
Di kamar nampak Olivia yang sedang bersiap-siap ke pengadilan agama, setelah di rasa sudah siap Olivia pun keluar dari kamar nya.
Saat keluar dari kamar nya Olivia tak melihat keberadaan sang nenek, Olivia pun langsung ke kamar nenek nya.
"Nek, ayo" ajak Olivia.
"Via, uhuk" nenek Alana batuk.
"Nenek kenapa? sakit?" tanya Olivia mendekati ranjang dimana nenek nya berbaring.
Nenek Alana yang berbaring itu hanya mengangguk dengan lemah.
"Nggak panas" Olivia memegang dahi sang nenek.
"Batuk dan rasanya hidung nenek akan.. hacimmm!" kali ini nenek Alana pura-pura bersin.
Olivia melihat hidung nenek nya yang merah, lalu melihat jam tangan nya.
"Kalau nenek sakit aku sendiri dong" kata Olivia nampak tak bersemangat.
"Maaf ya nenek nggak bisa ikut kayanya" ucap nenek Alana drama.
"Lagian nenek kok bisa sakitnya dadakan gini, satu jam yang lalu perasaan nggak" lanjut Olivia meliha wajah sang nenek yang jauh dari kata pucat.
"Ya mana nenek tau, sakit emang nya bisa di minta" balas nenek Alana lagi.
Huh..
"Ya sudah aku pergi" Olivia pamit.
Lalu keluar dari kamar nenek Alana, melihat Olivia yang pergi nenek Alana menghembuskan nafasnya kasar.
Hacimmmm!!!
"Ini semua gara-gara Rut, jadi bersin kan" gerutu Nenek Alana menggerutu.
Tadi nenek Alana di suruh pura-pura sakit agar rencana nya berjalan dengan lancar, dan untuk membuat rencana nya semakin terlihat nyata nenek Alana harus mencium bunga tetangga nya hanya untuk membuat nya bersin-bersin.
Rencana nya mereka akan membuat Roxy dan Olivia berangkat bersama Roxy hingga membuat mereka bisa memiliki lebih banyak waktu sebelum sampai ke pengadilan agama, ya syukur-syukur keduanya berharap jika cucu mereka bisa mengurungkan niat mereka untuk berpisah.
Roxy baru keluar dari rumah dengan wajah yang ditekuk, bagaimana tidak kakeknya tidak memberikan izin untuk dia memakai mobil nya dan kakek Rut malah memberikan kunci motor metic kepada Roxy.
"Dasar kakek-kakek pelit" gerutu Roxy sambil melihat motor yang jauh dari kata bagus di depannya itu.
Bagaimana tidak motor yang ada di depannya itu terlihat sudah lama karena kaca spionnya pun hanya satu, dan yang membuat Roxy merasa geli untuk mengendarai motornya di mana warna motornya sudah tidak jelas bahkan ada goresan dan bolong-bolong kecil di bagian jok motor.
"Sudah cepat pergi, kau mau cepat-cepat kaya kan" kata kakek Rut yang baru keluar dari rumahnya.
Roxy yang mendengar itu langsung melirik ke arah sumber suara.
"Yang benar saja aku memakai motor ini, yang ada aku akan terkena tilang kek" ucap Roxy sambil menunjuk kaca spion yang hanya satu.
Kakek Rut berjalan mendekati cucunya lalu dia membuka jok motor di mana ternyata ada satu kaca spion yang ada di dalam bagasi motor.
"Nah pasang ini" titah kakek Rut sambil memberikan kaca spion pada cucunya.
Dengan wajah yang masam karena kesal Roxy pun memasang kaca spionnya, lalu dia mulai menyalakan mesin motornya dan Roxy pun akhirnya pergi meninggalkan rumah.
"Kasihan, tapi itu lebih baik" kata kakek Rut sambil tertawa lagi.
Ya kakek Rut melakukan semua ini demi cucunya, lagi pula Daddy dan Mommy nya Roxy pun tak pernah mempermasalahkan jika Roxy di didik dengan cara yang keras sekalipun.
Selagi yang di lakukan demi kebaikan putranya mereka akan mendukung apapun yang di lakukan kakek Rut.
Roxy yang sedang mengendarai motornya nampak seperti melihat tubuh Olivia, dan benar saja saat dia melewati wanita itu ternyata adalah Olivia yang sedang berjalan mencari ojek.
"Kasihan jalan kaki" ucap Roxy dengan nada mengejek.
Olivia yang mendengar itu sontak melihat ke samping, dan saat dia melihat wajah menyebalkan Roxy Olivia nampak melotot.
"Kasihan ya dari suka naik mobil jadi naik motor, ternyata pepatah yang sering aku dengar itu adalah benar di mana roda akan berputar" kata Olivia membalas dengan nada yang terdengar seperti mengejek juga.
"Ini hanya sementara, tidak seperti mu yang miskin terus" balas Roxy cepat.
"Ya tapi sekarang kenyataan nya rumah mu lebih jelek dari rumah nenek, sudah gitu banyak tikusnya lagi" sahut Olivia santai.
Roxy yang mendengar ejekan Olivia kesal, dia langsung pergi dengan wajah kesal nya.
Olivia melihat itu acuh, hingga dia melihat pangkalan ojek dan Olivia langsung memilh naik ojek karna harganya lebih bersahabat.
Roxy yang sedang mengendarai motor nya itu sudah sampai di jalan raya, di saat di bagian lampu merah dia berhenti sebentar lalu lanjut mengendarai motor nya, hingga..
Roxy tiba-tiba di hentikan oleh polisi, dia langsung di mintai surat-surat motor seperti STNK, tapi Roxy yang lupa membawa tentu saja kebingungan menjawab apa.
"Kalau begitu anda saya tilang" kata pak polisi.
"Jangan pak, damai saja" Roxy mengambil dompet nya.
Dia mengeluarkan uang 1 juta, Roxy tak mau berurusan dengan polisi karena dia harus cepat.
Melihat uang tentu saja polisi itu langsung semangat, tapi dia bersikap seolah-olah tidak tertarik, karena itu bagian dari rencana nya.
"Maaf Pak tapi saya tetap akan menilang bapak" pak polisi itu pura-pura menolak.
Roxy ingin mengumpat, tapi masih dia tahan hingga Roxy melihat Olivia yang melewati nya, dan sialnya Olivia melihat dia yang sedang berurusan dengan polisi.
"Sial!" umpat Roxy akhirnya keluar setelah melihat wajah mengejek yang di perlihatkan Olivia.
"Sudah salah malah mengumpat, mau masalahnya di perpanjang" kata pak polisi dengan wajah galaknya.
Roxy kembali membuka dompetnya, dan kali ini dia mengambil semuanya yaitu 2,5 juta.
"Ini, saya mau damai aja ya pak" kata Roxy tak mau bertele-tele.
Melihat uang banyak tentu saja oknum polisi itu langsung berbinar dan langsung terlihat ramah.
Tak hanya itu pak polisi juga meminta untuk damai, dan tak lupa dia mengingatkan untuk membawa surat STNK karena itu sangat penting.
Tapi tentu saja tidak Roxy hiraukan karena dia sangat kesal dan muak dengan kelakuan oknum pak polisi itu.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏