
Setelah di suruh mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan pada Olivia Roxy nampak uring-uringan di kamar nya.
Dia jelas belum siap menikah, apalagi calon istrinya itu notabe bya adalah seorang pembantu yang bahkan asal usulnya saja tidak jelas.
"Kakek benar-benar keterlaluan!" kesal Roxy.
Roxy yang kesal memilih menelpon Mommy nya, berharap jika Mommy nya akan mengirimi nya uang dan dia bisa kabur dari kakek nya.
Ya Roxy bisa saja kabur sekarang tapi dia tak memiliki banyak uang, tabungan nya hanya cukup untuk satu bulan yang membuat Roxy tak bisa menghindar.
"Halo Mommy"
"Roxy sayang, selamat Mommy sudah mendengar kabar kamu yang akan menikah" terdengar suara wanita yang dari nada bicara nya seperti happy.
"Mommy tau? dan apa pendapat Mommy?" tanya Roxy.
"Mommy setuju dengan Daddy mu, kamu memang harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan" balas Mommy Elsa.
Hufh!
Seperti nya memang tidak ada yang bisa membela nya.
"Mommy, aku di jebak" Roxy masih berharap mommy nya mempercayai nya.
"Kamu di jebak ke dalam ranjang yang kamu sukai? oh sayang itu bukan jebakan tapi takdir yang akan membuat anak Mommy menjadi laki-laki Sejati" kata Mommy Elsa lagi.
"No Mommy, aku akan tersiksa di sini. Mommy tolong aku, aku mohon kirim kan aku ua__" ucap Roxy terpotong.
"Tidak ada kiriman uang, setelah menikah kau harus kerja mengurusi perusahaan kakek agar kah bisa memberikan nafkah pada istrimu" terdengar suara seorang pria, yaitu Daddy Rex.
"Kalian jahat!" kesal Roxy karena orang tuanya tak membela nya.
"Terserah apa kata mu usiamu sudah 27 tahun, kau sangat pas untuk menikah, Daddy harap kamu bisa lebih dewasa setelah ini" balas Daddy Rex lagi.
"Dan jangan lupa kasih cucu, Mommy tak sabar mendapatkan cucu yang banyak dari kamu sayang" teriak Mommy Elsa.
Roxy mendengar ucapan Mommy nya jelas semakin kesal, dan memilih mematikan panggilan nya sepihak.
Tut!
"Heran, sebenarnya aku anak tiri atau anak angkat, tidak ada rasa sayang sedikit pun" kesal Roxy menggerutu.
Lalu Roxy pun membaringkan di tubuhnya, dan di liriknya seprai berdarah bekas percintaan panasnya semalam.
"Gadis itu, aku harus membuat dia enyah dari kehidupan ku" geram Roxy kesal.
Lalu Roxy yang kesal itu memilih menelpon teman nya yaitu Billy, niatnya ingin meminjam uang untuk membuat Olivia hilang dari kehidupan nya.
Dan dengan mudah nya Billy yang sudah berteman lama dengan Roxy memberikan pinjam uang 1M pada sang sahabat.
"Aku akan membayarnya secepatnya" kata Roxy berjanji.
"Santai saja, kau ada masalah?" tanya Billy kepo.
"Ya, besok aku menikah" jelas Roxy.
What!
"Kau serius? jangan bilang kau menikah dengan__" ucap Billy terpotong.
"Ya, pembantu tak jelas itu" sahut Roxy dengan kesal.
"Kanapa?" tanya Billy lagi.
Lalu Roxy pun menjelaskan jika semalam dia melakukan hal yang di luar kendalinya.
"Kau beruntung" kata Billy.
"Lebih ke buntung" balas Roxy lagi.
"Setidaknya dia masih peraw*n bukan janda seperti mantan-mantan mu yang lain nya" sahut Billy lagi.
"Tidak dengan Syella" ucap Roxy membela satu mantan nya.
Dan Billy paling malas jika Roxy membahas nama Syella, karena menurutnya Syella lah yang membuat Roxy memiliki masalah dengan keluarga nya.
"Dia selingkuh, sudahlah aku akan kerja lagi" ucap Billy yang langsung mematikan panggilan nya sepihak.
Roxy menghembuskan nafasnya kasar, dan setelah itu dia melihat notip mbanking dimana Roxy sudah mengirimkan uang yang dia pinjam beberapa menit yang lalu.
****
Di sisi lain Olivia nampak sedang duduk di pinggir ranjang setelah mendapatkan telpon dari kakaknya.
Olivia mengirimkan sejumlah uang pada sang kakak yang sedang terlilit hutang, dia tak bisa mengabaikan sang kakak meski saat ini dia bahkan memiliki masalah besar.
Saat Olivia sedang memikirkan sang kakak yang tak kunjung berubah tiba-tiba pintu kamar Olivia pun terbuka dan terlihatlah Roxy yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Olivia.
Brukk!
Roxy langsung menutup Pintu kamar Olivia karena tidak mau di ketahui kakek nya.
"Tuan anda mau apa?" tanya Olivia yang langsung berdiri.
Tangan Olivia menutupi bagian dada nya, dia berpikir Roxy marah dan akan mengulangi kejadian semalam.
Tapi Roxy yang melihat gelagat Olivia langsung paham jika Olivia mungkin berpikir dia akan memperk*sanya lagi.
"Jangan geer kau bukan tipe ku" kata Roxy tegas
"Bukan tipe tapi tuan memper__" ucap Olivia terpotong.
"Diamlah kau pikir kau cantik!" ketus Roxy murka.
"Akan aneh jika saya ganteng tuan" balas Olivia lagi.
Dan membuat Roxy kesal bukan main karang ada saja jawaban dari Olivia yang membuatnya kesal bukan main.
"Ambil uang ini dan pergi jangan pernah kembali" Roxy melemparkan selembar cek berisi uang 1M sebagai ganti dari apa yang dia lakukan.
"Bagaimana kalau saya hamil tuan" tanya gadis 18 tahun itu sambil melihat cek di tangan nya.
"Itu urusan mu, yang jelas aku tidak mau kau menghancurkan hidup ku!" tegas Roxy sekali lagi.
"Tapi tuan saya tidak bisa menerima nya, saya tidak bisa" Olivia memberikan kembali cek itu pada Roxy.
Enak saja setelah habis madunya dia malah di buang, jelas Olivia tak akan menerima.
"Kau jangan bertingkah, cepat ambil dan segera menjauh dari hidupku kalau perlu kau pindah negera" kata Roxy lagi.
Olivia menggeleng.
"Saya tidak mau, tuan tidak bisa memaksa saya" balas Olivia tegas, lalu keluar dari kamarnya dengan wajah yang menahan kesal.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏