
"Aku serius dengan ucapan ku" kata Olivia setelah keduanya selesai bermain panas.
Roxy yang mendengar Olivia yang bawel itu melirik istrinya.
"Bisakah kau diam?" tanya Roxy.
"Kau sangat berisik" lanjut Roxy menggerutu.
Olivia manyun mendengar ucapan Roxy yang mengatai nya berisik.
Dia bangkit dari tempat tidur, lalu mengambil pakaian gantinya.
"Mau kemana?" tanya Roxy saat melihat Olivia berjalan mendekati pintu.
Tak menjawab Olivia memilih membuka pintu lalu keluar dari kamarnya.
Roxy yang melihat itu sangat kesal, lalu dia bangkit dan memakai pakaian Nya.
Setelah itu Roxy pergi menyusul Olivia, dan sesampainya di bawah Roxy tak melihat Olivia dimana pun.
"Kemana dia pergi" gumam Roxy nampak kebingungan karena Olivia tak ada di ruang TV.
Roxy mencari ke dapur tapi Olivia juga tak ada yang membuat Roxy mencari ke semua kamar tamu, dan kembali tak menemukan istrinya.
"Apa dia kabur" gumam Roxy lagi.
Hingga Roxy melihat satu kamar yang di tempati nenek Alana.
Tok..tok..
"Nenek" panggil Roxy.
Roxy terus mengetuk pintu hingga akhirnya pintu terbuka.
Ceklek..
"Hoam, ada apa?" tanya nenek Alana.
"Apa Via ada di dalam?" tanya Roxy.
Via?
"Bukan kah dia bersamamu? nenek baru bangun tidur dan lagi pula nenek juga tidak melihat Via" jelas nenek Alana.
Roxy nampak diam membuat nenek Alana melihatnya.
"Via kabur?" tanya nenek Alana.
Roxy menggeleng cepat.
"Seperti nya dia sedang ke dapur, ahk iya pasti ke dapur buat makanan. maaf ya nek, aku menganggu nenek bisa melanjutkan tidur nyenyak nenek lagi" kata Roxy membuat alasan.
Tidak mau urusan nya ribet hingga sampai di telinga kakeknya.
"Kalau tidak ada di kamar nenek Alana lalu dia kemana?" gumam Roxy sambil berjalan pergi.
Karena kesal mencari Roxy pun memilih menunggu di kamar nya.
Nenek Alana melihat Roxy yang menjauh dia menutup pintu dan terlihat lah Olivia yang sedang berdiri di balik pintu.
"Gara-gara kamu nenek bohong Via" kata nenek Alana sambil berjalan ke ranjang nya.
"Maaf Nek" Olivia mendudukkan bokoong nya di tepi ranjang.
"Sekarang pergilah ke kamar suamimu, dia pasti cemas mencarimu" lanjut nenek Alana.
Tapi Olivia menggelengkan kepalanya..
"Malam ini aku akan tidur di sini bersama nenek, aku kangen dipeluk nenek" jawab Olivia sambil menatap neneknya.
Nenek Alana membaringkan tubuhnya di ranjang lalu menepuk ranjang kosong di sampingnya.
"Kemari, tidurlah di sini dan Nenek akan memelukmu" balas Nenek Alana tersenyum.
Yang membuat Olivia senang dan langsung membaringkan tubuhnya di samping sang nenek tersayang.
Tubuh Olivia langsung dipeluk oleh neneknya dan seperti biasanya Olivia selalu merasa tenang saat dipeluk neneknya.
"Tidurlah" kata nenek Alana yang tangan nya kini mengusap kepala sang cucu.
Olivia mengangguk tanpa kata, dia memejamkan matanya dan pelan tapi pasti Olivia pun mulai tertidur dan masuk ke dalam mimpinya.
Nenek Alana yang melihat Olivia tertidur menghembuskan nafasnya kasar.
Dia tidak tau apa yang terjadi di dalam hubungan rumah tangga cucunya, dia juga tidak mau ikut campur ke dalam masalah rumah tangga cucunya karena nenek Alana yakin cucunya pasti bisa menghadapi masalah yang datang.
"Kamu kuat sayang, nenek bangga memiliki cucu seperti mu" ucap nenek Alana sambil mengecup kening sang cucu.
Lalu nenek Alana pun ikut tidur karena kantuk nya mulai menyerang nya lagi.
Pagi harinya..
Roxy terbangun karena mendengar suara pintu.
"Darimana saja?" tanya Roxy yang melihat Olivia baru masuk kedalam kamar.
Olivia yang di tanya bukan nya menjawab dia malah masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
"Dia merajuk?" Roxy menaikan sebelah alisnya ke atas.
Roxy bangkit dari tempat tidurnya, dan saat akan membuka pintu kamar mandi Roxy malah tidak bisa membuka pintu nya yang ternyata di kunci dari dalam oleh Olivia.
Tok tok..
"Via buka pintunya!" teriak Roxy mengetuk pintu
Tapi tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar mandi yang membuat Roxy sangat kesal dan mau tak mau dia menunggu sampai Olivia keluar dari kamar mandi nanti.
15 menit berlalu..
Olivia pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, dia langsung berjalan melewati Roxy yang nampak melihat sebal ke arahnya.
"Lain kali jangan dikunci pintunya, aku ada meeting mendadak hari ini jika begini yang ada aku telat" kata Roxy menggerutu, dia bangkit dari Ranjang.
"Jika kamu lupa kamar mandi rumah ini ada banyak" balas Olivia ketus.
Roxy yang mendengar jawaban ketus dari istrinya itu sangat kesal, dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi karena sudah hampir siang.
Olivia yang melihat itu hanya acuh, lalu mulai memakai pakaiannya setelah itu dia menyiapkan pakaian untuk suaminya karena semarah-marah nya dia Olivia tak akan melupakan kewajiban nya.
"Aku harus bersikap tegas jika tidak dia akan semena-mena padaku. Iya aku tidak boleh diam saja di gantung dengan perasaan yang membuat aku terluka seperti ini"gumam Olivia yang memilih tegas pada Roxy agar suami nya tidak bersikap seenaknya.