I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Kesialan Roxy.



"Nenek dari mana?" tanya Olivia yang melihat nenek Alana baru dari luar.


"Dari tetangga baru kita" balas nenek Alana sambil berjalan ke arah dapur.


Olivia mengikuti neneknya yang pergi ke kamar mandi, dia melihat neneknya yang sedang mencuci tangan.


"Kenapa?" tanya nenek Alana.


"Tetangga baru kita siapa?" tanya Olivia memastikan.


"Suamimu" balas nenek sambil keluar dari kamar mandi dan mengambil minum.


Nenek Alana minum dan Olivia masih melihat gerak gerik sang nenek.


Nenek Alana tentu sadar di perhatikan oleh sang cucu, tapi nenek Alana pura-pura tidak sadar jika dirinya sedang di perhatikan.


Malam nya Olivia nampak tak bisa tidur, dia terus kepikiran dengan maksud dari Roxy yang pindah ke area tempat tinggalnya.


"Apa dia melakukan ini karena paksaan kakek, atau jangan-jangan dia mau memperbaiki hubungan ini" gumam Olivia sambil melihat cicak yang ada di langit-langit kamarnya.


Kedua cicak yang sedang kejar-kejaran hingga membuat kesan lucu bagi Olivia karena cicak yang seperti nya betina nya sedang di kejar-kejar oleh cicak jantan.


"Tidak, kurasa dia hanya terpaksa pindah kesini. mana mungkin seorang Roxy bisa memutuskan untuk tinggal di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal dia sebelumnya, ya ini pasti karena ancaman dan Roxy melakukan semua ini hanya karena tidak mau warisannya dihilangkan, aku yakin" lanjut Olivia yang masih menatap langit-langit kamarnya.


Merasa pusing dengan pemikirannya yang terus tertuju pada Roxy Olivia pun memilih untuk menghentikan semuanya dengan memilih tidur.


Tapi bukannya tertidur dia malah merasa susah tidur, dan sialnya lagi Olivia malah melihat cicak yang sebelum nya sedang kejar-kejaran kini malah kawin.


"Dasar cicak biadab! paling nggak kalau mau kawin permisi kek, kan kasihan sama yang nggak bisa kawin!" gerutu Olivia kesal.


Karena tidak bisa tidur dan mood-nya juga sedang tidak baik gara-gara cicak kawin Olivia pun akhirnya keluar dari kamar, di tengah rumah Olivia tidak melihat siapapun selain TV yang menyala.


Salah satu kebiasaan buruk Jerry yang tidak pernah mematikan TV, membuat Olivia jengkel.


"Udah tahu listrik sekarang mahal malah buang-buang listrik" gerutu Olivia sambil mematikan TV lalu dia berjalan ke arah pintu.


Ceklek!


Olivia membuka pintu dia berniat duduk tapi sebelum itu Olivia malah melihat kakaknya yang sedang duduk termenung sendiri.


"Kenapa Kak?" ranya Olivia.


Jerry melirik Olivia yang di sebelahnya, lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kakak mau menikah" ucap Jerry matanya menatap lurus ke depan.


Menikah?


"Sama siapa?" Tanya Olivia kaget.


"Cewek" balas Jerry cepat.


Membuat Olivia memutar bola matanya malas mendengar jawaban menyebalkan sang kakak.


"Iya tahu cewek, nggak mungkin juga jangan yang ada main pedang di malam pertama nya. maksud aku siapa wanita beruntung yang dinikahi Kakak aku ini" jelas Olivia sambil dengan senyum khas orang kesal.


"Namanya Lara, dia Bos di tempat kerja baru kakak" jelas Jerry.


Hah!


"Bos? kakak?" tanya Olivia kaget bukan main.


"Iya, dia hamil" lanjut Jerry lagi.


"Apa! hamil" teriak Olivia.


"Iya" balas Jerry singkat.


"Kakak ko bisa hamilin anak orang?" tanya Olivia heran.


"Bukan kakak, tapi kekasihnya" kata Jerry.


Karena Olivia masih tidak paham Jerry pun akhirnya menjelaskan alasan dia menikah dengan bos nya.


Bos nya menginingi sejumlah uang untuk menjadi suami bayaran nya, tak lama hanya sampai bayi mereka lahir dan setelah itu Jerry bisa mendapatkan imbalan.


"Jadi semuanya karena uang" Olivia menggelengkan kepalanya.


"Tidak" balas Jerry lagi.


"Lalu?" tanya Olivia bingung.


Jerry diam, lalu dia memperlihatkan foto bos nya yang cantik jelita.


"Karena cantik?" lanjut Olivia.


Dan kembali mendapatkan gelengan kepala Olivia, yang membuat Olivia bingung.


"Kakak ingat kamu jadi kakak mau bertanggung jawab menikahinya, kamu adik perempuan satu-satunya dan kakak melakukan ini karena kasihan pada bos kakak yang kehamilnya sudah masuk 2 bulan tapi pacarnya tidak bisa di hubungi" jelas Jerry lagi.


Ya alasan Jerry semata-mata hanya karena dia merasa kasihan, dia ingat adiknya yaitu Olivia maka dari itu Jerry setuju saat di tawari menikahi bos nya.


Olivia mendengar penjelasan kakak nya dia tersenyum, dia tidak menyangka kakak nya akan memiliki pemikiran yang sangat bijak dan terlalu baik.


"Aku mendukung kakak" kata Olivia semangat.


Lalu Olivia memeluk kakaknya, dia bangga menjadi adik dari Jerry yang memiliki rasa empati tinggi.


Dan tanpa keduanya sadari nampak sepasang mata yang terlihat seperti sedang melihat ke arah mereka.


Dia tak lain adalah Roxy yang niatnya mencari sang kakek malah harus melihat adegan mesra istrinya.


"Lihat, dia bahkan masih berstatus istriku tapi malah dekat dengan pria lain, mana peluk-pelukan lagi" gerutu Roxy kesal.


Roxy geleng-geleng kepala ada apa dengan dirinya kenapa melihat Olivia dipeluk pria lain dia malah merasa kesal dan tidak terima.


Roxy terus menggerutu hingga dia melihat batu di dekat kakinya, karena kesal Roxy pun mengambil batu itu dan langsung dia lempar ke arah Jerry.


Aww!


"Woy siapa yang lempar batu!" Jerry bangkit dan matanya melihat ke sana kemari.


Beruntung Roxy sudah lebih dulu bersembunyi di semak-semak yang membuat dia tidak ketahuan.


Tapi baru beberapa menit sampai Olivia dan Jerry masuk ke dalam rumah tiba-tiba Roxy merasa ada yang berjalan di pipinya.


Tangan Roxy menggapai nya dan saat dia mendapatkan nya matanya seketika membulat sempurna saat melihat ulat bulu yang kecil tapi memiliki bulu yang lebar.


Aaa!


"Ulat bulu!" Roxy berteriak sambil menyingkirkan ulat bulu itu dari tangan nya.


Roxy masuk ke dalam rumah, dia masuk ke dalam kamar mandi lalu membuka semua pakaiannya, tapi belum sampai dia menyiram air ke tubuhnya Roxy malah melihat cacing yang ada di bagian saluran pembuangan air.


Aaaaa!


"Cacing!" teriak Roxy sambil meniup air.


Dengan menggunakan gayung Roxy menyiuk air lalu dia siram ke bagian saluran pembuangan di mana cacing itu berada, setelah dipastikan cacingnya itu hilang Roxy pun perlahan mulai tenang dan dia pun akhirnya bisa mandi dengan tenang.


Meskipun sepanjang mandi nya Roxy terus menggurutu karena kesel dengan kamar mandi nya yang menurutnya sangat buruk, tidak ada wc duduk dan shower ataupun bathtub dan yang ada hanya wc jongkok, bak mandi yang lumayan besar lalu alat pembantu mandi yaitu ember dan gayung.


🌹


Jangan lupa like comment and vote ya❤🙏🤗