
Pagi-pagi sekali Roxy yang sedang tidur di bangunkan oleh kakek Rut yang memaksa nya untuk lari pagi bersama.
Roxy tentu saja menolak tapi tentu saja penolakan nya itu tidak berarti apa-apa karena kakek Rut terus memaksa.
"Kakek aku masih mengatuk" kata Roxy sambil menguap.
"Diamlah, kakek mau sehat" balas kakek Rut yang berlari tak terlalu kencang karena takut encok nya kambuh.
Hufh..
Mau tak mau Roxy pun akhirnya menurut dan mengikuti kamauan kakeknya.
Selama lari pagi Roxy yang masih bugar itu berlari jauh dan membuat kakek Rut kewalahan karena harus mengejar cucunya.
Hingga di tengah jalan Roxy yang sudah jauh merasa lelah dan dia duduk di batu besar.
"Sial, kenapa semakin gatal" gerutu Roxy menggaruk bagian wajah dekat bibirnya.
Saat sedang menggerutu tiba-tiba Roxy melihat seseorang yang dia kenal.
"Pagi-pagi begini? mau kemana dia" gumam Roxy melihat Olivia.
Roxy mengikuti Olivia yang ada di depan nya, dia terus mengikuti Olivia hingga sampai di salah satu pasar tradisional yang jaraknya cukup jauh dari rumah tapi masih bisa di jangkau dengan jalan kaki yang hanya memerlukan 25 menit.
Olivia yang sedang mendekati penjual sayuran merasa dirinya di ikuti, dia melihat ke belakang dan melotot saat melihat siapa yang sedang mengikuti nya.
"Mau ngapain kamu ngikutin aku!" tanya Olivia menatap tajam Roxy.
"Ngikutin? jangan geer, aku ke sini mau beli sayur titah kakek" balas Roxy ketus.
Lalu Roxy membeli beberapa sayuran hijau yang jelas tidak dia ketahui nama nya itu.
Olivia melihat belanjaan Roxy, lalu karena dia juga banyak yang harus di beli Olivia memilih meleos pergi.
"Semuanya jadi 15 ribu mas" kata ibu-ibu penjual sayuran.
Roxy memasukkan tangan nya ke saku, tapi matanya membulat sempurna karena ternyata dia lupa tidak membawa dompet.
Roxy melihat ke kanan ke kiri, lalu melihat penjual sayuran lagi.
"Di titip dulu bu, uang nya di pegang istri saya" kata Roxy yang langsung pergi sebelum mendapatkan komplen dari si ibu penjual sayur-sayuran.
Roxy mencari kemana Olivia pergi hingga dia melihat Olivia yang sedang makan bubur ayam.
"Pak pesan satu" ucap Roxy ikut duduk di samping Olivia.
Olivia duduk dan dia kembali kaget melihat Roxy yang ada di samping nya.
"Kamu lagi, ngapain bibir dower ngikutin?" tanya Roxy dingin.
Bibir dower?
"Beraninya kamu mengatai ku bibir dower, mau cari mati ya!" Roxy menatap tajam Olivia.
"Cari mati, cari makan mungkin mas" ucap ibu-ibu yang sedang makan bersama anak nya.
"Bercanda bu, suami saya emang gitu ceplas-ceplos orang nya" kata Olivia sambil mencubit tangan Roxy.
Aww!
"Sakit!" ringis Roxy.
"Lihat ini" Olivia memberikan cermin.
Lalu Roxy melihat cermin kecil dari Olivia, dia melotot melihat bibirnya yang bengkak dan dower.
"Ini pasti karena ulat bulu tadi malam, sial!" batin Roxy menggerutu di dalam hatinya.
"Dower" cibir Olivia tertawa kecil sambil makan.
"Diamlah!" ketus Roxy sambil memberikan tatapan tajam nya.
Di liriknya Olivia yang nampak menikmati bubur, Roxy menggerakkan tangan nya untuk memegang sendok, lalu dengan gerakan yang meragu Roxy mulai menyuapkan sesendok bubur ke mulut nya.
"Tidak terlalu buruk" gumam Roxy.
"Bubur di sini paling enak dengan harga yang bersahabat" timpal Olivia sambil menyuapkan bubur ke mulut nya.
"Tapi sayangnya aku tidak bertanya" balas Roxy ketus.
Lalu Roxy lanjut makan bubur nya hingga Olivia selesai makan, dan Olivia langsung berdiri.
"10 ribu ya mang" kata Olivia memberikan uang pas.
"Nggak bungkus neng Via?" tanya penjual bubur.
"Nggak ahk, nenek lagi mau bikin perkedel katanya jadi cuman pesan kentang aja" jawab Olivia sambil melihat belanjaan nya.
"Oh iya, si Jamal nanyain neng, katanya neng Via jarang ke pasar sekarang" ucap penjual bubur lagi.
"Bang Jamal ya, oh itu aku punya hutang baju tidur, lupa belum bayar lagi" kata Olivia tersenyum.
"Kayanya bukan itu neng Via, tapi lebih ke masalah pribadi mungkin, neng Via paham lah kan si Jamal duda" lanjut penjual bubur yang mempromosikan teman nya.
Roxy yang mendengar obrolan antara Olivia dan Penjual bubur melotot, dia bangkit dan langsung memeluk pinggang Olivia.
"Sayang bayar sekalian, aku nggak bawa dompet" kata Roxy di telinga Olivia.
"Loh neng Via sudah punya pacar ternyata" penjual bubur itu nampak kaget.
"Bukan pacar, lebih tepatnya istri" balas Roxy dingin.
Olivia yang mendengar itu langsung melirik Roxy dengan wajah jengah nya.
"Bukan suami lebih tepatnya bentar lagi jadi mantan" kata Olivia tegas, lalu membayar bubur yang di makan Roxy.
Olivia berjalan cepat meninggalkan Roxy, dan Roxy tentu saja dia mengikuti Olivia yang akan berbelanja sayuran hingga keduanya kembali melewati tempat sayuran tadi.
"Neng, ini belanjaan nya semuanya 15 ribu" kata ibu-ibu penjual sayur-sayuran.
Olivia melirik Roxy, dia tidak merasa membeli sayur pada ibu itu.
"Pinjam" kata Roxy dengan wajah enteng nya.
Olivia membayar sayur-sayuran yang Roxy tinggalkan tadi, lalu dia berikan pada Roxy dengan wajah tak bersahabat nya.
"Nggak usah di ganti, anggap saja ini sumbangan buat tetangga baru" kata Olivia dingin, lalu meleos pergi dengan wajah kesalnya.
"Dasar sombong, baru juga punya uang segitu sudah sombong nya minta ampun" gerutu Roxy sambil berjalan mengikuti Olivia.
Dan mengetahui di ikuti Olivia buru-buru berjalan pergi, hingga Olivia melihat Jamal si tukang kredit baju.
Olivin tau akan di goda oleh si tukang kredit narsis itu, dia langsung berhenti dan melihat ke arah Roxy yang di belakang nya.
"Olivia cantik ku" kata Jamal tersenyum cerah.
"Ehk bang Jamal, ini lunasin yang sisa baju tidur" Olivia memberikan uang 50 ribu.
"Nggak usah neng, mendingan kita pergi makan saja" ajak Jamal tak tau malu.
"Nggak bisa bang, aku sudah punya__" ucap Olivia terpotong.
Roxy tiba-tiba memeluknya, dan membuat Olivia kaget begitu pula dengan Jamal.
"Dia istriku, jadi jangan coba-coba menggoda nya karena aku tidak akan membiarkan istriku di dekati pria lain" tegas Roxy dengan wajah dingin nya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏