
Sepulang nya dari kantor Roxy yang baru masuk ke dalam kamar nya itu melihat Olivia yang tertidur.
Dia tersenyum menyeringai lalu membuka semua pakaian nya hingga tanpa menyisakan sehelai benang pun.
Roxy masuk ke dalam kamar mandi untuk menyalakan air agar bathub penuh dengan air.
"Rasakan ini balasan mu karena berani bermain di belakang ku" ucap Roxy sambil mendekati Olivia.
Grep..
Dengan gerakan cepat Roxy mengangkat tubuh Olivia, lalu dia membawa tubuh Olivia ke kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit bathub pun akhirnya terisi air.
Roxy dengan hati-hati menyimpan tubuh Olivia di air, dan Olivia yang merasakan dingin nya air seketika membuka matanya.
Uhuk!
Uhuk!
Olivia terbatuk karena dia hampir tenggelam di air yang dangkal.
"Kamu mau membunuh ku ya!" teriak Olivia kaget.
"Jangan menuduh, itu hukuman mu yang keluar bersama pria" balas Roxy dingin.
Pria?
Olivia berpikir, apa Pria yang di maksud suaminya itu pria yang tak sengaja berpapasan dengan nya di restoran tadi?.
"Ahk pria itu, dia sangat baik" kata Olivia dengan senyuman nya.
Dan melihat senyuman Olivia entah kenapa Roxy kerasan kesal.
"Kenapa? cemburu?" lanjut Olivia menggoda.
"Enak saja, siapa yang cemburu dia bukan level ku" ketus Roxy.
Olivia manggut-manggut saja melihat reaksi suami nya itu.
"Ya dia memang bukan level mu, dia sangat tampan" ucap Olivia beranjak dari air.
Tapi baru saja dia akan pergi tangan nya di tahan oleh Roxy yang memegang tangan nya.
"Jangan main-main dengan ku, kau pikir kau siapa bisa berselingkuh hah!" Roxy menatap tajam Olivia.
"Aku Olivia, apa kau amnesia sehingga melupakan nama ku?" tanya Olivia yang membuat Roxy semakin kesal saja dengan jawaban random istrinya.
"Aku serius, jangan bertingkah" tegas Roxy lagi.
Olivia menatap Roxy lalu pandangan nya turun ke bawah sana.
"Ck pantas ada yang nusuk perut, ternyata pentungan" gumam Olivia.
"Lepasin, aku sedang nggak mood buat __" ucap Olivia terpotong.
Hemph..
Roxy membungkam bibir Olivia dengan sebuah ciuman.
Olivia semula berontak karena dia masih belum siap, tapi lama kelamaan dia pun akhirnya menimati ciuman nya.
Ciuman yang semula biasa saja itu kini berubah menjadi panas, bahkan tangan Olivia melingkar di leher Roxy.
20 menit berlalu..
Roxy dan Olivia keluar dengan rambut yang sama-sama basah, dan seperti biasanya keduanya sama-sama pura-pura lupa akan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Nanti malam aku akan keluar, kau ikut" kata Roxy yang sudah selesai berpakaian.
"Kemana?" tanya Olivia.
"Jangan banyak tanya lebih baik kau berdandan yang cantik agar tidak membuat ku malu" tegas Roxy lalu keluar dari kamar nya.
Olivia menghembuskan nafasnya kasar.
"Dasar suami mesum, giliran tadi aja cium-cium sama peluk-peluk so mesra, Ehk sekarang malah so acuh kelihatan banget kalau akrab nya cuman saat di ranjang doang" gerutu Olivia kesal.
Olivia pun langsung memakai pakaian nya, setelah itu Olivia yang merasa lelah pun akhirnya kembali tertidur.
Di bawah nampak Roxy yang menemui kakek Rut yang sedang membaca koran di teras samping.
"Mana nenek galak itu?" tanya Roxy tidak melihat nenek Alana.
"Sopan sedikit, dia nenek mu" kata kakek Rut tegas.
"Oke, nenek Alana. dia pergi?" tanya Roxy lagi.
"Ya dia pergi" balas kakek Rut cepat.
"Syukurlah, rumah ini kembali menjadi rumah biasa bukan panti jompo yang di isi oleh lansia" celetuk Roxy yang sontak membuat kakek Rut melotot.
Plakk!
Paha Roxy di pukul dengan menggunakan sandal kakek Rut.
"Dasar cucu laknut! kau pikir ini rumah siapa hah" geram kakek Rut pada cucunya.
Roxy hanya acuh dan mengambil apel yang sudah di Potong-potong di piring.
"Lagi pula rumah ini akan menjadi rumah terakhir kakek bersama nenek Alana, kami akan hidup bahagia di sini" lanjut kakek Rut lebih ke berharap.
"Jangan banyak berharap, gimana kalau nenek Alana nolak?" ucap Roxy.
"Alana tidak akan menolak, dia pasti menerima kakek mu karena dia tau kalau kakek muda itu tampan" jawab kakek Rut sewot.
"Ya itu 45 tahun lalu, tidak dengan sekarang yang sudah botak dan penuh kerutan" balas Roxy tidak mau kalah.
"Memang nya Via mau padamu? dasar so ganteng" sahut kakek Rut lagi.
"Dia sangat tergila-gila dengan ku, aku tampan dan berkharisma tentu saja dia sangat menyukai ku" ucap Roxy percaya diri.
Yang langsung di jawab dengan gelak tawa kakek Rut.
"Ya dalam mimpi mu, bisa saja Via terpaksa menikahimu tidak ada yang tau kan?" jawab kakek Rut yang seketika membuat Roxy terdiam.
Kakek Rut melihat Roxy yang diam, dia mengambil apel dan langsung mengunyah nya.
"Jika kakek melihatmu bersikap seenaknya pada istrimu semua warisan yang kakek punya tak akan kakek berikan, camkan itu!" ancam kakek Rut dengan wajah serius nya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏