
"Jika kamu mau belanja belanja lah, aku tunggu di luar" kata Roxy pada Olivia.
Olivia hanya memgangguk lalu dia melirik neneknya.
"Nek ayo" ajak Olivia.
"Nggak usah, di sini baju nya aneh-aneh nenek udah tua masa iya pake baju anak muda" balas nenek Alana menolak.
"Kata siapa hanya baju anak muda, ada kok baju buat seusia kita, ayo aku anatar" kakek Rut memegang tangan nenek Alana.
Tapi Nenek Alana langsung melepaskan tangan kakek Rut dengan cepat.
"Jangan pegang-pegang" kata nenek Alana tegas.
"Ck, kamu memang tidak berubah Alana" balas kakek Rut.
"Ya aku manusia bukan power rangers jadi tidak bisa berubah" sahut nenek Alana savage.
Membuat kakek Rut tak bisa berkata-kata lagi.
Beginilah Alana, dengan segala sikap tegas nya yang tak pernah berubah.
"Untung pernah nyium bibir nya" gumam kakek Rut.
Aww!
Kakek Rut meringis sakit karena kaki nya di injak oleh nenek Alana.
"Sakit Alana" kata kakek Rut meringis.
"Salah siapa ember bocor, dasar udah tua masih aja omes" kesal nenek Alana sambil memberikan tatapan tajam nya.
Kakek Rut hanya nyengir saat di katai omes oleh nenek Alana, ya dia memang banyak mengingat masa lalunya bersama nenek Alana, tapi dari sekian banyak kenangan yang dpaling dia ingat hanya satu yaitu saat mencium bibir nenek Alana di tepi danau saat akan memancing.
Nenek Alana nampak bad mood, bagaimana tidak jika yang di ingat kakek Rut adalah saat mereka ciuman di tepi danau maka yang di ingat nenek Alana adalah kejadian dimana nenek Alana kehilangan anting pemberian Mama nya yang tak sengaja dia jatuhkan saat mengantar kakek Rut memancing.
Olivia melihat kakek Rut dengan penuh curiga, dia rasa kakek Rut masih mencintai neneknya.
"Nenek, ayo" ajak Olivia.
"Iya, tapi nenek hanya mengantar saja" kata nenek Alana tak mau merepotkan.
"Alana pakai ini saja, beli apapun yang kamu mau" ucap kakek Rut menimpali.
Nenek Alana menggeleng, lalu dia memilih ikut dengan Olivia yang masuk ke dalam gerai pakaian.
Kakek Rut melihat kartu di tangan nya, lalu tersenyum.
"Alana pasti merasa tidak enak jika memakai uang ku, aku harus cepat mencari waktu untuk bisa membicarakan masalah pernikahan, ya harus" gumam kakek Rut yang memilih ikut bergabung dengan Roxy yang sedang duduk.
Di dalam Olivia melihat dress yang menurut nya cantik, dan sebelum memilih Olivia melihat harga nya dulu.
"Berapa?" tanya nenek Alana.
"Mahal nek, masa iya satu sampai 1,2 juta harganya" kata Olivia merasa ngeri dengan harga bandrol nya.
"Mahal juga, bisa buat makan kita satu bulan" balas nenek Alana.
Lama menjalani kehidupan serba pas-pasan membuat nenek Alana sangat berhemat, dan itu menurun pada Olivia.
Lalu keduanya mencari lagi yang lebih murah, tapi saat menemukan yang harga nya pas dengan budget nya itupun bukan dress melainkan kaos biasa.
"Ini kalau di pasar bisa beli 6 kaos ya nek" kata Olivia lagi.
"Iya, sayang sama uang nya" sahut nenek Alana.
"Nah ini juga harganya 500 ribu tapi kok bajunya kurang bahan gini, apa nggak masuk angin kalau nanti sudah di pakai nya?" tanya Olivia memegang dress yang sangat tipis dan tanpa lengan.
"Ya nggak masuk angin juga, tapi ini bagus kok nenek dulu pernah pakai tinggal di tambah crop yang ada kancing nya aja" balas nenek Alana yang langsung mendapatkan lirikan Olivia.
"Nenek pakai pernah pakai ini?" tanya Olivia tak percaya.
Dan langsung di angguki oleh nenek Alana.
"Kan kamu tau kalau nenek dulu pas muda itu anak orang berada, ya meski roda hidup berputar setidaknya nenek kan pernah merasakan hidup jadi orang kaya" jelas nenek Alana lagi.
"Emang kamu mau beli apa dan budget yang kamu mau berapa?" tanya nenek Alana.
"Ya tadinya mau 1 juta bisa beli handuk, baju satu stel sam celana nya, dress buat sehari-hari, sendal sama daleman kalau bisa" jelas Olivia sambil tersenyum.
Dan nenek Alana yang mendengar itu hanya bisa mengusap punggung cucunya pelan.
"Ini mall sayang, untuk total semua yang akan kamu beli paling banyak menghabiskan 4 sampai 5 juta cantik" kata nenek Alana sambil geleng-geleng kepala.
"Mahal ya nek" ucap Olivia lagi.
"Ya kalau mau murah di pasar malam, banyak obralan" sahut nenek.
Dan setelah obrolan panjang itu Olivia dan nenek Alana pun kembali mencari pakaian yang keduanya suka.
Di kursi panjang tempat menunggu nampak Roxy dan kakek Rut saling berpandangan.
"Kapan kakek mengirimkan uang gajih ku?" tanya Roxy yang sudah rindu aktivitas nya di dunia malam, yaitu main ke club bersama teman-teman nya.
"Kakek sudah mentransfer uang gajih mu tadi" balas kakek Rut.
"Kakek jangan bohong, aku sudah mengecek saldo ku dan jumlah nya masih sama" kata Roxy dulu.
"Memang nya siapa yang bilang di transfer ke rekening mu? semua gajih mu di berikan pada Olivia, istrimu" ucap kakek Rut santai.
Apa!
"Kenapa kakek memberikan pada dia, aku yang kerja jadi harusnya gajih ku di berikan padaku bukan pada Olivia" marah Roxy.
"Dia istrimu, uang mu adalah uang nya jadi tidak salah kakek memberikan uang gajih mu pada nya kan?" sahut kakek Rut lagi.
Roxy tak menjawab, dia semakin kesal pada kakek nya dan untuk Olivia Roxy akan mengambil uang nya setelah pulang dari mall.
Lama keduanya menunggu hingga akhirnya Roxy melihat Olivia yang membawa dua paperbag berukuran kecil.
"Kau belanja hampir 2 jam hanya mendapatkan ini?" tanya Roxy dengan wajah kesalnya.
"Iya, satu untuk aku dan satu untuk nenek" jelas Olivia.
"Nenek udah nolak, tapi Olivia maksa jadi nenek kepaksa pilih satu" timpal nenek Alana.
Roxy menghembuskan nafasnya kasar, untung ada nenek Alana jika tidak dia pasti sudah memarahi Olivia yang membuat nya menuggu lama hanya untuk satu baju.
Roxy pikir setelah ini mereka akan pulang, tapi kakek Rut malah mengajak mereka untuk nonton film hantu, yang membuat Roxy kesal bukan main.
"Kau pasti akan takut dengan hantu jaman sekarang Alana" kata kakek Rut menakut-nakuti.
"Aku lebih takut jika topi mu jatuh Rut" balas nenek Alana yang membuat kakek Rut seketika bungkam, paham betul apa maksud nenek Alana yang tak lain mengatakan jika kepalanya botak.
Haha!
"Kepal botak kakek pasti akan terlihat seperti tuyul" kata Roxy tertawa terbahak-bahak.
"Diamlah cucu tengik sebelum kakek beritahu rahasia mu yang suka ngompol di celana saat SMP" sewot kakek Rut.
"Kakek!" Roxy melotot aib nya di buka.
Ngompol?
"Jadi Roxy suka ngompol saat SMP? iwww kok bisa sih gede-gede masih ngompol" Olivia berkata sambil melirik Roxy dengan wajah mengejek nya.
"Itu masa lalu, dan hanya sekali" ketus Roxy lagi.
"Bukan satu kali tapi berkali-kali, kau ingat kakek sampai ganti kasur 3× karena semua kasut yang kamu ompoli itu bau pesing" kata kakek Rut yang membuat Roxy kesal bukan main.
"Kakek!"
"Sudahlah Rut, kau juga sama suka mengompol ingatkan dulu ibu mu bilang kalau kau suka mimpi basah sampai mengompol, dia turunan mu" celetuk nenek Alana yang mana membuat Roxy tertawa puas.
"Ck, turunan ya nek" Roxy merasa senang karena ada yang membuka aib kakek nya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗