I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Ide kakek nenek



Pagi-pagi sekali Olivia yang baru selesai mencuci pakaian nya nampak sedang menjemur di depan rumah nya.


"Via jika kamu jadi ke pengadilan agama jangan lupa telpon kakak satu jam sebelum kamu berangkat agar kakak bisa ijin pada bos" kata Jerry yang sedang memakai sepatu nya.


"Tapi kayanya aku berangkat sendiri" ucap Olivia menolak di antar.


"Berangkat sendiri atau sama pria menyebalkan itu?" tanya Jerry sambil melihat ke arah rumah kakek Rut.


"Apaansih kak, aku bsrangkat sendiri kok" balas Olivia lagi.


Nenek Alana keluar dan mendengar obrolan Jerry dan Olivia.


"Sudah, nenek yang antar sekalian mau beli bahan kue" kata nenek Alana menimpali.


Jerry bangkit lalu melihat pada nenek dan adiknya.


"Kalau sama nenek aku tenang, aku berangkat ya nek" ucap Jerry sambil berlalu pergi.


"Hati-hati" kata Olivia dan nenek Alana bersamaan.


Jerry mengangguk lalu menyalakan mesin motor jadul nya yang sudah termakan usia.


Setelah Jerry pergi nampak terlihat nenek Alana yang melihat ke arah Olivia yang sedang menjemur pakaian.


"Via kamu serius mau mengakhiri pernikahan kalian?" tanya nenek Alana.


Dan mendengar pertanyaan sang nenek Olivia langsung diam.


Olivia duduk di teras rumah nya, nenek Alana juga ikut duduk di samping sang cucu.


"Jika kamu tidak benar-benar ingin berpisah kamu bisa memperjuangkan pernikahan mu" lanjut nenek Alana.


"Untuk apa?" tanya Olivia.


"Tentu saja untuk memperbaiki semuanya, kamu masih muda" kata nenek Alana lagi.


Olivia tersenyum, apa yang di katakan nenek nya memang benar jika dia masih muda dan masa depannya masih panjang, tapi apa Olivia salah jika dia hanya ingin mencari kebahagiaan.


Bertahan dengan seseorang yang bahkan tidak pernah menghargai nya, tidak Olivia tak akan melakukan kebodohan yang sama.


"Nenek mau aku hidup tanpa bahagia?" tanya Olivia.


Nenek Alana menggeleng.


"Nenek sangat mau kamu bahagia, tidak apa apapun keputusan mu nenek akan mendukung mu sayang" nenek Alana memeluk sang cucu.


Sebelumnya nenek Alana memang ngotot untuk sang cucu berpisah, tapi setelah itu dia kembali berpikir jika tak seharusnya dia memaksa cucunya berpisah, apalagi Rut bilang jika mereka berdua sebenarnya saling suka hanya saja gengsi keduanya sama-sama besar.


"Aku hanya butuh dukungan kalian" kata Olivia lagi.


"Nenek akan mendukung apapun keputusan mu, kamu berhak bahagia dan apapun keputusan mu itu adalah yang terbaik untuk kamu sayang" balas nenek Alana sambil melepaskan pelukan nya.


Olivia kembali menjemur pakaian sedangkan nenek Alana memilih masuk ke dalam rumah karena dia harus minum obat.


Roxy yang kebetulan baru keluar rumah karena akan mencari udara segar itu melihat Olivia yang sedang menjemur.


"Kenapa dia sangat cantik" gumam Roxy heran.


Benar kata orang seseorang akan terlihat lebih waw jika sudah menjadi mantan, hanya saja bedanya Olivia masih berstatus sebagai istrinya.


Olivia yang merasa dirinya di perhatikan nampak melirik ke kanan ke kiri hingga dia melihat Roxy yang sedang melihat ke arahnya.


"Dia lagi!" Olivia menatap kesal pada Roxy.


"Apa lihat-lihat" Roxy balik menatap sinis pada Olivia.


"Situ yang lihat aku situ yang sewot, situ sehat?" balas Olivia sambil menyiramkan air bekas pakaian ke tanah.


Roxy yang melihat itu langsung berjalan hingga dia melewati batas rumah kakek nya dan masuk area rumah nenek Alana.


"Jangan lupa membawa tisue karena hari ini adalah langkah awal untuk perpisahan kita" kata Roxy dengan tangan yang bersilang dada.


"Apa? apa aku tidak salah dengar? aku harus membawa tisu untuk apa. untuk mengelap ingus? atau mengelap tangan ku setelah terbebas dari hubungan yang tak jelas ini?" Olivia membalas dengan nada yang seolah mengejek.


Dan tentu saja membuat Roxy yang mendengarnya terlihat sedikit kesal karena Olivia selalu bisa membuat dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Roxy berniat pergi tapi baru saja dia melangkah langkah kakinya langsung berhenti setelah mendengar suara Olivia.


"Jangan lupa siapkan uang yang banyak" kata Olivia lagi, dan langsung dilirik oleh Roxy.


"Jangan harap ada uang gono ini dariku karena itu semua tak akan aku berikan" ucap Roxy dengan wajah songongnya.


Olivia yang mendengar itu rasanya ingin tertawa terbahak-bahak.


"Siapa yang mau hartamu? asal kamu tahu saja bahkan aku tak sudi menerima sepeser uang pun dari mu" jawab Olivia dengan tegas.


"Sombong!" ketus Roxy dengan wajah jijiknya.


"Lebih baik sombong karena bisa makan dari hasil kerja keras sendiri, daripada harus makan dari hasil kerja buta dan satu hal lagi jangan lupa siapkan uang yang banyak untuk membayar teman ranjangmu, harga mereka tentu mahal bukan" lanjut Olivia sambil tersenyum mengejek.


Di dalam rumah nampak nenek Alana yang sedang menelpon kakek Rut.


"Seperti nya mereka bertengkar lagi Rut" kata nenek Alana sambil mengintip di balik jendela nya.


"Kamu benar aku juga melihat mereka yang terlihat seperti sedang berdebat" balas kakek Rut di seberang telepon yang juga sedang mengintip Roxy dan Olivia.


"Rut pikirkan cara untuk membuat mereka berdamai, aku tidak mau mereka berpisah" titah nenek Alana.


Hening tak ada jawaban hingga..


"Aku tahu caranya" kata kakek Rut.


"Katakan" balas nenek Alana cepat.


Dan kakek Rut langsung menjelaskan idenya untuk membuat cucu mereka bisa lebih dekat, nenek Alana yang mendengar ide dari kakek Rut langsung setuju karena menurut nya ide kakek Rut cukup bagus.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏