
"Kamu yakin akan bercerai?" tanya kakek Rut saat Roxy masuk ke dalam rumahnya.
Roxy mendengar ucapan kakek nya tapi dia memilih langsung masuk ke dalam kamar nya.
Dan aloh-alih diam kakek Rut yang di hindari mengikuti Roxy masuk ke dalam kamar cucunya.
"Ada tikus" kata kakek Rut.
Tikus?
Aaa!
"Dimana?" Roxy langsung naik ke atas ranjangnya.
Kakek Rut yang melihat reaksi kakek nya nampak geleng-geleng kepala.
"Ini tikusnya" kakek Rut memukul kaki cucunya.
"Turun!" titah kakek Rut lagi.
Lalu Roxy turun dari ranjang dengan wajah kesalnya.
Kakek Rut duduk, dia melirik cucunya yang juga duduk di samping nya.
"Pikirkan sekali lagi" kata kakek Rut.
"Kakek maksa banget" balas Roxy tak suka di suruh.
"Bukan memaksa, tapi minta kamu mikir" sahut kakek Rut santai.
"Ya kalau kamu nggak mau ya nggak papa, berarti kakek jadi jodohin Olivia dengan anak teman kakek" balas kakek Rut asih dengan wajah santai nya.
Roxy mendengar itu memutar bola matanya malas, lalu matanya melihat binatang yang sangat dia takuti selain fikus.
Kecoa!
Roxy berteriak histeris.
"Mana?" tanya kakek Rut melihat ke bawah kakinya.
"Di kaki kakek!" balas Roxy langsung naik ke atas ranjang nya.
Dan kakek Rut dia yang melihat kecoa berada di kakinya nampak ketakutan, dia langsung berdiri dan berteriak histeris.
"Kecoa, astaga kecoa tolong" histeris kakek Rut.
Kakek Rut keluar dari kamar Roxy dengan berlari, dan..
Kruk!
Suara tulang bergeser terdengar membuat kakek Rut meringis sakit dan akhirnya jatuh.
"Astaga, kakek" Roxy melihat kakek nya jatuh nampak panik.
Tapi baru saja dia akan menurunkan kakinya matanya kembali melihat kecoa, dan sontak saja membuat Roxy tidak jadi turun dari ranjang nya.
"Tolong" ringis kakek Rut kesakitan.
"Susah kek, ada kecoa" balas Roxy takut.
"Dasar cucu tengik" kesal kakek Rut tak bisa berdiri karena pinggang nya terasa sakit.
Roxy hanya bisa melihat kakek nya dengan wajah mirisnya, dan kembali dia bergedik takut melihat kecoa yang bergerak kesana kemari seolah menari di ubin kamarnya.
****
Keesokan harinya, nenek Alana yang mendengar jika kakek Rut sakit membuatkan bubur untuk kakek Rut.
"Via sudah sembuh nek?" tanya Roxy.
"Hem, sudah baikan itu lagi jemur baju" balas nenek Alana.
Lalu nenek Alana masuk ke dalam kamar kakek Rut, dia membawa bubur buatan nya untuk sang mantan kekasih.
"Alana" wajah kakek Rut langsung berubah semangat.
"Rut, kau sakit apa?" tanya nenek Alana menarik kursi dan duduk.
"Encok" balas Kakek Rut singkat.
"Penyakit tua ternyata" nenek Alana menyodorkan suapan pertama.
"Tua juga masih kuat untuk olahraga panas" kata kakek Rut dengan wajah kesalnya.
"Ya terserah tapi tidak ada yang mau menikahi kakek-kakek bau tanah" balas nenek Alana tersenyum mengejek.
"Alana!" kakek Rut manyun.
"Buka mulut mu, jangan drama terus" sahut nenek Alana.
Kakek Rut akhirnya membuka mulutnya dan mau makan dengan di suapi oleh nenek Alana.
Nenek Alana menyuapi kakek Rut sambil mengajak mengobrol, dan kakek Rut yang sadar jika makanan nya hampir habis dia memilih untuk banyak berbicara agar waktu bersama nenek Alana bisa semakin lama.
Sedangkan di halaman rumah nampak Roxy yang sedang menantu Olivia untuk menjemur pakaian.
"Udah biarin, kamu nggak akan bisa" kata Olivia menarik baju di tangan Roxy.
"Aku bisa" balas Roxy balas menarik baju itu.
Dan terjadi tarik menarik antara Olivia dan Roxy, hingga..
Wekk!
Baju berbahan tipis itu sobek, membuar Roxy dan Olivia seketika saling melirik.
"Itu baju kesayangan nenek" kata Olivia.
"Baju jelek begitu?" Roxy menatap remah pada baju yang menurutnya jelek karena mudah sobek.
"Baju itu memang jelek, tapi kenangan di baju ini banyak karena nenek bilang ini baju yang dia pakai saat nenek masih bersama kakek" balas Olivia.
Roxy diam, dia melihat baju itu lalu Roxy memfoto baju itu, dia meminta seseorang untuk membelikan baju yang sama untuk mengganti baju itu.
"Di beli pun nggak akan sama" kata Olivia.
"Ya, tapi setidaknya nenek tidak akan sedih jika sampai kehilangan barang yang dia sayangi" balas Roxy kembali menjemur pakaian yang lain.
Hingga tangan nya memegang sesuatu berbentuk gunung.
Glek!
"Jangan pegang!" kata Olivia menghentikan.
Tapi Roxy malah meremas nya, membuat Olivia mengigit bibir nya pelan, masih ingat rasanya.
"Astaga, apa yang aku pikirkan. kenapa malah pikiran nya malah ingat yang jorok nya aja." batin Olivia menggerutu karena isi pikiran nya mesum.
Sedangkan Roxy dia nampak melihat ke arah Olivia, tapi matanya hanya tertuju pada dada Olivia yang menurutnya semakin besar.
"Gede" celetuk Roxy.
"Apa kamu bilang?" Olivia melotot.
"Tekad ku gede" balas Roxy asal.
Dan tentu nya masih mendapatkan tatapan tajam Olivia yang yakin jika pikiran Roxy tak kalah mesum dari pemikiran nya.
Setelah itu Roxy tak langsung pulang melainkan dia memilih untuk makan di rumah nenek Alana.
"Hanya ada bubur buatan nenek, nggak papa?" tanya Olivia.
"Tak masalah" balas Roxy santai.
Olivia langsung menyiapkan dua mangkuk bubur untuk nya dan Roxy, Setelah itu Olivia langsung makan, begitupun dengan Roxy yang langsung makan.
Selama makan keduanya hanya diam, entah kenapa Roxy merasa hangat saat kehidupan nya seperti ini dengan Olivia, tidak ada kehidupan mewah dan hanya ada kehidupan sederhana yang membuat Roxy sedikitnya merasa sensasi kehidupan berbeda.
"Kenapa lihat-lihat!" Olivia menatap Roxy.
"Kamu cantik " balas Roxy singkat lalu kembali makan bubur.
Dan Olivia yang melihat itu nampak diam, pipinya memerah entah kenapa Olivia merasa malu saat di puji oleh Roxy.
Roxy melihat Olivia yang salah tingkah, dia tersenyum ternyata gombalan nya itu berhasil membuat Olivia menjadi salah tingkah seperti itu.
🌹
Pelan-pelan saja😅
Ada yang pernah ngalamin bayi/ balita nya batuk lebih dari seminggu nggak, ini dede Devan batuk nya susah berhenti udah minum obat juga dan udah ke dokter juga, tapi malah batuk terus dua hari ini juga batuk nya sampai muntah asi.
Siapa tau ada yang tau obat alaminya, soalnya kasian lihat dede batuk terus ini sakit di hari ke 8 tapi semoga besok nya sembuh, amin🤲
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏