I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Mencari Roxy.



Di club Roxy yang baru sampai itu langsung menghampiri kedua teman nya, nampak Mark dan Billy yang sedang di temani wanita sambil meminum alcohol.


"Kau mabuk Bil?" tanya Roxy.


"Ya, kau juga bersenang-senanglah aku traktir" kata Billy terlihat sudah mabuk.


"Oke" Roxy melirik seorang wanita.


Dan seolah paham dengan kode nya wanita berpakaian seksi itu mendekati Roxy, tangan nya mengambilkan gelas berisikkan alcohol pada Roxy.


Roxy menerima nya dan meneguk sedikit-sedikit, ketiganya nampak senang bahkan meski sudah mabuk teman-teman Roxy masih bisa berjoget.


"Tuan anda mau lanjut ke kamar?" tanya wanita yang menemani Roxy.


"Ya, kau harus memuaskan ku" balas Roxy yang mabuk.


"Dengan senang hati tuan" ucap wanita itu tersenyum karena akan mendapatkan uang banyak.


Di sisi lain nampak Olivia yang baru masuk ke dalam club, dia melihat sekeliling nya dan tangannya menutupi telinganya karena suara bising.


"Tempat apa ini, kenapa berisik sekali" gumam Olivia sambil berjalan.


Susah bagi Olivia yang belum pernah ke tempat seperti ini bisa menemukan satu orang, apalagi tempatnya remang-remang dan penuh dengan orang mabuk.


"Halo cantik, main yuk" ucap seseorang di belakang Olivia.


Olivia berbalik ke belakang, dia melongo melhat om-om berperut buncit yang menatapnya penuh nafsu.


"Inget umur pak, inget anak istri di rumah" kata Olivia tak habis pikir.


"Ngapain inget mereka yang sedang di rumah, mending kita main yang enak-enak aja, yuk nanti om kasih jajan deh" lanjut om-om berperut buncit itu lagi.


Olivia bergedik ngeri melihat pria di depan nya itu, lalu memilih pergi meleos pergi saja.


Olivia masuk ke dalam kerumunan orang-orang yang sedang berjoget, nihil dia juga tak melihat sosok yang dia cari.


"Kenapa susah sekali sih, lagian apa yang dia cari di sini selain mabuk dan joget?" gumam Olivia sambil keluar dari kerumunan orang-orang yang berjoget itu.


Rasanya kepala nya terasa pusing, tapi meski begitu Olivia mengesampingkan rasa pusingnya dan memilih kembali mencari Olivia.


Saat berjalan Olivia yang mencari suaminya itu tiba-tiba melihat sosok yang dia kenali.


"Bukan kah itu teman nya Roxy, ya kalau tidak salah nama nya adalah Mark, dia mau kemana?" gumam Olivia melihat Mark.


Karena penasaran Olivia mengikuti Mark hingga dia melihat Mark yang masuk ke salah satu kamar, dan Olivia ikut masuk ke dalam nya.


"Mark" panggil Olivia.


Astaga!


Olivia menutup matanya saat melihat Mark yang di tindih wanita setengah bug*lnya.


"Aku seperti mendengar suara sicantik" gumam Mark.


"Mark, dimana Roxy suamiku?" tanya Olivia tapi dia memilih membelakangi nya karena merasa malu dengan apa yang harus dia lihat.


"Roxy? dia mungkin ngamar bersama wanitanya" jelas Mark enteng.


Apa!


"Nomer, aku lupa tapi cek saja kamar sebelah karena setahu ku Billy memesan tiga kamar, mungkin kamar nya bersebelahan" jelas Mark.


Olivia hanya memgangguk lalu keluar dari kamar Mark.


"Ayo cantik buat aku puas dengan goyangan mu" kata Mark sambil memukul manja bokoong wanita nya.


"Tentu tuan, milik anda sudah tegang saya mainkan boleh?" tanya wanita itu.


"Ya lakukan sesuka mu, aku akan pasrah" balas Mark yang sudah terlentang pasrah menunggu permainan nya di mulai.


Olivia mengetuk pintu kamar di sebelah kamar Mark, dia menunggu lama hingga seorang wanita yang membuka pintu kamar itu.


"Kamarnya sudah penuh mbak" kata wanita itu yang pakaian nya sudah tidak rapih lagi.


"Apa pria ini yang mbak akan puaskan?" tanya Olivia memperlihatkan foto Roxy.


Wanita itu melihat foto Roxy, lalu dia menggeleng.


"Ini teman nya, kalau yang ini belum masuk kamar kayanya masih mabuk soalnya tadi dia yang terakhir" jelas wanita itu.


Olivia menghela nafasnya lega mendengar Roxy belum masuk kamar seperti Mark dan Billy.


Sebelum pergi Olivia melihat wanita itu, lalu tersenyum.


"Mbak cantik, sayang kalau jadi wanita seperti ini" kata Olivia.


"Kalau ada pekerjaan lain yang gajih nya bagus saya nggak akan seperti ini mbak, lagian cuman kerja seperti ini yang mudah dapat uang, mbak urusin pacarnya aja masalah saya biarlah urusan saya." tegas wanita itu lalu menutup pintunya.


Olivia menggelengkan kepalanya lalu dia pun pergi mencari suaminya, dan benar saja saat di bawah Olivia pun melihat Roxy yang sedang minum-minum di temani seorang wanita seksi.


"Heran, tadi aku perasaan sudah kesini tapi kok nggak lihat" gumam Olivia sambil mendekati Roxy.


Dan di saat bersamaan Roxy juga akan di bopong oleh wanita itu, melihat suaminya akan di bawa Olivia langsung gerak cepat.


"Ini suamiku, jangan harap dia akan mendapatkan lubang lain" tegas Olivia sambil menahan tubuh besar Roxy yang berat.


"Mbak siapa sih, ini pelanggan saya jangan harap ya saya mau bagi-bagi pelanggan, cari saja yang baru sana" ketus wanita itu tak mau memberikan Roxy.


Olivia kesal, dia melihat Roxy yang sudah mabuk lalu menghembuskan nafasnya.


"Terserah dia suamiku, jadi jangan coba halangi aku membawa nya dari tempat aneh ini, atau kau akan tau akibatnya!" tegas Olivia sambil menarik Roxy.


Tapi sekali lagi wanita itu kekeh ingin mempertahankan Roxy, hingga membuat Olivia kesal dan terjadilah adu jambak di antara keduanya.


Awww!


"Rassakan ini, kau pikir aku takut hah!" Olivia yang jago dalam hal ini nampak menang banyak.


Terlihat dari wajah wanita itu yang terlihat kesakitan, bahkan dia kesusahan membalas apa yang Olivia lakukan.


Roxy yang kembali duduk itu samar-samar seperti melihat Olivia yang membuat dia berkata..


"Efek minuman ini sangat aneh, seperti nya gadis itu terlalu mendominasi ku sehingga saat ini wanita yang sedang bersamaku bahkan terlihat seperti gadis itu" gumam Roxy sambil memijat kepalanya yang terasa pening.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗