
Roxy masih menyangkal tuduhan yang dilayangkan sang kakek. Dia tidak mengakui telah memperkosa Olivia. Saat ini, Roxy sedang disidang oleh kakeknya. Kakek Rut terus memaksanya untuk mengakui perbuatannya.
"Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak melakukannya, kakek," kata Roxy tegas.
"Kau tidak melakukannya, tapi bukti darah di sprei-mu tidak membuatmu aman. Cepat mengaku saja," balas Kakek Rut.
"Kakek sangat lucu. Apa yang harus aku akui jika aku sendiri tidak melakukan itu," balas Roxy sewot.
Membuat Kakek Rut menatap tajam sang cucu.
"Kau tidak merasa melakukannya karena kau sedang mabuk. Sudah mengaku saja, jangan membuat kakek murka!" tegas Kakek Rut lagi.
Roxy menghembuskan nafasnya kasar. Kakeknya benar-benar tidak memihaknya.
"Via!" panggil Kakek Rut.
Lama Olivia datang, hingga gadis itu berjalan dengan langkah yang seperti menahan sakit. Kakek Rut melihat Olivia dan langsung menyuruhnya untuk duduk di dekat Roxy. Namun, Olivia seperti menjaga jarak dan malah duduk di sofa lain. Dia masih sedikit takut pada Roxy yang telah memperkosanya.
"Via, kakek mau bertanya padamu," kata Kakek Rut.
"Ya tuan, silakan," balas Olivia menunduk.
Kakek Rut melihat gelagat Olivia yang semakin terlihat berbeda, dia tahu jika Olivia saat ini pasti sedang merasa ketakutan.
"Apa yang Roxy lakukan tadi malam?" tanya Kakek Rut.
"Hah?"
"Maksud Tuan?" tanya Olivia pura-pura tidak mengerti.
"Jangan pura-pura tidak mengerti. Kamu ceritakan saja apa yang terjadi semalam antara kamu dan Roxy, dan Kakek ingin kamu jujur pada Kakek," jelas Kakek Rut.
Olivia melihat ke arah Roxy, dan wajah pria itu terlihat seperti memberikan kode untuk bungkam. Namun Olivia tidak mau menjadi wanita bodoh yang bisa diam saja menerima perlakuan tak menyenangkan yang dia alami semalam.
"Iya tuan, semalam, Tuan Muda telah memperkosaku," jawab Olivia dengan menunduk.
"Hey, jangan bohong. Aku tidak memperkosamu. Jangan sok cantik, kau bukan tipiku!" sewot Roxy marah.
"Tapi Tuan benar-benar memperkosaku. Saya bersumpah jika Tuan telah melakukan hal yang tidak pantas pada saya semalam," balas Olivia dengan tatapan marahnya.
"Cih, membawa sumpah padahal kau tahu sendiri aku mabuk. Apa mungkin kau memang berniat mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menjebakku?" tuduh Roxy dengan wajah menyebalkannya.
"Tuan memang memperkosaku, apa Tuan tidak ingat permohonan saya yang meminta dilepaskan, tapi Tuan malah semakin ganas melakukannya?" Olivia menjawab dengan wajah marahnya.
Roxy mendengar ucapan Olivia sangat kesal, dia mengumpati pembantu kakeknya yang berani menjebaknya di depan kakeknya. Kakek Rut juga bukan orang bodoh yang bisa mempercayai satu sisi, tapi di sini dia lebih percaya pada Olivia yang sudah dia kenal sikapnya. Sedangkan untuk cucunya, Kakek Rut tahu kenakalan cucunya yang dihukum oleh putranya ke rumahnya.
"Kakek, jangan percaya pembantu ini. Dia mau harta kakek sehingga menjebakku," kata Roxy, berharap kakeknya setuju dengan kebohongannya.
Kakek Rut diam cukup lama, dan itu membuat Olivia sedih karena berpikir jika dia mungkin tidak akan mendapatkan keadilan.
Tiba-tiba kakek Rut bangkit dan mendekati Roxy. Tangan berulur dan menepuk pundak sang cucu.
"Aku tahu kakek pasti sangat mengenalmu," ucap Roxy senang mendapatkan kepercayaan kakeknya.
"Ya, kakek sangat mengenalmu," balas Kakek Rut.
Olivia semakin merasa sedih. Dia beranjak dari duduknya dan berniat pergi, namun langkahnya terhenti setelah mendengar suara Kakek Rut.
"Saking mengenalmu, kakek tidak butuh bukti banyak untuk membuktikanmu bersalah. Besok kakek akan mengurus pernikahanmu. Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan," kata Kakek Rut tegas.
"Kakek, apa maksud kakek? Aku cucu kakek. Kenapa kakek tega menyuruhku menikahi gadis tidak jelas seperti dia," Roxy menjawab dengan wajah tidak terima.
"Ya, kamu cucuku, maka dari itu kakek mau kamu bertanggung jawab," balas Kakek Rut enteng.
Roxy menggeleng. Dia tidak akan pernah mau menikahi Olivia, pembantu kakeknya.
"Kalau aku tidak mau, kakek tidak bisa memaksaku," kata Roxy tegas.
"Terserah, tapi asal kamu tahu saja jika daddy-mu sudah setuju untuk menikahkanmu dengan Olivia, bahkan mereka akan memberikan hadiah banyak," jelas Kakek Rut lagi.
Membuat Roxy melotot. Dia tidak percaya semudah itu kakeknya membuat orangtuanya percaya pada apa yang dia lakukan.
"Kalian sekongkol!" Roxy menatap tajam ke arah Olivia.
"Saya korban," ucap Olivia membela diri.
"Cih, korban tapi membuat kesal. Sudah sewajarnya jika gatal akan ditusuk," ketus Roxy, membuat Olivia menunduk.
Jelas itu hanya suara refleks karena rasa sakitnya berubah menjadi rasa yang aneh.🌹
Jangan lupa like, comment, dan vote ya❤🤗🙏