
"Hey bangun, pindah ke kamar" ucap Kakek Rut membangunkan Roxy.
Roxy yang di bangunkan membuka matanya dan melihat kakeknya.
"Via mana?" tanya Roxy.
Sudah semalaman dia menunggu, tapi bahkan Olivia tak pulang.
"Dia pergi, bukan kah kau sudah tau?" jawab kakek Rut sambil meleos pergi.
Roxy mengikuti kakek nya yang berjalan.
"Kakek sebenarnya Via pergi kemana?" tanya Roxy sambil mengejar kakek Rut.
"Tanya saja pada dirimu, kau tau jawaban nya bukan" balas kakek Rut sinis.
Membuat Roxy menghentikan langkah kakinya, dia diam nampak termenung.
"Dia pergi kenapa?" gumam Roxy bingung.
Seperti nya Roxy lupa jika sebelumnya Olivia memang sudah merajuk padanya.
Kakek Rut melihat Roxy yang diam itu, dia menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan mendekati cucunya.
"Jika kamu tak mencintai nya maka lepaskan saja, jangan buat dia terikat dalam hubungan tak jelas" kata kakek Rut.
"Apa maksud kakek?" tanya Roxy.
Membuat kakek Rut kesal dan memukul kepala Roxy.
"Pikirkan apa saja yang telah kau lakukan pada Via, begitu saja tidak paham" kesal kakek Rut lalu pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Melihat kakek nya yang masuk ke dalam kamar Roxy menghembuskan nafasnya kasar.
Dia tidak mengerti apa maksud kakeknya, tapi seperti nya Roxy paham satu hal dengan Olivia yang pergi.
"Apakah karena aku tidak menghiraukan ajakan untuk memulai rumah tangga yang sehat? hanya karena itu dia marah? ck, benar-benar kekanakan" Roxy menggerutu.
Roxy pergi ke kamar nya dan saat sampai di kamar nya dia melihat jam yang masih menunjukan pukul 4 pagi.
Hufh..
Tanggung untuk tidur lagi karena hampir pagi oxy pun akhirnya memilih mandi.
Selesai mandi Roxy melihat pintu kamar nya yang terbuka.
"Via" panggil Roxy.
"Sudah aku duga kalau kamu tidak akan pergi lama karena kamu pasti__" ucap Roxy terpotong.
"Maaf tuan, saya sedang mengambil pakaian kotor" ucap Bibi Lin yang masuk ke dalam kamar sang majikan.
Tadi bibi Lin sudah mengetuk pintu tapi tangan-Nya yang memegang klop pintu tiba-tiba memutar pintu hingga membuat pintunya terbuka.
"Maaf tuan" bibi Lin masuk dan buru-buru keluar lagi setelah membawa pakaian kotor.
Setelah pintu kembali tertutup Roxy yang biasa pakaian nya di siapkan melihat ke ranjang nya, tapi dia malah tak menemukan apa-apa.
Hufh..
Roxy menggelengkan kepala cepat
"Tidak, apa yang aku pikirkan. dia pergi bukan kah itu yang aku mau sejak lama, jika dia pergi itu bagus bukan karena aku bisa bebas melakukan apapun" lanjut Roxy lagi.
****
Di sisi lain nampak Jerry yang akan berangkat bekerja, sebelum berangkat dia mendekati sang adik yang sedang menjemur pakaian.
"Via, jika kamu ada sesuatu katakan pada kakak" kata Jerry dia melihat wajah adik nya yang tidak semangat.
"Apaansih kak, aku nggak kenapa-kenapa kok. sudahlah kakak berangkat kerja saja nanti siang aku juga akan mulai cari kerja juga" balas Olivia sambil menjemur pakaian.
"Kenapa cari kerja? bagaimana dengan bos besar?" tanya Jerry.
Membuat Olivia seketika melirik ke arah sang kakak.
"Aku akan meminta pisah, tidak ada cinta juga kok" sahut Olivia sambil meleos pergi.
Melihat Olivia pergi Jerry nampak termenung, dia masih tidak mengerti dengan hubungan sang adik dan bos besar di kantornya.
Aneh rasanya jika Olivia meminta pisah dari pria yang menurut nya sangat waw, selain tampan Roxy juga cucu dari pemilik perusahaan yang nantinya akan di wariskan pada Roxy, itu yang Jerry dengar dari taman-teman nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada hubungan rumah tangga adik ku, di saat ada pria yang menurutku sangat pantas untuk adikku kenapa adik ku malah menginginkan perpisahan" gumam Jerry bingung.
Karena semakin siang Jerry pun akhirnya berangkat bekerja, tak butuh waktu lama akhirnya dia sampai di kantor tempat dia bekerja menjadi security.
Jerry langsung masuk ke pos security nya, dia mulai bekerja hingga akhirnya dia melihat mobil mewah milik bos besarnya.
"Parkiran mobil ku" titah Roxy pada Jerry.
"Baik, tuan" Jerry menerima nya.
Tapi Jerry tak langsung masuk dia nampak diam yang membuat Roxy bingung.
"Cepat parkiran mobil ku" titah Roxy lagi.
"Tuan anda punya istri?" tanya Jerry berani.
Membuat Roxy yang akan pergi tiba-tiba tidak jadi melangkah.
"Beraninya security seperti mu penasaran dengan kehidupan bos" Roxy menatap sinis Jerry.
"Apa nama istri tuan adalah Olivia?" tanya Jerry semakin berani.
"Apa yang kau tau tentang Olivia?" tanya Roxy menatap tajam Jerry.
Jerry menggeleng, lalu dia masuk ke dalam mobil Roxy.
Melihat Jerry yang masuk ke dalam mobilnya Roxy nampak kesal, dia heran kenapa security seperti Jerry bisa mengenali Olivia, istrinya.
"Apa dia mantan kekasih Olivia? atau mungkin dia adalah kekasihnya sehingga dia Pergi dari rumah?" gumam Roxy menatap penuh curiga pada Jerry yang sedang memarkirkan mobilnya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏