
Roxy membaringkan tubuhnya setelah dia selesai mandi, hari ini benar-benar begitu melelahkan untuk nya karena mengintili orang belanja untuk pertama kalinya.
Dulu bahkan saat pacaran Roxy tak pernah sekalipun mengantar pacar nya untuk belanja, tapi sekarang lain lagi karena ada ancaman kakek nya di belakang yang membuat Roxy menjadi mau tidak mau memilih menurut.
Sambil rebahan Roxy memainkan ponsel nya hingga dia melihat status salah satu mantan kekasih nya yang melewati beranda akun sosial media nya.
"Dasar jalaaang tidak cukup satu burung" gerutu Roxy melihat mantan kekasihnya yang memposting foto laki-laki.
"Ganteng juga aku, kasihan dapat bekas" lanjut Roxy sambil tersenyum mengejek.
"Bekas apa?" tanya Olivia yang baru masuk kamar dengan membawa barang belanjaan nya.
Roxy langsung melihat ke arah Olivia yang nampak duduk di lantai terlihat akan membuka belanjaan nya.
"Dasar kampungan" ketus Roxy mengejek.
"Syirik aja yang nggak dibeliin" balas Olivia sewot.
"Dasar penjilat, kakek-kakek dirayu" lanjut Roxy lagi.
"Dasar tukang ngompol!" celetuk Olivia yang langsung membuat taring Roxy keluar.
Roxy bangkit dan mendekati Olivia yang duduk di lantai.
"Apa maksud mu mengatai ku tukang ngompol hah!" tanya Roxy dengan wajah marahnya.
"Kenapa? emang ada yang salah?" tanya balik Olivia tanpa rasa bersalah.
"Jangan bertingkah ya, kamu mau jadi istri durhaka seenaknya ngatain suami" marah Roxy sambil menatap tajam Olivia..
Olivia menatap Roxy yang berdiri, lalu dia tersenyum.
"Jadi aku istri kamu gitu?" tanya Olivia lagi.
"Ya kau istriku, jadi bersikap sopan padaku karena aku adalah suami mu, dasar!" sahut Roxy lagi yang membuat Olivia semakin tersenyum.
"Oke Pak suami, aku akan sopan padamu mohon bimbingan nya ya PAK SUAMI TERSAYANG KU" dengan sengaja Olivia menekan kata terkahir nya itu.
Dan Roxy baru sadar dengan apa yang dia ucapkan barusan, yang terang-terangan mengatakan jika dia adalah suami dari Olivia.
"Jangan harap, kita hanya satu tahun menikah tidak lebih!" tegas Roxy mengingatkan perjanjian mereka.
"Iya paham kok aku akan menjadi janda muda yang punya banyak uang" balas Olivia menanggapi ucapan Roxy dengan santai.
"Hey siapa bilang kau akan punya bagian, kamu tidak berhak sedikit pun dari harta ku!" tegas Roxy.
"Oke, tidak masalah tapi uang gajih yang tiap bulan di kasih kakek buat aku ya, jadi impas" jawab Olivia lagi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Roxy.
"Kau__" ucap Roxy terpotong.
Tok..tok..
"Via" panggil nenek Alana.
Olivia tersenyum lalu menjulurkan lidahnya kearah suaminya.
"Janda kaya" ucapnya lalu berjalan ke mendekati pintu.
Roxy mengepalkan tangan nya karena kesal, tapi ekspresi nya langsung berubah saat nenek Alana masuk ke dalam kamar nya.
"Kalian belum tidur? maaf ya nenek ganggu" nenek Alana melihat sekeliling kamar cucunya.
"Nenek butuh sesuatu?" tanya Olivia mengajak nenek nya duduk di sofa panjang di dekat jendela.
Nenek duduk di samping Olivia sedangkan Roxy masih berdiri, dia mencoba untuk menahan kesalnya.
"Roxy kemarilah" pinta nenek Alana.
Roxy menurut dia duduk di sofa yang satunya lagi.
Nenek Alana melihat Roxy dan Olivia, lalu dia tersenyum.
"Nenek mau kalian segera memberikan cicit" kata nenek tiba-tiba.
Apa!
"Cicit?" kompak Roxy dan Olivia.
Olivia meliril Roxy yang wajahnya nampak seperti ingin memakannya, dia mendeuhem.
"Kalian tidak sedang mencegah kehamilan kan?" tanya nenek Alana.
"Tidak, hanya saja aku dan Via jarang bercinta" jelas Roxy bohong.
Dan membuat Olivia melongo mendengar ucapan penuh dusta suaminya.
"Apanya yang jarang bercinta, setiap hari nggak kenal cape dan lelah dia minta terus perasaan, malah sekarang gaya nya udah aneh-aneh aja pake berdiri segala lagi" batin Olivia menggerutu.
"Loh kalian jarang bercinta? kenapa?" tanya nenek Alana kaget.
Dia pikir Olivia keramas setiap pagi itu tanda mereka bercinta panas.
Roxy pun menjelaskan jika dia jarang menyentuh Olivia karena lelah bekerja, nenek Alana percaya saja karena dulu mantan suami pertama nya juga jarang menyentuh nya.
Hanya saja yang nenek Alana takutkan adalah Roxy jajan di luar, dia tidak mau cucunya mengalami hal yang sama dengan nya yang di campakkan setelah madu di ambil.
Nenek Alana pun pergi dengan alasan ingin segera tidur, dan tinggal Roxy dan Olivia berdua di kamar.
"Malam ini libur" kata Roxy tiba-tiba.
"Ya aku juga sama, nggak ada acara masuk mobil sekarang garasinya sudah di tutup buat waktu yang tidak di tentukan" tegas Olivia.
Garasi?
"Maksud mu?" tanya Roxy tak mengerti.
"Pikir aja sendiri" ketus Olivia kembali fokus pada batang belanjaan nya.
Olivia membuka satu persatu paperbag nya yang berisi pakaian yang di belikan kakek Rut.
Happy tentu saja dia happy karena ini pertama kalinya dia membeli baju sebanyak ini, lebih tepatnya memborong.
Roxy hanya acuh melihat Olivia yang sibuk dengan belanjaan nya itu dia lanjut melihat isi beranda di akun sosial media nua.
tok..tok.
"Iya siapa?" tanya Olivia beranjak dari duduknya.
"Saya, non. mau nganterin jamu buat tuan Roxy" kata bibi Lin.
Olivia membuka pintu dan melihat bibi Lin yang membawa jamu untuk suami nya.
"Bibi yang buat?" tanya Olivia.
"Bukan non, Nenek non yang buat" jelas bibi Lin lagi.
Olivia mencium jamu nya lalu tercium bau yang sangat menyengat.
"Makasih ya bi udah di anterin" kata Olivia.
"Iya non sama-sama" balas bibi Lin lalu pergi.
Olivia membawa jamu nya dan menyimpan di nakas.
"Siapa?" tanya Roxy.
"Bibi Lin" balas Olivia.
"Oh" Roxy membalas santai lalu membelakangi Olivia.
Olivia yang sudah selesai dengan belanjaan nya pun membereskan paper bag nya, dan untuk baju-bajunya dia simpan di keranjang karena akan dia cuci besok.
"Nenek pasti buat jamu kuat, males ahk mending aku buang aja, enak aja sudah banyak menghina tapi ujung-ujungnya malah di makan juga" gerutu Olivia di kamar mandi.
Setelah itu Olivia keluar dari kamar mandi, dan saat dia akan membuang jamu buatan neneknya Olivia melotot karena gelas berisi jamu itu sudah kosong.
"Siap-siap di terkam lagi deh, huh.." Olivia menghembuskan nafasnya kasar, dan bersiap menunggu jika sewaktu-waktu Roxy tiba-tiba meminta jatah.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗