I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Bertahan?



Roxy masuk ke dalam rumah Olivia di temani oleh kakek Rut dan nenek Alana.


"Olivia dimana nek?" tanya Roxy.


"Di kamarnya, sini nenek pindahin ke mangkuk buburnya" nenek Alana mengambil bubur yang Roxy bawa.


Lalu setelah di pindahkan Roxy pun menerima mangkuk berisi bubur dan segelas teh hangat tanpa gula.


"Ingat jangan buat gara-gara, ini Nenek kasih ijin kamu ke kamar karena kamu bawa makanan aja kalau nggak ya nggak akan ijinin" kata nenek Alana memperingati.


"Iya, aku masuk" balas Roxy yang langsung meleos pergi.


Setelah Roxy masuk ke dalam kamar Olivia, dan meninggalkan nenek Alana dan kakek Rut.


"Alana ayo kita makan" ajak kakek Rut.


"Rut, aku tidak suka bubur" balas Nenek Alana.


"Bukan nya dulu saat berpacaran kita pernah makan bubur bersama?" kakek Rut mengerutkan kening nya aneh.


Nenek Alana yang mendengar itu menggeleng.


"Dulu aku kepaksa makan karena lapar, kalau sekarang ada nasi goreng sayang kalau nggak di makan beras mahal" balas nenek Alana sambil berjalan ke dapur.


Dan tentunya di ikuti oleh kakek Rut yang tak akan pantang menyerah mendapatkan cinta nenek Alana.


"Bubur juga beras" ucap kakek Rut sambil duduk di samping nenek Alana.


"Ya emang nasi, udah kamu makan bubur saja nah aku makan nasi goreng. kan selesai nggak pakai ribet lagi" sahut nenek Alana membuat kakek Rut manyun.


Dalam pikiran nya dia memikirkan jika dia akan di suapi, tapi ternyata tidak sejauh yang dia pikirkan.


"Cepat makan, kita harus ngintip" kata nenek Alana yang membuat kakek Rut mau tak mau akhirnya makan bubur yang dia beli.


Sedangkan Roxy dia nampak merayu Olivia untuk makan, tapi jelas tak semudah itu karena Olivia saat ini merasa tak enak badan.


"Kalau nggak makan, kamu makin sakit" kata Roxy menakuti.


"Biarin, toh aku yang rasa" balas Olivia ngeyel.


Membuat Roxy gemas ingin mencubit pipi Olivia, tapi dia melihat pipi Olivia yang bengkak mungkin karena bekas tamparan pria kurang ajar kemarin.


Roxy diam, dia nampak memutar otak untuk membuat Olivia mau makan.


"Makan ya" kata Roxy.


Tapi Olivia menggeleng, membuat Roxy semakin gemas di buatnya.


"Terserah kalau begitu, mau di baikin susah. memang dasar betina keras kepala" kata Roxy kesal.


"Apa kamu bilang betina keras kepala?" Olivia menatap tajam Roxy.


"Ya, memang begitu kan" balas Roxy santai.


"Ck, apa kamu tidak sadar jika kamu juga jangan yang keras kepala. so galak so keras dan yang paling menyebalkan itu kamu itu so berkuasa untuk semua hal" sahut Olivia dengan wajah galak nya.


Roxy yang mendengar itu menatap tajam Olivia, lalu tiba-tiba dia naik ke atas tubuh Olivia.


"Heh mau apa! turun" Olivia mencoba mendorong tubuh Roxy.


Tapi jelas tak semudah itu, tubuh Roxy terlalu berat membuat Olivia kesal.


"Turun nggak!" kesal Olivia.


"Aku masih suami mu" balas Roxy.


"Ya tapi itu belum terjadi" ucap Roxy menatap Olivia.


Lalu Roxy menggulingkan tubuhnya di samping Olivia, dengan gerakan pelan Olivia mencoba menjauhkan tubuhnya dengan Roxy.


Keduanya diam tanpa kata, baik Roxy ataupun Olivia masing-masing dari mereka tak ada yang membuka suaranya.


Hingga..


"Kamu benar-benar ingin bercerai?" tanya Roxy.


Dan Olivia diam, tak menjawab.


Merasa pertanyaan nya di abaikan Roxy bangkit, dia kembali mencoba menyuapi Olivia dan kali ini Olivia tak menolak.


Roxy menyuapi Olivia drngan telaten, dan Olivia yang di suapi itu merasa aneh dengan perasaan nya yang mulai menghangat.


"Tidak Via, dia jahat. dia yang membuat mu menangis karena merasa bodoh, jangan mau jatuh ke lubang yang sama lagi."batin Olivia menepis pemikiran nya akan sosok Roxy yang baik.


Sama halnya dengan Olivia Roxy juga entah kenapa merasa jika semuanya terlalu cepat, dia ingin seperti kemarin dimana diantara dia dan Olivia berbicara layaknya teman.


"Aku pulan" kata Roxy yang selesai menyuapi Olivia.


"Makasih" ucap Olivia pelan.


"Sama-sama" balas Roxy lalu meleos pergi.


Dan entah kenapa Olivia merasa jika dia tidak mau Roxy pergi.


Setelah kepergian Roxy nenek Alana tiba-tiba datang, dan dia duduk di kursi.


"Bagaimana? sudah baikan?" tanya nenek Alana.


"Sedikit nek" balas Olivia lemas.


"Bagaimana dengan Roxy?" tanya nenek Alana.


"Maksud nenek?" tanya balik Olivia tak mengerti.


Membuat nenek Alana tersenyum, dia dan kakek Rut sedari tadi memang mendengarkan di balik pintu.


Dan tentunya apapun obrolan yang di bicarakan Olivia dan Roxy semuanya bisa keduanya dengar dengan jelas.


"Kamu mencintai Roxy?" tanya nenek Alana.


"Nenek apaansih" Olivia nampak sewot menjawabnya.


"Nenek hanya tanya, kalau nggak suka ya biasa saja nggak usah sewot juga, lagian kalau kamu cinta kenapa nggak di pertahankan?" lanjut nenek Alana lagi.


"Nenek!"


Nenek Alana menghembuskan nafasnya kasar.


"Nenek hanya nggak mau kamu menyesal dengan keputusan ini, kalau kamu mencintai Roxy kamu bisa bertahan. semuanya di perbaiki dari awal nenek mau kamu bahagia sayang" ucap nenek Alana menatap cucunya.


Olivia hanya diam, dia tak menjawab karena Olivia juga masih bingung dengan hatinya, dia juga tidak mau di sakiti karena mencintai untuk sepihak adalah sakit.


🌹


Maaf up nya lama banget, Dede Devan lagi sakit dan aku yang baru menjadi ibu baru panikan orang nya, fokus jaga bayi sampai lupa up, sekali lagi maaf ya.


Do'ain ya semoga Dede Devan cepat sembuh biar bisa up lagi🤲


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗