I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Pertemuan mantan



Di kamar nampak Roxy sedang bermain game online di ponsel nya, dan salah satu hal yang membuat Roxy betah menjadi pengangguran itu adalah bermain game.


Tentunya setelah hobby party di club mabuk-mabukkan dan semua itu tak lengkap jika tidak di tambah dengan bermain wanita.


Drett!


Tiba-tiba ada nomer tidak di kenal menelpon, membuat Roxy mengumpat kesal karena merasa terganggu.


"Halo"


"Halo suamiku, tolong ke rumah sakit aku sedang di rumah sakit" terdengar suara Olivia di sebrang telpon.


"Hey jangan mengaku-ngaku, kau siapa kenapa kau memiliki nomer ponsel ku hah!" marah Roxy.


"Aku memang istrimu, ku Olivia. jadi tolong ke rumah sakit ya" kata Olivia lagi.


"Jadi kau gadis kampung itu, syukurlah jika kau ada dirumah sakit semoga sakit mu parah" kata Roxy dengan wajah puasnya.


"Heh, ucapan doa jangan ngomong gitu nggak baik, cepat kesini kalau nggak nanti jatah nya di liburin" Olivia mengeluarkan ancaman nya.


Membuat Roxy memutar bola matanya malas.


"Dengan senang hati aku akan senang jika kau tak masuk ke dalam kamar ku, dasar wanita kegatalan" hina Roxy.


Dan Tut!


Panggilan di matikan sepihak oleh Roxy.


"Cih, seenaknya menyuruhku dia pikir dia siapa seenaknya bersikap" ucap Roxy dengan wajah kesalnya.


"Kamu suami nya, apa kamu amnesia sehingga melupakan status suami mu?" ucap kakek Rut yang tiba-tiba ada di dalam kamar Roxy.


Dan kehadiran kakek nya sontak membuat Roxy terperanjat kaget.


"Kakek, lain kali ketuk pintu dulu" kata Roxy masih dengan ekspresi kagetnya.


"Pintu sudah terbuka ngapain di ketuk, cepat jemput Via kasihan bagaimana kalau dia kenapa-kenapa" titah kakek Rut.


Membuat Roxy tersenyum kecut.


"Itu sangat baik, jika dia tidak ada maka aku akan bebas" ucap Roxy dengan enteng nya.


"Ucapan itu doa, kau mau menjadi duda di usia muda?" tanya kakek Rut.


Roxy mengedikan bahu nya ke atas, membuat kakek Rut geleng-geleng kepala.


"Cepat jemput istrimu, bagaimana kalau dia di rebut pria lain?" kakek Rut menakut-nakuti.


"Itu bagus dengan begitu aku bebas" jawab Roxy santai.


"Ya, Olivia memang seharusnya menikah dengan pria hebat dan lebih baik dari mu, atau tidak kakek akan menjodohkan Via dengan pria kenalan kakek yang jelas lebih berkelas dan sukses dalam dunia bisnis bukan seperti kamu yang seorang pengacara (pengangguran banyak acara)" sinis kakek Rut sambil keluar dari kamar Roxy.


"Dasar Kakek laknut, cucu sendiri di hina" gerutu Roxy kesal dengan kakek nya yang tak pernah sekalipun memuji nya.


****


Di rumah sakit nampak Olivia yang baru selesai membayar tagihan rumah sakit nenek nya.


Beruntung kakek Rut mengirimkan sejumlah uang untuk biaya nenek nya, membuat Olivia menjadi tidak bingung lagi harus mencari kemana uang untuk membayar tagihan rumah sakit nenek nya.


Olivia kembali ke ruangan nenek nya, dia melihat nenek nya yang sudah bangun.


"Mana Jerry?" tanya nenek Alana yang masih ingat cucu nya yang satu itu.


"Dia pergi" balas Olivia apa adanya.


"Pergi kemana?" tanya nenek Alana lagi.


Dan Olivia yang tidak tau mengatakan dengan jujur jika dia tidak tau kakaknya pergi ke mana.


Nampak jelas wajah sedih di wajah Nenek Alana, dan Olivia yang melihat itu tau jika nenek nya begitu menyayangi Jerry, terlepas dari Jerry yang bersikap seenaknya setelah mengenal dunia perjudian.


"Mulai sekarang nenek tinggal sama aku" kata Olivia lagi.


"Apa tidak merepotkan?" tanya nenek Alana takut merepotkan.


"Sama sekali tidak, aku sudah meminta ijin pada kakek untuk membawa nenek ke rumah dan kakek setuju" jelas Olivia.


"Kakek suami mu sangat baik, kamu beruntung bisa menikah dengan cucu dari majikan mu Via" kata nenek senang karena cucunya mendapatkan rumah baru yang bisa menerima nya.


Ya nenek sudah di beritahu oleh Olivia akan pernikahan nya, hanya saja Olivia tak mengatakan alasan dia menikah karena takut nenek nya sedih karena dia menikah dengan cara yang sedikit mamalukan.


"Semoga saja Roxy tidak membuat Nenek serangan jantung, aku harus bisa membuat Roxy bersepakat untuk bersikap baik di hadapan nenek, ya harus" batin Olivia dalam hatinya.


Karena sudah di bolehkan pulang Olivia pun memilih pulang dengan mengajak nenek nya ke rumah kakek Rut.


Sesampainya di rumah kakek Rut nenek Alana nampak terpesona dengan kemegahan rumah kakek Rut.


"Ini sangat besar, apa tidak apa membawa nenek yang miskin ini kesini?" tanya nenek Alana rendah diri.


"Stt.. nenek jangan berpikiran yang enggak-enggak, kakek orang baik dan pasti akan senang jika nenek tinggal di sini" jelas Olivia yang memang sudah mendapatkan ijin membawa nenek nya dari kakek Rut langsung.


Keduanya masuk setelah membuka pintu, dan saat sampai di ruangan bersantai mata nenek Alana melihat sosok pria tua sedang duduk menonton TV.


"Seperti tidak asing" batin nenek Alana.


"Kakek, aku datang" ucap Olivia membuat kakek Rut melihat ke belakang.


Dan alangkah terkejutnya dia melihat sosok wanita tua, yang ternyata dia kenali.


"Alana, kamu Alana Andara kan?" kakek Rut mengenali nenek Alana.


Nampak nenek Alana yang menunduk malu, kakek Rut bangkit dan mendekati nenek Alana juga Olivia.


"Kakek mengenal nenek?" tanya Olivia.


"Sangat" balas kakek kembali melihat nenek Alana dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Alana, 45 tahun kau pergi aku tidak percaya kita bisa kembali bertemu" lanjut kakek Rut menatap nenek Alana lagi.


Nenek Alana menaikan pandangannya dan langsung bertatapan dengan kakek Rut.


"Rut, kau botak?" ucap nenek Alana random.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏