I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Olivia sakit #2



Olivia sudah di periksa dokter, dia terkena gejala sakit DBD yang membuat Olivia harus di rujuk ke rumah sakit, lebih tepatnya atas paksaan kakek Rit.


Menurut dokter sakit Olivia masih gejala dan masih bisa di rawat di rumah, tapi kakek Rut memaksa jika dia tak mau cucu mantunya itu kenapa-kenapa dan meminta Olivia di rawat di rumah sakit.


Roxy mau tak mau harus menjaga Olivia di rumah sakit, dia tidak bekerja dan seharian menemani Olivia.


"Makan dulu" kata Roxy saat Olivia baru bangun.


"Aku tidak lapar" balas Olivia menolak.


"Jangan bandel, kamu harus makan!" tegas Roxy.


Membuat Olivia langsung menatap Roxy dingin.


"Kalau nggak mau ya jangan di paksa" kesal Olivia sambil menatap Roxy dingin.


Roxy menyimpan mangkuk berisi bubur itu, lalu dia bangkit dari duduk nya.


"Seharusnya aku memang membiarkan mu di sini sendirian, dasar menyusahkan!" kata Roxy yang marah.


"Tidak ada yang meminta di temani kamu" balas Olivia ketus.


Hufh..


Roxy menatap tajam ke arah Olivia, jika saja bukan karena perjanjian konyol itu Roxy tak akan melakukan semua ini.


Roxy yang kesal itu meleos pergi ke luar dari ruangan Olivia, meninggalkan Olivia yang sendirian.


"Dasar cwo nggak peka, harusnya dia tanya aku maunya apa, makan apa ini malah sewot lalu pergi" gerutu Olivia kesal.


Siapa yang mau makan dengan bubur rumah sakit yang rasanya tidak enak kurang bumbu.


Olivia melirik ke sekeliling nya, dia benar-benar merasa jenuh harus berada di ruangan yang sepi seperti ini.


Kriuk..


Tiba-tiba terdengar alarm alam Olivia.


Tangan Olivia memegang perut nya, dia merasa lapar.


"Apa aku cari makan saja ya" gumam Olivia.


Karena sangat lapar Olivia pun mencoba beranjak dari tempat tidurnya, rasa lemas dan pening seketika dia rasakan saat Olivia berdiri.


"Astaga pusing banget" Lanjut Olivia yang mulai berjalan.


Olivia berjalan keluar dari tuangan nya, saat keluar dia tak menemukan Roxy yang artinya Roxy pergi setelah marah.


Tapi Olivia tak terlalu perduli, dia juga masih kesal dengan Roxy yang pergi ke club tadi malam. bahkan seandainya Olivia tak menyusul mungkin saja Roxy sudah menggali lubang baru.


"Mbak pesan sup iga ya" kata Olivia saat sudah sampai di kantin rumah sakit.


"Di tunggu ya mbak" balas penjaga kantin.


Olivia mengangguk lalu dia memilih duduk di meja kosong, saat sedang menunggu Olivia yang sendirian itu tiba-tiba melihat sosok yang pernah bertemu dengan nya.


"Bukan kah dia pria itu" gumam Olivia.


Pria yang Olivia kenal itu juga mendekat ke arah Olivia, lalu tersenyum pada Olivia.


"Kita bertemu lagi" kata Ferry tersenyum.


"Hem, kamu sedang apa di sini?" tanya Olivia.


"Ayah ku sakit, kamu sendiri?" tanya balik Ferry, matanya juga melihat ke pakaian Olivia yang memakai baju pasien.


"Kamu sakit?" lanjut nya lagi.


Olivia mengangguk.


"Hanya gejala DBD" balas Olivia cepat.


"Itu bukan sakit biasa, sejak kapan?" tanya Ferry lagi.


"Tadi pagi, tapi sekarang sudah baikan" jelas Olivia lagi.


Tak lama kemudian pesanan Olivia datang, Olivia langsung makan tak lupa dia juga menawari Ferry, tapi Ferry menolak karena dia kesini untuk membeli makanan untuk Mama nya.


"Kenapa?" tanya Olivia.


"Tidak, kamu cantik saat makan" ucap Ferry jujur.


Uhuk!


Olivia langsung terbatuk mendengar nya, ini kali pertama nya dia di puji oleh seseorang.


"Kamu gombal, sudah berapa banyak cwek yang kamu gombalin seperti tadi?" tanya Olivia yang lanjut makan.


"Hanya kamu, dan kekasih ku" balas Ferry.


"Pasti dia cantik" ucap Olivia.


"Ya, dia cantik" jawab Ferry lagi.


Tak lama kemudian pesanan Ferry pun selesai dia langsung pergi untuk membayar.


"Aku pergi dulu" kata Ferry sambil melirik Olivia.


"Hem" balas Olivia sambil makan.


Lalu Ferry berjalan beberapa langkah, tapi belum jauh Ferry berjalan tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh suara Olivia.


"Tunggu" kata Olivia.


Ferry berbalik dan melihat ke arah Olivia.


"Kenapa?" tanya Ferry.


Olivia menyuapkan suapan terakhir nya, lalu berjalan mendekati Ferry yang berdiri tak jauh dari tempat duduk nya.


Ferry melihat Olivia yang tersenyum padanya, membuat dia merasa bingung sendiri.


"Pinjam uang boleh? aku nggak bawa ponsel dan uang tapi udah terlanjur makan, nanti kalau kita ketemu lagi aku janji bakal bayar tapi bayar nya pas ya nggak lebih soalnya kalau lebih masuknya uang riba karena berbunga" ucap Olivia panjang kali lebar yang intinya dia ingin meminjam uang.


"Astaga aku kira apa" Ferry menggelengkan kepalanya, lalu mengambil selembar uang 100 ribu dan di berikan pada Olivia.


"Jangan di bayar, anggap saja aku mentraktir mu" lanjut Ferry.


Olivia tersenyum menerima uang 100 ribu itu.


"Makasih, lain kali aku akan balas mentraktir mu" ucap Olivia tersenyum.


"Oke, kalau begitu aku pergi dulu" Ferry langsung pergi.


Sedangkan Olivia langsung membayar tagihan makanan yang dia makan.


Saat akan kembali ke kamar inap nya Olivia berpapasan dengan Roxy.


"Dari mana saja? aku mencari mu" tanya Roxy.


"Makan" balas Olivia langsung masuk.


"Tadi katanya nggak mau makan. kenapa sekarang malah makan?" Roxy mempermasalahkan nya.


"Terserah aku" balas Olivia sambil berjalan ke kamar mandi.


Dan Roxy mengikuti Olivia ke kamar mandi hingga dia melihat Olivia yang duduk di atas closed.


"Kamu ngapain?" tanya Roxy.


"Poop" balas Olivia santai.


Apa!


Seketika wajah Roxy langsung berubah dia berjalan keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru.


"Jorok!" gerutu Roxy kesal.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗