
Seminggu berlalu..
Olivia masih bersikap dingin pada Roxy, bahkan dia pelit untuk berbicara dengan suaminya itu.
Roxy sebenarnya ingin memulai obrolan tapi egonya tinggi yang membuat dia hanya bisa membiarkan Olivia yang masih bersikap dingin padanya.
Seperti biasa Roxy pergi berangkat bekerja, tentunya tanpa ada obrolan sebelum pergi, bahkan keduanya sama sekali tak memperlihatkan kemesraan pada kakek dan neneknya.
Hal itu tentu saja membuat nenek Alana semakin bertanya-tanya di dalam hatinya, apalagi Nenek Alana merasakan jika cucunya itu terlihat tidak semangat.
"Rut" panggil nenek Alana.
"Ya, Al kenapa?" tanya kakek Rut cepat.
"Raut wajahmu kenapa?" tanya nenek Alana saat melihat wajah penuh semangat kakek Rut.
Kakek Rut memutar bola matanya malas, dia heran kenapa nenek Alana masih belum sadar dengan gerak-gerik nya yang berbeda.
"Alana bisakah kamu tidak terus menghindari obrolan yang aku mulai?" tanya kakek Rut sambil melihat wajah nenek Alana.
"Obrolan apa yang kamu maksud Rut?" Tanya balik nenek Alana bingung.
Hufh!
Kakek Rut menghembuskan nafasnya kasar nenek Alana benar-benar pura-pura tidak mengerti akan maksudnya.
Melihat kakek Rut yang diam membuat Nenek Alana kembali bersuara.
"Rut apa kamu menyadari jika ada yang aneh di dalam hubungan rumah tangga cucu kita?" tanya nenek Alana mengatakan unek-unek nya.
"Ya, aku sadar" balas Kakek Rut cepat.
"Bagus, jadi menurut mu apa mereka punya masalah?" tanya nenek Alana lagi.
Dan membuat Kakek Rut diam, dia memang belum mengatakan apa yang menjadi alasan cucu nya menikahi Olivia.
"Alana, apa Via mengatakan apa alasan dia menikah?" tanya kakek Rut.
"Tidak, memang nya kenapa?" jawab nenek Alana balik bertanya.
Nenek Alana hanya berpikir jika alasan mereka menikah karena saling mencintai karena sering nya bertemu.
Kakek Rut diam sesaat, dia bingung apa harus mengatakan kejujuran atau tidak, tapi menurut nya nenek Alana juga harus tau kebenarannya.
Karena tidak mau terus menerus menyembunyikan alasan Roxy menikahi Olivia kakek Rut pun akhirnya menceritakan semuanya.
Di mulai dari Kepulangan cucunya higga kejadian naas itu terjadi dimana Olivia di perko*a oleh cucunya, dan kakek Rut pun langsung menikahkan mereka saat itu juga karena takut Olivia hamil.
"Jadi cucuku__" nenek Alana nampak kecewa.
Dia benar-benar tidak menyangka jika di balik cerianya cucunya saat mengabari pernikahan nya ternyata ada sesuatu besar yang di sembunyikan.
"Aku minta maaf atas kelakuan cucu ku" kata kakek Rut meminta maaf atas nama Roxy.
"Cucumu ternyata tidak sebaik yang aku kira" nenek Alana nampak begitu kecewa.
Hingga nenek Alana terlihat seperti akan tumbang dan kakek Rut yang melihat itu langsung membopong nenek Alana ke sofa.
"Minum lah" kata kakek Rut memberikan minum.
Nenek Alana menerimanya dan mulai meminum air di dalam gelas.
Tiba-tiba nenek Alana menangis yang membuat kakek Rut khawatir.
"Rut kau tau apa yang aku katakan pada almrhum anak sambungku saat sebelum mereka meninggal?" nenek Alana menggantung.
"Aku berjanji pada mereka untuk menjaga cucuku, dan saat Jerry menjadi tidak terkendali dan sering judi aku begitu merasa gagal sebagai pengganti orang tuanya, tapi ternyata kegagalan yang lebih sakit aku rasakan sekarang, aku tidak bisa menjaga cucu perempuan ku dengan baik, aku gagal"nenek Alana berkata sambil menangis.
Tapi alih-alih di sambut dengan baik kakek Rut malah mendapatkan pelototan dari nenek Alana.
"Jangan cari kesempatan!" ketus nenek Alana.
"Oke" kakek Rut menggeser sedikit tempat duduk nya.
Nenek Alana benar-benar larut ke dalam kesedihan nya, hingga nenek Alana bangkit dari duduknya.
"Alana" panggil kakek Rut.
Tapi nenek Alana pergi tanpa kata, dia pergi ke kamarnya.
Kakek Rut yang melihat itu nampak menghembuskan nafas nya kasar.
"Jika begini kesempatan punya masa tua indah bisa-bisa gagal" gumam kakek Rut sedih.
Dia tidak menyesali kejujuran nya pada nenek Alana akan alasan pernikahan cucunya, tapi yang dia sesalkan mungkin karena kejujuran nya ini dia mungkin akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sang mantan kekasih.
Tak lama kemudian Olivia yang baru selesai mandi turun dari kamar nya, dan melihat kakek Rut yang sedang duduk.
"Kakek, dimana nenek?" tanya Olivia mendekati kakek Rut.
"Gawat" kata kakek Rut.
"Gawat apanya kek?" tanya Olivia bingung.
Kakek Rut pun langsung menceritakan jika dia sudah memberitahu semuanya pada nenek Alana, Olivia yang mendengar itu tentu saja kaget.
"Kenapa kakek memberitahu nenek" Olivia nampak kecewa.
"Karena bau kentut tak akan bisa tidak tercium apalagi baunya yang menyengat, Alana sudah mencium bau-bau ketidakharmonisan di anatara kalian" jelas kakek Rut lagi.
Olivia diam mendengar ucapan kakek Rut, dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya nenek nya mengetahui jika cucunya tak bisa menjaga kehormatan nya sendiri.
Olivia langsung pergi ke kamar sang nenek yang kebetulan tidak di kunci, dia langsung memeluk neneknya.
"Nenek, maafkan aku" Olivia menangis.
Nenek Alana hanya diam, dirinya merasa gagal segagal-gagalnya karena tidak bisa menjaga cucunya.
"Nenek bicaralah, aku mohon nenek jangan diamkan aku" mohon Olivia melepaskan pelukan nya.
Membuat nenek Alana langsung melirik Olivia.
"Apa dia bersikap baik padamu?" tanya nenek Alana.
Dan Olivia diam, yang membuat nenek Alana langsung menepuk pundak Olivia pelan.
"Bereskan barang-barang mu, nenek tidak mau kamu tersakiti dengan hubungan tanpa cinta seperti ini" kata nenek Alana.
"Tapi nek aku__" ucap Olivia terpotong.
"Nenek hanya mau kamu bahagia, jika dia tidak bisa membuat mu bahagia maka dia bukan yang terbaik untuk mu, jadi nenek mau kamu sadar apalagi mereka tidak sama dengan kita" lanjut nenek Alana lagi.
Olivia menatap nenek nya, benar apa kata nenek nya untuk apa dia di sini bertahan dengan rasa sakit karena terus t di rendahkan.
Roxy tak mencintai nya, jadi untuk apa Olivia mempertahankan rumah tangga yang di awali keterpaksaan ini.
"Aku ikut nenek" Olivia berkata sambil menatap neneknya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏💪