I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Menjaga dua wanita



Di kantor Roxy yang sedang di sibukkan dengan pekerjaan tiba-tiba mendapatkan telpon dari kakek nya.


"Halo kakek tua" ucap Roxy random.


"Dasar cucu tengik, apa tidak bisa kau sopan sedikit hah!" terdengar suara marah kakek Rut.


Huh..


"Jangan terlalu serius kek, ada apa kenapa menelpon?" tanya Roxy serius.


"Pulang lah, antar istrimu belanja" kata kakek Rut.


"Aku sibuk" jawab Roxy tegas.


"Sibuk apa? ada asisten kakek yang akan membantumu bekerja" lanjut kakek.


Roxy menghembuskan nafasnya kasar.


Sebernarnya dia malas, tapi untuk mengambil hati kakek nya akhirnya Roxy pun mengiyakan.


"Oke aku pulang" ucap Roxy akhirnya setuju.


"Jangan lupa belikan bakso" titah kakek Rut.


"Bakso?" tanya Roxy.


"Ya, bakso di pinggir jalan mie nya di pisah dan tanpa bawang" lanjut kakek Rut lagi.


"Kakek beli saja sendiri, aku malas" kata Roxy sambil beranjak dari duduk nya.


"10 juta" ucap kakek Rut.


"Oke" Roxy pun setuju setelah di iming-imingi uang.


Tut!


Panggilan nya langsung di matikan sepihak oleh kakek Rut.


"Dasar kakek tua, pasti beli bakso buat nenek peot itu, heran mau pdkt an kok nggak modal banget pake acara makan bakso segala lagi" gumam Roxy heran.


Roxy sudah mendengar cerita kakek nya yang ternyata pernah berpacaran dengan nenek Alana, dan Roxy juga bisa melihat wajah berseri-seri kakek nya saat sedang bersama nenek Alana.


Lalu Roxy pun keluar dari ruangan nya, saat akan masuk lift tiba-tiba dia berpapasan dengan Felia, sekertaris nya.


"Kemeja mu terlalu kekecilan untuk dada mu yang besar" kata Roxy tersenyum.


"Tuan bisa aja, iya nih belum beli kemeja baru" ucap Felia tersenyum malu.


"Mau di beliin?" tanya Roxy.


Felia jelas langsung mengangguk dengan cepat mendengar tawaran yang sangat menguntungkan itu.


"Boleh tuan" kata Felia masih dengan senyuman yang malu-malu.


Roxy melihat sekeliling nya, lalu mendekati wajah Felia.


"Kita lakukan besok" bisik Roxy di telinga Felia.


"Tuan apa tuan serius?" tanya Felia.


"Hem, jangan so nolak aku pernah melihat mu bersama salah satu pelanggan tetap di rumah kemerlap Mami R di kota C, kamu menjual diri kan" kata Roxy lagi.


Hah?


"Bagaimana mungkin tuan bisa tau?" tanya Felia sungguh terkejut.


Dia baru pindah 4 bulan ini dan mendapatkan pekerjaan yang lumayan bagus yaitu sebagai sekretaris.


Ya meskipun dia bisa bekerja di sini juga dengan bantuan orang dalam dan tentu nya tubuhnya juga yang dia jaminkan untuk mendapatkan pekerjaan nya ini.


"Sudahlah aku buru-buru, jangan lupa besok pakai baju seksi" kata Roxy lagi lalu masuk ke dalam lift.


Felia masih mematung di tempatnya, dia tidak menyangka jika seorang bos besar seperti Roxy bisa melirik nya.


"Jika benar, oh my good. apa aku akan menjadi pelakor lagi? bagaimana kalau istri tuan Roxy lebih garang dari istri mantan-mantan hot Daddy ku dulu, bisa mati aku" lanjut Felia lagi.


Felia melihat sekelilingnya untuk memastikan jika di sini tidak ada orang selain dirinya, setelah dirasa aman Felia pun memilih kembali ke meja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang lumayan banyak itu.


****


Di sisi lain nampak kakek Rut yang nampak kagum melihat kecantikan Olivia.


"Kamu seperti dewi Via" kata kakek Rut memuji.


"Kakek jangan terlalu sering memuji ku" ucap Olivia.


"Kenapa?" tanya kakek Rut lagi.


"Karena jika kakek terus memuji ku yang ada hidung ku akan semakin besar" sahut Olivia yang langsung di jawab dengan gelak tawa kakek Rut.


Nenek Alana datang dan mendekati Olivia dan kakek Rut.


"Nenek boleh ikut?" tanya nenek Alana.


"Kamu mau ke mall? Alana" kakek Rut menyahut dengan cepat.


Dan nenek Alana mengangguk dengan cepat.


"Aku penasaran seperti apa Mall sekarang, tapi tenang saja Rut. aku tidak akan minta beli sesuatu, aku sudah tua aku hanya penasaran saja" jelas nenek Alana berharap di ajak.


Kakek Rut tersenyum mendengar ucapan nenek Alana yang menurutnya sangat lucu.


"Kamu boleh ikut Alana" ucap kakek Rut lagi.


"Terimakasih Rut" balas nenek Alana senang.


Olivia tersenyum lalu dia mengajak nenek nya untuk menunggu di ruang tamu.


Tak lama kemudian Roxy datang, dia membawa 2 bungkus bakso pesanan kakek nya.


"Kakek mana?" tanya Roxy.


"Di dalam" balas Olivia cepat.


Lalu mata Roxy melihat nenek Alana yang juga membawa tas, bisa dia tebak dia akan membawa lansia.


"Nenek ikut?" tanya Roxy memastikan.


"Ya, apa ada masalah?" tanya nenek Alana.


Dan Roxy menggeleng.


"Oke, aku akan menyimpan bakso dulu" Roxy masuk ke dalam rumah.


Tapi saat Roxy baru menyimpan kresek berisi bakso nya di meja Roxy malah melihat kakeknya yang sudah berpakaian rapih.


"Jangan bilang kakek juga akan ikut" ucap Roxy memastikan.


"Kenapa? kamu keberatan, uang kakek banyak terserah kakek mau kemanapun" sahut kakek Rut sewot.


"Terserah" balas Roxy yang memilih tak banyak bicara.


Lalu keduanya berjalan ke luar bersama, dan kali ini nenek Alana yang bereaksi.


"Rut kau ikut?" tanya nenek Alana.


"Ya, sebenarnya aku malas Alana. tapi Roxy memaksa ku karena katanya dia takut tidak bisa menjaga dua wanita sekaligus jadi dia merengek meminta ku untuk ikut" sahut kakek Rut penuh dusta.


Yang langsung mendapatkan ekspresi wajah masam Roxy yang kesal dengan tuduhan kakek nya yang menyebalkan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗