
Olivia sampai di rumah nya, rumah sederhana yang di tinggali keluarga kecilnya yang hanya terdiri dari Nenek yang sakit-sakitan karena usia yang sudah renta dan kakak laki-laki nya, Jerry.
"Nenek aku pulang" teriak Olivia sambil membuka pintu.
Olivia masuk ke dalam rumah sederhana nya yang rata-rata dari bahan kayu dan bambu.
Tak menemukan sosok Nenek di kamar membuat Olivia memlih mencari nenek nya ke dapur, tapi nihil nenek nya juga tidak ada di dapur.
"Nenek kemana ya, tumben nggak ada di rumah" gumam Olivia heran.
Lalu Olivia kembali ke luar rumah nya, dia memasukkan belanjaan yang dia sengaja beli tadi ke dalam rumah nenek nya.
"Via, kamu datang" panggil seseorang dari belakang.
Olivia melihat ke belakang dan melihat kakak nya, Jerry.
"Kak, nenek mana?" tanya Olivia.
"Oh itu nenek sedang pergi ke luar" jelas Jerry nampak gugup.
Olivia melihat ke arah kakak nya, dia sedikit ragu dengan ucapan kakak nya karena Jerry suka berbohong.
Selain itu Jerry juga pernah menjual nenek nya ke bos pengemis jalanan, dan karena hal itu juga Olivia memilih bekerja agar kakaknya tak menjadikan nenek nya sebagai pengemis jalanan.
"Jangan bohong, kemana nenek?" tanya Olivia sekali lagi.
"Nenek sedang ke warung, kakek tidak bohong" balas Jerry lagi.
Dan Olivia masih tidak percaya dengan jawaban kakak nya.
Olivia yang tak percaya itu memilih pergi mencari nenek nya, dan diikuti oleh Jerry di belakang nya.
"Kamu tidak percaya kakak? nenek sedang ke warung Via" kata Jerry lagi.
"Kakak tau apa yang membuat aku tidak mempercayai kakak?" tanya Olivia sambil menghentikan langkah nya.
"Apa?" tanya Jerry.
"Kakak suka berbohong, selain itu kakak juga tidak punya perasaan menjual nenek ke bos pengemis jalanan" kata Olivia dengan wajah tegasnya.
"Astaga Via, itu sudah sangat lama sekali. kakak sudah berubah" Jerry meyakinkan.
Membuat Olivia tersenyum kecut.
"Berapa banyak lagi hutang judi kakak? bantuan ku kemarin adalah yang terakhir setelah ini aku tak akan pernah mau membayar hutang judi kakak lagi" tegas Olivia lagi.
Jerry nampak kesal dengan ucapan Olivia, tapi dia menahan nya karena Olivia adalah adik terbaik nya meski terkadang suka dia manfaatkan untuk membayar hutang judi.
Saat sedang cekcok dengan sang kakak tiba-tiba Nenek Alana datang, membuat Olivia yang melihat itu langsung mendekati nenek nya.
"Nenek kemana aja?" tanya Olivia khawatir.
"Nenek habis dari__ " Nenek melihat Jerry.
Dan Olivia melihat itu, dia memeluk sang Nenek dan mencium bau keringat yang begitu menyengat.
"Nenek habis dari mana?" tanya Olivia.
"Nenek dari warung Via" kata Jerry menimpali.
Kebohongan bisa dengan cepat di temukan oleh adiknya.
Olivia melirik nenek nya, lalu menatap kesal pada sang kakak.
"Mulai saat ini nenek akan ikut bersama ku" kata Olivia tegas.
"Hey mana boleh, Nenek tetap tinggal bersama ku!" balas Jerry tak kalah tegas.
"Kakak jangan egois, Nenek itu orang yang membesarkan kita, kakak jangan seenaknya nyuruh nenek ngemis" bentak Olivia marah.
"Siapa yang menyuruh nenek ngemis, dia mau sendiri tanyain aja ke orang nya" sahut Jerry lagi dengan wajah marah nya.
Nenek memegang tangan Olivia, dia meminta untuk menyelesaikan masalah ini di rumah saja karena banyak kendaraan yang lalu lalang.
Olivia menurut dan mereka pun kembali ke rumah, dan sesampainya di rumah Olivia dan Jerry berebutan siapa yang akan menjaga Nenek Alana.
"Kalian jangan bertengkar, ingat kalian saudara" kata Nenek Alana memohon.
"Nenek cepat pilih aku atau kak Jerry, pilih nek" titah Olivia yang sangat marah pada kakak nya.
"Sama aku aja nek, lagi pula selama ini nenek tinggal sama aku bukan Via" Jerry juga meminta Nenek Alana berpihak padanya.
Dan perdebatan ini membuat Nenek Alana bingung, Jerry memang suka menyuruhnya menjadi pengemis jalanan tapi di sisi lain dia melakukan itu agar cucunya tak terlilit hutang judi lagi.
"Nenek jangan mau di manfaatkan, nenek udah tua udah seharusnya bisa menikmati masa tua bukan cari uang buat pengangguran" kata Olivia lagi.
"Diam kamu, apa kamu tidak ingat aku nggak sekolah karena siapa? karena harus kerja buat biaya sekolah dan hidup kamu, jadi sekarang ini balasan kamu buat kakak? hah!" teriak Jerry murka.
"Sudah, nenek nggak akan ikut siapapun" kata nenek akhirnya.
Dan membuat Olivia dan Jerry sontak melihat ke arah Nenek Alana.
"Nenek ikut aku!" kata Olivia tegas.
"Nenek bersamaku!" ucap Jerry tak kalah tegas.
Hingga tiba-tiba Nenek Alana jatuh dan pingsan, membuat Olivia dan Jerry kaget.
"Bawa ke rumah sakit" titah Olivia.
"Ke rumah sakit? mahal mending pake minyak angin nanti juga siuman, udah biasa kan nenek sering ping__" Jerry seketika menghentikan ucapan nya.
Olivia membulatkan matanya, matanya menatap tajam ke arah sang kakak.
"Jangan bilang ini bukan pertama kalinya nenek pingsan" Olivia berkata dengan wajah marah nya.
Membuat Jerry menghembuskan nafasnya kasar, lalu dengan berat hati mengiyakan.
"Nenek sudah sering pingsan" jelas Jerry mengakui.
"Kakak jahat!" ucap Olivia memeluk sang nenek.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏