh jadi kau ingin harta warisan kakek diberikan kepada orang lain? oke, kakek akan memberikan warisan kakek pada orang lain dan tidak akan memberikan sepeser uang pun padamu" suara kakek Rut terdengar seperti sangat murka.
Hufh..
Roxy menghembuskan napasnya kasar kembali mendengar ancaman kakek nya itu.
"Baiklah aku akan mengikuti permintaan kakek" ucap Roxy yang langsung mematikan panggilannya sepihak.
Mau tak mau Roxy pun harus kembali mengemudikan mobilnya untuk mencari Olivia, tapi di tengah perjalanannya hujan deras tiba-tiba turun yang membuat Roxy kesusahan mencari istrinya.
"Gadis itu dia benar-benar membuat aku susah" gurutu Roxy sambil mengemudikan mobilnya dengan mata yang melihat sekelilingnya karena dia harus menemukan Olivia.
Mobil Roxy terus melaju hingga akhirnya Roxy sampai di tempat di mana dia menurunkan Olivia tadi, tapi bukannya menemukan Olivia dia malah menggerutu karena Olivia tak ada di sepanjang jalan yang dia lewati.
Tiba-tiba terbesit di pikiran Roxy untuk menelepon Olivia, dan setelah dia menelepon panggilannya pun akhirnya tersambung.
"Halo kamu di mana?" ganya Roxy pada Olivia.
"Halo nak Roxy , ini nenek" jawab nenek Alana yang mengangkat teleponnya.
Roxy diam saat mendengar suara nenek Alana.
"Nenek apakah Via sudah pulang" tanya Roxy.
"Loh kok tanya nenek bukannya kata Rut, kalian akan pulang sebentar lagi?" ucap nenek Alana kebingungan.
Dan membuat Roxy menepuk kepalanya, kenapa bisa dia terlupa jika sepanjang malam Olivia memang meminta Roxy untuk mengambilkan ponselnya yang tertinggal di rumah, tapi Roxy menolak karena dia malas pulang.
Dan sekarang kenapa dia malah menelepon ponsel Olivia yang malah membuat dirinya terkena masalah karena nenek Alana pasti akan curiga padanya.
"Nak Rocky, halo.. halo.. apa via hilang?" Tanya nenek Alana khawatir.
"Tidak Nek, aku pikir Via pulang duluan karena aku pergi membeli sarapan, tapi ternyata dia ke kamar mandi ini sekarang Via juga ada di sampingku" bohong Roxy.
"Oh begitu nenek kira dia hilang kalau begitu coba berikan ponselnya pada Via, nenek mau bicara" jelas nenek Alana lagi
Dan sontak saja membuat Roxy tentu saja kebingungan karena kenyataannya saat ini "Olivia tidak ada bersamanya.
Halo nek, Halo nek.. halo halo.. halo, jaringannya jelek nek. jaringannya jelek halo halo.." Roxy pura-pura tidak ada jaringan untuk membuat alasan agar nenek Alana tidak bisa berbicara dengan Olivia yang menghilang.
Dan setelah itu Roxy mematikan datanya, lalu panggilannya pun langsung mati seketika.
Hufh..
"Aman" gumam Roxy lega
Lalu Roxy kembali mencari Olivia di tengah derasnya hujan, hingga hampir satu jam dia berkeliling di jalanan yang seharusnya dilewati Olivia Roxy malah tak menemukan Olivia di manapun.
"Sebenarnya dia pergi ke mana? kenapa susah sekali aku menemukannya. Apakah dia diculik?" gumam Roxy yang pikirannya sudah kemana-mana.
"Tapi siapa yang akan menculiknya, dia sudah besar dan tidak mungkin akan laku, tapi__" Roxy menghentikan ucapannya.
Dia terdiam beberapa saat hingga matanya membulat sempurna.
"Bagaimana kalau Olivia diculik om-om, tidak pasti tidak mungkin dia kan jago membuat lawan bicaranya menjadi diam tak berkutik" lanjut Roxy dengan masih mencari Olivia.
Bisa Roxy bayangkan jika samapai Olivia pulang sendiri dalam keadaan hujan, pasti dia yang akan di amuk oleh dua lansia yang cerewet.
🌹
Jangan lupa like comment and vote ya❤🙏🤗