
Keesokan harinya Roxy yang baru sampai dikantor di hadang oleh Felia.
"Ada apa?" tanya Roxy.
"Tuan, saya kemarin sudah menunggu anda di kantor tapi sampai menjelang malam anda sama sekali tidak terlihat apa dan Tuan mau mempermainkan saya?" ucap Felia yang mengatakan unek-unek nya kemarin yang di buat menunggu lama.
"Kemarin libur, apa kau amnesia dengan hari libur?" tanya Roxy heran.
"Tuan bilang akan mengagak saya untuk sesuatu yang panas, dan karena itulah saya datang ke kantor di hari libur" jelas Felia lagi.
"Kau terlalu pede, siapa juga yang mau mengajak mu ke ranjang ku, cih.. bahkan berapa bawahan ku kau layani hanya untuk uang recehan, terlalu obsesi" kata Roxy sedikit mengejek.
"Dari mana tuan Roxy tau, apa mereka saling memberitahu akan pengalaman mereka?" batin Felia dalam hatinya.
Felia berusah tenang meski aib nya sudah di bongkar oleh Roxy.
Menurut nya dia masih akan tetap mendapatkan Roxy, hanya perlu lebih agresif saja agar bosnya mudah di dapatkan.
Roxy meleos meninggalkan Felia yang masih berdiri di tempat nya itu.
"Lihat saja aku akan memdapatkan mu tuan sombong" gumam Felia lagi.
Siang nya Roxy kedatangan Billy dan Mark, keduanya sengaja berkunjung karena ingin melihat teman nya yang sudah bekerja.
"Seperti nya Roxy banyak perubahan setelah menikah, apa aku harus nikah juga biar banyak perubahan?" pikir Mark sambil melirik kedua teman nya.
"Berubah saja jadi power rangers" sahut Billy ketus.
"Kau tidak tau saja jika menikah itu membuat aku merasa seperti tidak bebas, bahkan untuk uang pun dipegang istri" gerutu Roxy sambil memainkan pulpen nya.
"Jadi kau susis (suami takut istri)" tanya Mark dan Billy kompak.
Dan mendapatkan gelengan kepala dari Roxy cepat.
"Enak saja, aku tetap tidak bisa takut pada apapun, tapi kakek memberikan gajih ku pada gadis itu" gerutu Roxy kesal.
Billy dan Mark mendengar penjelasan Roxy hanya bisa merasa miris karena nasib Roxy yang malang.
"Kalau aku jadi suami nanti aku tidak mau uang di pegang istri, enak saja aku yang kerja istri yang enak" kata Mark menimpali.
"Menurut ku uang suami adalah uang istri, jadi tak masalah jika uangku di pegang istri asalkan disetia" kini Billy yang ikut mengeluarkan pikiran nya.
Roxy melihat ke arah Billy, dari sebagian temannya memang Billy yang lebih dewasa pemikiran nya.
"Bagaimana jika dia tidak setia?" tanya Roxy.
"Ya paling uangnya di bawa kabur" celetuk Mark.
"Istri yang baik tidak akan seperti itu, sekarang aku tanya apa Olivia memperlihatkan tanda-tanda aneh?" tanya Billy.
"Dia sangat pelit untuk membeli apapun, bahkan untuk baju nya pun dia pun hanya menggunakan budget 1 juta, dan yang paling menyebalkan adalah dia yang memberikan jatah 10 juta untuk satu bulan, termasuk biaya makan dan BBM juga" jelas Roxy panjang kali lebar.
"Ck, kalau dia jadi istriku sudah aku buang dia, enak saja aku yang kerja dia yang enak pegang duit" cerocos Mark.
"Jika kau bosan berikan padaku, aku butuh istri seperti itu, hemat dan pandai mengatur uang, apa istrimu pintar masak?" tanya Billy.
"Ya, dia sudah seperti pembantu karena selalu memperkerjakan pekerjaan rumah, dan untuk masakkan nya sih enak" jelas Roxy lagi.
Membuat Billy langsung berkata..
"Aku serius jika bosan antarkan Olivia padaku, aku akan senang menggantikan mu menjadi suaminya" kata Billy serius.
Dan langsung di balas dengan tawa Roxy dan Billy, lalu mereka bertiga pun pergi untuk makan siang bersama.
Sesampainya di restoran dekat kantor Roxy mereka bertiga langsung memesan makanannya.
Ketiga nya asyik makan sampai akhirnya Mark melihat sosok yang dia kenali.
"Roxy bukan kah itu istrimu" tunjuk Mark ke arah Olivia yang sedang di parkiran.
Dan sontak saja Roxy melihat ke arah parkiran, alisnya terangkat saat melihat Olivia yang sedang bersama seorang pria.
"Via bersama siapa?" tanya Billy.
Roxy melihat lebih jelas lagi hingga dia sadar jika pria yang sedang bersama Olivia itu adalah anak teman kakek nya.
"Dia Fery, anak teman kakek ku" kata Roxy acuh.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan bersamaan dengan Olivia yang pergi.
"Kau tak takut Olivia di ambil pria itu?" tanya Mark menggoda.
"Untuk apa, jika dia di ambil pria lain baguslah berarti hidup ku akan bebas" balas Roxy sambil makan.
"Ucapan adalah doa, aku harap Olivia tak akan benar-benar di ambil orang" Billy menimpali.
"Aku tidak perduli" sahut Roxy masih dengan santai nya makan.
Dan saat makan Roxy nampak kepikiran dengan Olivia, dia heran kenapa bisa Olivia bersama Fery padahal setahunya Fery itu adalah orang yang sibuk.
"Biarkan saja Roxy, jika Via berselingkuh maka kamu akan bisa bebas lagi, lagi pula dia bukan tipe mu dia hanya gadis kampungan yang menyebalkan" batin Roxy sambil makan.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya ❤🙏🤗