
Sedangkan di sisi lain nampak Roxy dan Olivia yang baru sampai di pasar malam yang ada di kampung sebelah.
Olivia yang melihat penjual bakso pentol langsung membeli dua bungkus dengan harga masing-masing 5 ribu.
"Apa ini sehat? harganya terlalu__" ucap Roxy terpotong.
"Murah?" tanya Olivia.
Roxy mengangguk mengiyakan.
"Lalu apa jajanan yang mahal juga bisa di pastikan sehat?" lanjut Olivia bertanya.
Dan Roxy diam, memang tidak semua makanan mahal juga sehat karena tak ada yang bisa menyakinkan suatu makanan sehat.
Olivia mulai makan dan Roxy yang melihat itu mengambil satu bungkus bakso pentol nya dan ikut memakan nya.
Keduanya makan sambil berjalan mengelilingi pasar malam yang ramai, hingga Olivia dan Roxy melihat komedi putar yang ada di depan nya.
"Mau mencoba?" tanya Olivia melirik Roxy.
"Boleh siapa takut" balas Roxy mengangguk mengiyakan.
"Aku sangat suka naik komedi putar jadi aku tidak takut" lanjut Roxy lagi.
"Oke, ayo kita buktikan" Olivia menarik Roxy ke arah tempat pembelian tiket.
Di sela sela antrian di saat mereka sedang mengantri membeli tiket ada seseorang menubruk Olivia sehingga membuat Olivia hampir jatuh beruntung Roxy dengan gesit menarik Olivia kepelukan nya.
"Kamu tak apa?" tanya Roxy.
Olivia menggeleng sambil melihat Roxy.
"Makasih" ucap Olivia sambil melepaskan diri ada dari Roxy.
"Hem" balas Roxy sambil melihat bungkus bakso pentol nya yang jatuh tanah.
Sayang sekali padahal masih ada dua biji lagi, dan itu sangat enak sehingga membuat Roxy merasa tidak ikhlas membiarkan makanan nya jatuh.
Setelah mengantri akhirnya keduanya mendapatkan tiket, Olivia dan Roxy langsung naik komedi putar dan selama naik komedi putar Roxy dan Olivia nampak terlihat senang.
Seolah-olah tidak ada beban, Roxy begitu menikmati permainan komedi putar hingga dia tanpa terasa metentangkan tangan nya.
"Terakhir aku naik saat usia ku 14 tahun" ucap Olivia saat melirik Roxy.
"Aku pertama kali" balas Roxy yang memang baru pertama kali naik komedi putar.
"Apa? pertama kali? masa sih" Olivia tak percaya.
"Dunia kita berbeda" balas Roxy lagi.
Olivia yang mendengar iti mengangguk, memang Roxy berasal dari orang berada jadi pantas jika Roxy tak pernah mengenal dunia luar.
Untuk sejenak keduanya sama-sama diam hingga akhirnya komedi putar berhenti yang membuat Roxy dan Olivia langsung turun.
"Kenapa?" tanya Olivia.
"Apa efek samping nya naik komedi putar itu pusing?" tanya Roxy.
"Ya, memang kebanyakan pusing tapi jika sudah biasa menyenangkan kok nggak pusing" jalas Olivia.
Roxy memegang keningnga yang terasa pusing hingga dia merasa mual dan menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.
Melihat Roxy yang bergelagak aneh Olivia mengerutkan kening nya.
"Kenapa?" tanya Olivia.
Roxy menggeleng, lalu matanya melihat sekeliling nya hingga dia melihat tempat yang kosong tapi gelap.
Dengan gerakan cepat Roxy menarik tangan Olivia untuk menemani nya ke tempat gelap, Olivia yang tak mengerti dengan maksud Roxy menarik tangan nya tentu saja bingung.
Hingga..
Hoek!
Roxy muntah karena dia begitu mual setelah naik komedi putar.
"Astaga, cupu sekali hanya karena naik komedi putar sampai muntah seperti ini" cibir Olivia sambil membantu memijat leher Roxy.
Olivia mau tak mau berlari untuk membeli air mineral, dan saat kembali ke tempat gelap dimana Roxy berada anehnya Roxy tak menemukan Olivia di sana.
"Roxy" panggil Olivia.
Tapi anehnya Roxy tak ada di sana, membuat Olivia harus mencari ke bagian samping yang gelap.
"Kiw, mojok yuk neng" ucap seorang pemuda yang tiba-tiba ada di belakang Olivia.
"Wih cantik-cantik kok main nya di tempat gelap" timpal salah satu pemuda lain.
"Mau apa kalian" Olivia menatap sinis pad kedua pemuda nakal itu.
"Galak juga, boleh kita minta no nya?" tanya pemuda tadi lagi.
"Mau no?" tanya Olivia.
"Boleh" balas pemuda itu kompak.
"Ini mau?" Olivia memberikan kepalan tangan nya ke arah kedua pemuda itu.
"Jangan galak-galak dong kak, adek kan cuman mau__" ucap pemuda itu terpotong karena kerah baju mereka berdua di tarik oleh seseorang di belakang mereka.
Keduanya kompak melihat ke belakang dan melihat seorang pria yang menatap keduanya dengan tatapan tajam nya.
"Dia istriku, jika kalian berani langkahi dulu mayat ku" ucap Roxy dengan suaranya yang tegas.
"Maaf bang, kita nggak tau kalau kakak ini udah punya suami, mana ganteng lagi, iyakan bro" ucap salah satu pemuda.
"Bener bang, kita cuman iseng ko" timpal yang satunya mengiyakan.
"Pergi kalian" Roxy melepaskan tangan nya yang menarik baju kedua pemuda itu, dan dengan cepat kedua pemuda itu langsung berlari ke keramaian.
Dan meninggalkan Olivia dan Roxy yang saling menatap.
"Dari mana saja?" tanya Olivia.
"Membeli minum" balas Roxy.
Olivia melihat botol air mineral di tangan nya, dan memilih meminum air mineral nya.
"Maaf karena membuat kamu takut" ucap Roxy sambil berjalan.
"Aku takut? kata siapa?" tanya Olivia.
"Wajah mu tak bisa bohong" balas Roxy lagi.
Olivia yang mendengar itu diam, dia memang tadi sedikit takut karena Olivia teringat akan kejadian dimana dia hampir di lecehkan tukang ojek beberapa saat lalu.
Dan Roxy tau itu, dia mengajak Olivia kembali mengelilingi pasar malam lagi, hingga dia melihat penjual berbagai ikat rambut dan yang lainnya.
"Ini untuk mu" ucap Roxy memberikan ikat rambut pada Olivia.
"Bagus, aku juga mau jepitan" kata Olivia memilih beberapa jepitan yang menurut nya bagus.
Roxy iseng mengambil satu jepitan dan dia pasangkan ke rambut Olivia.
"Cantik" puji Roxy.
Hah?
"Kenapa?" tanya Olivia.
Roxy yang tersadar dengan ucapan nya langsung menggeleng.
"Tidak ada, ayo cari makan" ajak Roxy yang memilih langsung membayar jepitan dan ikat rambut tadi.
Olivia melihat wajah Roxy yang terlihat menghindar, dia tersenyum karena tadi dia sebenarnya mendengar Roxy memuji nya dengan kata cantik.
"Dasar malu-malu gajah" batin Olivia dalam hatinya sebal pada Roxy.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗