I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Mulai bekerja.



Olivia melihat Roxy yang sedang tidur, dia menggelengkan kepala nya melihat Roxy yang tubuhnya seperti kongkong.


Berbulu dan kekar.


"Ya ampun ini bayi kingkong kok nggak bangun-bangun" gumam Olivia sambil geleng-geleng.


Olivia mencoba membangunkan Roxy dengan menggoyangkan lengan Roxy pelan.


Tapi bukan nya bangun Roxy malah semakin nyenyak membuat Olivia langsung memukul pantat Roxy.


"Bangun, kita di tunggu kakek nenek" kata Olivia membangunkan Roxy.


"Lima menit lagi Mommy" ucap Roxy menyahut


Dia pikir yang sedang membangunkan nya itu adalah Mommy nya.


"Bangun, jangan malas-malasan cepat bangun" Olivia menarik tangan Roxy.


Dan hal itu membuat Roxy geram lalu membuka matanya.


"Berhenti mengganggu ku, enyahlah dasar penggaggu!" ketus Roxy kesal.


Roxy berniat kembai tidur tapi tiba-tiba perutnya mengeluarkan suara alarm keramat nya, yang mana membuat Roxy mau tak mau bangun.


Hufh..


"Sekali lagi kau mengganggu tidurku kau habis!" kesal Roxy lagi, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Olivia diam, pipinya memerah karena dia baru melihat sesuatu yang selama dua hari ini selalu membuatnya merasa gila.


Pentungan itu terlihat tidur, tapi meski begitu ukuran nya juga masih terlihat besar tidak kecil.


"Pantas saja sakit, ternyata tidurnya aja terlihat besar" gumam Olivia merinding membayangkan pentungan Roxy saat sudah menegang.


Sedangkan Roxy yang baru masuk ke dalam kamar mandi baru sadar jika dia masuk tanpa memakai apa-apa.


"No panik, dia sudah pernah merasakan untuk apa aku malu lagi pula aku tampan dan tubuh ku sempurna, jadi untuk apa aku malu" gumam Roxy sambil menyalakan shower.


Setelah selesai mandi Roxy keluar dengan handuk yang melingkar di pinggang nya.


"Kenapa masih disini?" tanya Roxy melihat Olivia yang duduk di tepi ranjang.


"Nunggu kamu" balas Olivia santai.


Roxy berjalan mendekati almari berniat mengambil pakaian nya tapi di hentikan oleh Olivia.


"Ini baju kamu sudah di siapin" ucap Olivia sambil memberikan baju pilihan nya.


Roxy melihat baju yang Olivia pilihkan, dan dengan malas mengambil baju itu.


"Heh mau ngapain?" tanya Olivia saat Roxy membuka handuk.


"Pakai baju, memang nya mau apa?" tanya Roxy melirik sinis.


Dan Olivia diam, dia rasa otak nya sudah mulai terbawa ke dalam pikiran yang jorok-jorok.


Setelah selesai berpakaian Roxy dan Olivia keluar dari kamar bersama, keduanya berjalan dengan memperlihatkan sedikit kemesraan.


"Jangan pegang-pegang" bisik Roxy.


"Kamu sudah setuju, jadi lakukanlah tugasmu yang tertulis dalam surat perjanjian kita" bisik Olivia sambil tersenyum pada nenek Alana dan kakek Rut.


Kakek Rut melihat Roxy dan Olivia yang berpegangan tangan, jelas dia tau jika sebelum nya keduanya tidak sedekat itu bahkan pernikahan nya pun juga bisa di bilang terpaksa.


"Apa Roxy berubah setelah candu dengan Via? jika benar begitu berarti Olivia telah berhasil meluluhkan cucuku" batin kakek Rut.


Selama makan kakek Rut terus melihat ke arah Roxy dan Olivia, dia masih tidak menyangka jika cucunya akan menerima Olivia secepat ini.


"Dasar gadis kampungan, dia pikir rumah kakek ku panti jompo apa harus menampung nenek-nenek, jangan bilang setelah ini juga akan membawa banyak lansia lagi" batin Roxy terlihat tak suka dengan kehadiran nenek Alana.


*****


Setelah selesai makan Roxy langsung pergi karena hari ini akan menjadi hari pertama dia bekerja di kantor.


Dan kakek Rut juga ikut, meski kesiangan tapi kakek Rut sudah mengumpulkan orang-orang kantor untuk menyambut CEO baru mereka.


"Kakek bagaimana kalau aku tidak bisa?" tanya Roxy sebenarnya tidak percaya diri.


"Kau lulusan S2 New York, untuk apa kau lulus jika kau masih bodoh" balas kakek Rut selalu random.


"Kakek aku belum memiliki pengalaman, aku__" ucap Roxy terpotong.


"Maka dari itu mulai sekarang bekerja dengan benar, kau yang tidak punya pengalaman bukan berarti tidak bisa bekerja bukan? atau jangan-jangan kau mau kakek berikan bagian OB?" tanya kakek Rut.


Yang langsung mendaptkan tatapan kesal Roxy.


"Kakek serius? aku cucu kakek yang benar saja jadi OB" balas Roxy geram.


"Kalau begitu terima posisi mu yang akan menjadi CEO di perusahaan kakek, ingat 3 kali kau tidak bisa mengerjakan pekerjaan dengan benar kakek tidak akan memberikan mu kesempatan lagi, dan itu artinya seluruh harta kakek akan di berikan pada Olivia" kata kakek Rut santai.


Dan membuat Roxy menatap tajam sangka kakek.


"Sebenarnya yang cucu kakek itu siapa! aku atau gadis kampung itu?" kesal Roxy menatap kakek nya dengan geram.


"Kau memang cucuku, tapi Olivia dia yang membuat kakek menjadi semangat hidup dengan tingkah lucunya yang selalu membuat kakek semakin bersemangat" kelas kakek Rut lagi.


Cih..


Roxy yakin jika tujuan Olivia menikahi nya itu pasti karena yang, ya dia sangat yakin.


"Lihatlah gadis kampung aku tidak akan membiarkan kamu mendapatkan apapun dari kakek ku, camkan itu" gumam Roxy pelan hampir tidak terdengar.


Tak lama kemudian mereka sampai di perusahaan, Roxy langsung di kenalkan pada semua karyawan dan bawahan kakek Rut saat sedang menjabat menjadi CEO.


Setelah mengenalkan Roxy kakek Rut mengajarkan Roxy banyak hal termasuk cara menjadi pemimpin yang berkharisma dan di segani bawahan nya.


Kakek Rut dengan sabar mengajarkan Roxy hingga akhirnya masuk waktu makan siang dan keduanya pun memilih makan di luar.


Sedangkan di rumah nampak Olivia yang sedang duduk bersama nenek Alana.


"Via apakah Roxy baik padamu?" tanya nenek Alana.


"Iya nek, kenapa nenek bertanya seperti itu?" tanya Olivia.


"Tidak kenapa-kenapa, nenek hanya heran saja kalian menikah tapi tidak ada foto pernikahan di sini, seperti nikah paksa aja" ucap nenek Alana lagi.


Deg..


Andai nenek nya tau pernikahan nya memang terpaksa dan itu pun karena skandal malam di ranjang yang salah.


Karena tidak mau nenek Alana curiga Olivia pun berbohong jika pernikahan nya di lakukan dengan sederhana karena orang tua Roxy masih di luar negri, Olivia berbohong lagi jika dia akan mengadakan resepsi pernikahan dengan megah di gedung mewah tapi nanti menunggu orang tua Roxy pulang dulu.


"Maaf nek, aku tidak bisa jujur sama nenek. aku takut nenek sedih kalau tau aku bahkan tak di hargai sebagai seorang istri oleh suamiku dan hanya di jadikan alat pemuas nya saja." batin Olivia salam hatinya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏