I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Membantu masak



"Darimana saja?" tanya kakek Rut.


Yang membuat langkah Roxy terhenti, dan melirik kakeknya yang sedang duduk santai.


"Nggak kebalik, kakek yang dari mana di tunggu-tunggu malah hilang" ucap Roxy balik bertanya.


Hah?


"Kakek lari pagi, kamu yang kemana" balas kakek Rut cepat.


"Tentu saja aku lari, tidak sepeti kakek yang lari di tempat" sahut Roxy lagi.


Lalu Roxy meleos karena dia takut keceplosan sejak tadi dia mengikiti Olivia yang pergi ke pasar.


Dan satu hal yang Roxy baru ketahui ternyata Olivia adalah kembang nya di kampung nya, semua itu terlihat dari banyak nya pria yang tadi mencoba mendekati Olivia.


"Apa yang aku pikirkan, aku harus menepis jauh perasaan aneh ini, ya jangan sampai aku ikut-ikutan menyukai gadis menyebalkan itu" gumam Roxy yang memilih mandi.


Sedangkan di luar nampak kakek Rut yang sedang duduk santai, encok nya kembali kambuh membuat dia tadi tidak jadi lari pagi dan kembali pulang ke rumah.


Saat melamun sendirian tiba-tiba kakek Rut melihat Olivia, membuat dia bangkit dari duduknya dan mendekati cucu mantunya itu.


"Via, sedang apa?" tanya kakek Rut.


"Ambil kunyit kek" balas Olivia sambil mencoba menggali kunyit.


Kakek Rut melihat Olivia yang menggali kunyit tersenyum.


"Memang ada yang harus di obati dari cucuku, bagaimana bisa dia mengabaikan gadis sesempurna ini, mandiri bahkan segala bisa" batin Kakek Rut heran.


"Via, nanti datanglah ke rumah kakek untuk main catur lagi, kakek bosan tidak ada aktivitas" ucap kakek Rut.


"Boleh, tapi nanti siang ya kek. aku dan nenek mau makan dulu" jawab Olivia.


"Makanan?" tanya kakek Rut.


Olivia hanya mengangguk, lalu dia pergi karena hari ini mereka akan masak banyak.


Kakek Rut melihat Olivia yang pergi, otak pintar nya seketika mendapatkan ide untuk bisa masuk ke dalam rumah nenek Alana.


Kakek Rut masuk ke dalam rumah nya lalu mengetuk pintu kamar cucunya.


Tok.. tok..


"Buka!" kata kakek Rut mengetuk pintu.


"Seben___" ucap Roxy terpotong karena pintu sudah terbuka memperlihatkan kakek nya yang ada di ambang pintu.


"Kakek!" Roxy melotot.


Bagaimana tidak saat ini dia sedang akan memakai celananya dan bisa dibayangkan jika saat ini Roxy bahkan belum memakai setengah dari celananya itu.


Kakek Rut yang melihat itu alih-alih malu karena melihat tubuh terbuka cucunya, dia malah dengan santainya berkata..


"Pakai celanamu. Kau seperti anak kecil saja" ucap kakek Rut dengan santai.


Dan Roxy yang mendengar itu tentu saja matanya melotot sempurna.


"Keluar!" tegas Roxy yang murka.


"Oke" Kakek Rut pun akhirnya keluar.


Lalu Roxy yang ada di dalam kamar pun langsung memakai pakaiannya dengan wajah yang sangat kesal tentunya, bisa-bisanya dia dua kali terciduk tidak memakai pakaian nya oleh sang kakek.


Tapi bukannya menjawab, kakek Rut malah menarik tangan Roxy keluar dari rumah mereka.


Lalu dia lanjut membawa cucunya itu ke rumah tetangganya yaitu rumah nenek Alana, kakek Rut mau mengetuk pintu.


Dan pintu pun dibuka oleh nenek Alana.


"Kau mau ngapain ke sini?" tanya nenek Alana melihat kakek Rut an Roxy bergantian.


"Aku sedang ingin bertemu. Apakah aku mengganggu mu?"tanya kakek dan jangan ditanya bagaimana ekspresi Roxy saat melihat gelagat kakeknya yang sudah jelas-jelas ingin mendekati nenek Alana.


"Kebetulan sekali kalian datang ke sini, kalian bisa membantuku untuk mengupas kentang kata nenek Alana yang merasa senang karena mendapatkan bala bantuan dari tetangga barunya.


Roxy sebenarnya malas untuk masuk tapi jika dipikir-pikir lagi dia mungkin akan bertemu dengan Olivia lagi, dan pada akhirnya Roxy pun akhirnya setuju untuk ikut masuk.


Saat sampai di dapur Olivia yang melihat kedatangan Roxy dan kakek Rut tentu saja bingung.


"Nenek kenapa membawa mereka?" tanya Olivia heran.


"Mereka akan membantu mengusap kentang" balas nenek Alana memberikan alat pengusap kentang berupa dua pisau.


Lalu kakek Rut menerima kedua pisau itu dan duduk di dekat Olivia, lebih tetapnya di samping Olivia.


"Nenek yakin kentang nya tidak akan banyak terbuang?" tanya Olivia tak yakin Roxy dan kakek Rut bisa bekerja dengan benar.


"Kau menyepelekan kami, lihat aku dan kakek akan bekerja dengan rapih" sahut Roxy tidak suka dengan Olivia yang terang-terangan meremehkan nya.


Lalu Roxy dan kakek Rut mulai mengupasi kentang, semula keduanya nampak bisa mengupas dengan benar.


"Lihat baguskan" Roxy memamerkan hasilnya.


Olivia melihat itu hanya acuh dan tak berniat menjawab.


"Baru begitu saja songong" gumam Olivia yang sedang mengupas bawang.


Untuk beberapa saat mereka nampak hening dengan pekerjaan masing-masing, hingga..


Aww!


Jeritan Olivia membuat Roxy dan yang lain nyan kaget.


"Kenapa?" tanya nenek Alana.


Dan Olivia memperlihatkan jarinya yang terkena goresan pisau.


Roxy yang melihat itu langsung memegang jari Olivia dan memasukkan ke mulutnya.


"Hey apa yang kamu lakukan" kata Olivia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Roxy.


"Diamlah jika tidak begini darahnya akan semakin keluar" balas Roxy yang masih mengulum jari Olivia.


Cukup lama, hingga akhirnya Olivia melepaskan jadinya dari mulut Roxy, Olivia langsung bangkit dan pergi mengambil obat merah yang ada di kamar nya.


Roxy yang melihat itu langsung berdiri dan pergi mengikuti Olivia yang sedang mengobati jarinya yang terluka.


Sedangkan di dapur tinggal nenek Alana dan kakek Rut nampak saling berpandangan, entah apa yang sedang keduanya pikirkan tapi dari raut wajah keduanya terlihat jelas jika keduanya seperti sama-sama memiliki pemikiran yang satu tujuan yang sama.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏