
Satu bulan berlalu..
Tak ada yang beda dari hubungan Roxy dan Olivia, keduanya masih bersikap so mesra di depan nenek Alana dan kakek Rut.
Tapi di kamar? keduanya tak jarang bertengkar hanya untuk masalah spele.
"Ganti semua pakaian mu, ini lagi kenapa ada handuk jelek seperti ini di sini" Roxy yang baru melihat lemari baju Olivia benar-benar merasa jijik.
Bagaimana tidak salah satu handuk Olivia ada yang warna sudah jelek, terlihat dari bahan nya pun juga pasar.
"Enak saja ini masih bagus tau, 60 ribu ini tuh harganya" kata Olivia mengambil handuk yang dj lempar Roxy.
"60 ribu? kau itu istri dari seorang yang berada, jangan membuat ku malu buang handuk jelek itu" titah Roxy murka.
Olivia menggeleng.
"Yang kaya itu bukan kamu, tapi orang tua mu dan kakek" ucap Olivia yang membuat Roxy melotot.
"Kau tau semua harta kakek akan menjadi milik ku, termasuk perusahaan dan rumah ini" kata Roxy tidak suka di spelekan.
"Oh ya, bagus deh berarti aku akan hidup enak karena punya suami kaya" balas Olivia enteng.
"Cih, kau pikir aku mau? ingat perjanjian kita hanya sampai satu tahun!" tegas Roxy lagi.
Olivia memutar bola matanya, terlalu sulit memang untuk meluluhkan si kepala batu yang songong nya minta ampun ini.
"Oke, tapi kalau dalam satu tahun kamu mencintai ku bagaiamana?" tanya Olivia.
Membuat Roxy tersenyum mengejek.
"Jangan harap, kau bukan tipe ku" ketus Roxy sambil memasang dasi.
Tapi dia sedikit kesusahan memasang nya membuat Olivia yang melihat itu mendekati suaminya.
Olivia membantu Roxy memasang nya, dan karena Roxy terlalu tinggi Olivia menjadi sedikit kesusahan memasang dasinya.
"Menunduk sedikit" kata Olivia.
"Dasar pendek" cibir Roxy.
"Ya aku pendek, tapi aku menarik" balas Olivia sambil menarik dasinya yang membuat Roxy merasa tercekik.
Uhuk!
Uhuk!
Roxy batuk karena hampir tercekik dasi yang di pasang kan oleh Olivia.
"Kau mau membun*hku hah!" kesal Roxy memegang leher nya.
"Kalau mau membun*h bukan dengan dasi, tapi dengan pisau biar cepet matinya" kata Olivia random.
"Cepat pasang lagi" titah Roxy.
Dan Olivia memilih menurut dan memasangkan dasi Roxy lagi, setelah di rasa sudah benar Olivia pun menjauhkan diri dari Roxy.
"Mana kaos kaki ku?" tanya Roxy.
"Itu di ranjang" balas Olivia cepat.
"Mana? nggak ada" sahut Roxy mencari di ranjang.
Olivia menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia menyibakkan sedikit selimut yang sudah dia lipat itu.
"Ini apa?" Olivia melirik dengan mata malasnya.
"Bukan aku yang tidak lihat tapi kau yang tidak ikhlas menyiapkan pakaian untuk ku" ucap Roxy ketus.
"Ya mau gimana lagi, ngasih uang jajan juga nggak, giliran jatah malam aja harus selalu ada tapi jatah istri buat beli ini itu nggak ada" Olivia berkata dengan nada lebih ke menyidir secara kasar.
Dan Roxy yang mendengar ucapan Olivia sangat kesal semua itu terlihat dari wajah Roxy yang nampak tak senang.
****
"Ini untuk mu" ucap kakek Rut memberikan segepok uang.
Olivia yang mendapatkan uang segepok itu jelas bingung dan melihat ke arah kakek Rut.
"Ini apa kakek?" tanya Olivia.
"Itu uang bulanan mu, Roxy bilang kamu butuh uang jadi kakek memberi gajih Roxy padamu" jelas kakek Rut.
Tadi dia mendapatkan telpon dari Roxy yang meminta untuk kakek Rut memberikan uang 5 juta pada Olivia, tapi kakek Rut tak mengikuti permintaan cucu nya karena menurut nya uang 5 juta hanya bisa membeli 1stel baju saja.
"Sebanyak ini?" tanya Olivia lagi.
Kakek Rut menggeleng.
"Ini hanya uang bulanan untuk belanja kamu hari ini saja, isi ny itu 25 juta dan sisa nya sudah kakek transfer ke rekening mu" jelas kakek Rut lagi.
Apa!
Olivia melihat tumpukan uang di tangan nya, ini pertama kalinya dia memegang uang sebanyak ini.
Ternyata memegang uang sebanyak ini rasanya biasa saja, hanya saja Olivia merasa senang mungkin karena dia mendapatkan uang banyak.
Lalu Olivia mengecek nominal saldo rekening di ponsel nya, dan alangkah terkejutnya dia melihat nominal yang nol nya bahkan ada 9 yang artinya 1M.
"Kakek ini serius? gajih suamiku sebanyak ini?" tanya Olivia kaget bahkan hampir tak berkedip.
"Sebenarnya hanya 300 juta, tapi kakek memberikan hadiah 700 juta lagi untuk kalian anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan kalian, dan ingat jika Roxy meminta yang kamu hanya perlu memberi seperlu nya saja, jangan terlalu banyak karena jajan nya boros" jelas kakek Rut panjang kali lebar.
Olivia tak bisa berkata-kata mendengar penjelasan kakek Rut, dia merasa kakek Rut terlalu baik padanya.
"Kakek sangat baik" ucap Olivia terharu.
"Kakek memang baik dari dulu" balas kakek Rut.
"Kakek terbaik" sahut Olivia lagi.
Kakek Rut tersenyum di puji baik oleh Olivia.
"Semoga saja Olivia bisa merestui jika aku menikahi Alana, aku tidak bisa mendapatkan Alana dulu dan sekarang aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan di masa tua ku" batin kakek Rut yang ternyata memiliki niat untuk menikahi nenek Alana.
Dan menurut kakek Rut dengan mengambil hati Olivia maka dia juga bisa mengambil hati Alana, mantan kekasih yang akan dia jadikan teman yang menemani masa tua nya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏