I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Keputusan Olivia



Sore nya Roxy pulang dan dia tak melihat siapapun ada di rumah menyambut kepulangan nya.


Roxy ke kamar nya dan saat masuk ke dalam kamar dia juga tak melihat Olivia di kamarnya.


"Kemana perginya semua orang?" gumam Roxy heran.


Tak mau ambil pusing Roxy pun memilih mandi, dan selesai mandi Roxy langsung turun ke bawah untuk mencari kakek nya.


"Kakek" panggil Roxy.


Roxy mencari kakek nya ke kamar tapi kakek nya tak ada di kamar hingga Roxy berpapasan dengan bibi Lin.


"Bi, kakek dimana?" tanya Roxy.


"Di taman samping tuan, kalau nona Via pergi bersama nenek Alana" jelas bibi Lin.


"Aku tidak menanyakan kemana gadis itu pergi, terserah dia mau pergi kemana pun aku tidak perduli" kata Roxy ketus.


"Maaf tuan" bibi Lin menunduk.


Roxy tak menjawab tapi dia langsung pergi, di saat berjalan dia menggerutu kesal.


"Dasar istri tidak tau di untung, sudah menjadi istri tapi masih aja suka kelayapan tidak jelas" Roxy menggerutu sambil berjalan.


Hingga Roxy melihat kakek nya yang sedang termenung sendiri.


Roxy menghampiri kakek nya dan langsung duduk di samping sang kakek.


"Kakek" panggil Roxy.


Kakek Rut yang di panggil langsung melihat ke arah cucunya.


"Habis sudah harapan kakek memiliki teman hidup" ucap kakek Rut hampa.


Dia tidak bisa mencegah nenek Alana yang marah, dan parahnya lagi nenek Alana pergi membawa Olivia.


Roxy mendengar ucapan kakek nya itu mengerutkan kening nya bingung.


"Ada apa?" tanya Roxy bingung.


Dan kembali mendapatkan lirikan kakek Rut.


"Kau tau Alana dan Via sudah pergi" kata kakek Rut sedih.


"Aku tau" balas Roxy santai.


Membuat kakek Rut menghembuskan nafasnya kasar lalu bangkit dari duduknya.


"Kakek mau kemana?" tanya Roxy.


"Ke kamar" balas kakek Rut cepat.


"Aku mau bertanya" kata Roxy lagi.


Dutt..


"Nanti saja, kakek sudah tidak tahan ingin Poooopp" sahut kakek Rut menutup bokooong nya yang tadi rem blong sampai mengeluarkan suara yang nyaring.


Roxy menggelengkan melihat kelakuan kakek nya yang semakin tua semakin random saja.


"Padahal aku ingin menanyakan kemana perginya Via, tapi kakek malah keburu pergi" Roxy menggerutu.


****


Menikah dengan pria yang baru dia temui, di hina dan diremehkan, tapi anehnya dia tidak merasa sakit malah merasa perasaan nya tumbuh seiring berjalannya waktu yang dia lalui itu.


"Apa aku bisa melupakan perasaan ini" gumam Olivia merasa bimbang.


Satu sisi dia juga mau kepastian tapi Roxy yang dia kenal itu tidak bisa memberikan nya, Olivia memang bodoh tapi apa dia masih harus diam jika hanya di jadikan alat pemuas nafsu suaminya saja? tentu jawaban nya tidak, dia tidak sudi menjadi wanita bodoh itu.


Tok..tok..


"Masuk Nek" kata Olivia.


"Jerry pulang, ayo makan" ajak nenek Alana.


Olivia bangkit dari duduk nya, dan saat keluar dia kaget melihat hari yang ternyata sudah malam.


Dan lebih kagetnya lagi dia melihat kakak nya memakai pakaian security, yang artinya kakak nya sudah bekerja.


"Jerry bekerja sebagai security di kantor Roxy" kata nenek Alana seolah mengerti ekspresi wajah bingung cucunya.


"Di kantor Roxy?" tanya Olivia.


Jerry mengangguk cepat.


"Kamu punya suami kaya kenapa nggak bilang, mana nggak pernah ngajak ke rumah besar kamu lagi" balas Jerry mengatakan kekesalan nya.


"Jangan bahas itu kak, aku nggak selera makan kalau bahas dia" kata Olivia wajahnya di tekuk.


Dan melihat itu Jerry yakin jika ada sesuatu di pernikahan adiknya, memang selama dia menjadi security selama tiga minggu dia mendengar jika bos besarnya itu banyak di gilai perempuan.


Jerry berniat bertanya lagi tapi dia memilih mengurungkan niatnya karena tidak mau nafsu makan adiknya menghilang.


"Sudah-sudah ayo makan, keburu dingin makanan nya" ajak nenek Alana mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Wah ayam geprek, punya uang dari mana?" tanya Olivia.


"Tadi dapat tip dari si cantik Felia" kata Jerry tersenyum.


"Pacar?" tanya Olivia.


Jerry menggeleng cepat.


"Dia sekertaris nya bos besar, orang nya cantik body nya aduhaaaa awwww!" Jerry meringis sakit karena telinga nya di jewer oleh sang nenek.


"Nenek sakit!" ringis Jerry.


"Makanya jangan bawa-bawa body, cepat makan!" tegas nenek Alana.


"Haha rasakan!" ledek Olivia sambil makan.


"Nenek lepaskan! aku mau makan" kata Jerry.


"Oke, makan jangan ngomongin cewek terus" ucap nenek Alana.


"Iya nenek cantik iya" jawab Jerry yang jewerannya langsung dilepaskan oleh sang nenek.


Lalu mereka pun langsung makan bersama, dalam hatinya Olivia yang mendengar nama Felia sekretaris cantik suaminya tiba-tiba merasa jika keputusan nya untuk berpisah dengan Roxy adalah keputusan yang sangat benar.


"Keputusan mu saat ini adalah benar Via, kamu tidak bisa memaksakan seseorang yang tidak mencintaimu, apalagi dia adalah Roxy si pemain wanita" batin Olivia dalam hatinya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏💪