I Love Hot Daddy

I Love Hot Daddy
Jatah



Malam nya harinya sebelum tidur Olivia menemani sang nenek di kamar nya, dia memijat kaki neneknya karena sudah lama tak melakukannya.


"Sudah, lebih baik kamu cepat kekamar nanti suamiku nyariin" kata nenek Alana mengusir.


"Tidak apa nek, lagi pula jatah nya seminggu dua kali kok dan sekarang bukan jatah nya" jelas Olivia random.


"Kamu ini, pengantin baru satu hari udah bikin jadwal segala, harusnya pengantin baru itu tiap hari main nya" jelas nenek Alana menceramahi.


"Ngapain setiap hari, kan sakit" balas Olivia polos.


Membuat nenek Alana tertawa, lalu tangan nya terulur untuk mengusap pipi cucunya.


"Kamu cantik, sudah sana pergi nanti Roxy nyariin lagi" kata nenek Alana lagi.


Huh..


Olivia akhirnya bangkit dari duduk nya, die mencium pipi nenek Alana lalu tersenyum.


"Aku pergi, nek" kata Olivia.


Nenek Alana hanya mengangguk, lalu pintu pun tertutup kini hanya ada nenek Alana sendirian di kamar.


Dia menghembuskan nafasnya panjang, dia benar-benar tidak pernah menyangka jika akan ber besanan dengan mantan kekasih di saat SMA dulu.


"Rut, dia benar-benar menunjukkan jika dia akan sukses. Mama dan Papa pasti menyesal karena melarang ku berhubungan dengan Rut" gumam nenek Alana sambil merebahkan tubuhnya lalu perlahan memejamkan matanya dan tertidur.


Sedangakan Olivia yang baru keluar dari kamar nenek nya dia berpapasan dengan Roxy yang sudah berpakaian rapih.


"Mau kemana?" tanya Olivia.


"Kemana aku apa urusan mu? minggir" ketus Roxy sedikit mendorong Olivia.


"Jika kamu pergi aku akan mengadukan mu pada kakek" ancam Olivia.


Yang mana di jawab dengan senyuman enteng Roxy.


"Lakukan lah, dan setelah itu paling nenek mu tau jika cucu nya hanyalah gadis penggoda yang di nikahi karena terpaksa" ucap Roxy santai lalu pergi meninggalkan Olivia yang mematung di tempat nya.


"Sabar Olivia, ini baru permulaan kamu pasti bisa meluluhkan tuan muda arogan itu" gumam Olivia mencoba menahan rasa sakit karena sering di hina oleh pria yang menjadi suaminya sendiri.


****


Di club nampak Roxy yang baru datang, dia langsung mengambil minuman yang di pegang Mark.


"Ck, kau suka sekali mengambil minuman ku" gerutu Mark kesal.


"Aku sedang ingin marah" kata Roxy melirik tajam pada Mark.


Membuat Mark nyengir dan menambah kembali alcohol ke dalam gelas yang di pegang oleh Roxy.


Billy melihat wajah kacau Sahabat nya, dia yang pertama tau masalah Roxy dan ya Billy sedikit simpati pada teman nya itu.


"Apa yang akan kalian lakukan jika menikah dengan wanita yang tidak kalian kenal bahkan cinta" tanya Roxy tiba-tiba.


"Aku akan menolak, enak saja nikah dengan wanita yang tidak di kenal, bagaimana kalau wanita itu matre? jelek dan lainnya" Mark berkomentar dengan apa adanya pemikiran nya.


Roxy melirik Billy yang masih diam.


"Kalau menurutku lebih baik di lihat dulu, setidaknya pastikan dulu jika kita nyaman atau tidak, itu yang utama" ucap Billy yang pemikiran nya lebih dewasa daripada Mark.


Roxy diam mendengar ucapan Billy, lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menstransfer uang yang dia pinjam kemarin.


"Dia menolak uangku" kata Roxy.


"Siapa?" tanya Mark yang mabuk.


"Diamlah, fokus dengan minuman mu saja" kata Roxy pada Mark, membuat Mark kembali fokus pada minuman nya dan juga wanita yang menemani nya.


"Apa alasan dia menolak uang mu?" tanya Billy.


"Katanya dia tidak mau" balas Roxy.


"Dan apa pendapatmu?" tanya Billy lagi.


Roxy diam nampak berpikir.


"Mungkin dia mau uang yang lebih banyak lagi, dia penjilat dan selalu memiliki cara untuk mendekati kakek ku" kata Roxy dengan wajah kesal nya.


Billy manggut-manggut, dia tidak tau seperti apa Olivia yang pernah dua kali dia temui, tapi menurut pandangan nya Olivia terlihat seperti wanita yang overthinking, dan tidak neko-neko.


"Apa menurut mu aku harus melibatkan Syella dalam hubungan ku?" tanya Roxy.


"No, menurut ku dia akan membuat hidup mu rusak. lebih baik jalani saja selebihnya biarkan kau rasakan sendiri karena menikah dengan Via itu adalah bukti tanggungjawab mu" kata Billy seperti biasanya selalu memberikan tanggapan yang lebih positif.


Lain dengan Mark yang sudah teler dan bahkan tak sedar jika sleting celana nya sudah terbuka dan pentungan nya mulai di mainkan seorang wanita panggilan.


Roxy berniat kembali meneguk satu gelas lagi tapi di hentikan oleh Billy yang tau jika Roxy di awasi orang suruhan Daddy nya.


"Pulanglah, kau tidak boleh mabuk" kata Billy menarik Roxy dari sofa.


Roxy sebenarnya malas untuk pulang tapin memikirkan hanya kakek nya yang bisa memberinya uang Roxy pun akhirnya memilih untuk pulang saja.


Roxy pulang larut malam, dia nampak mengendap-ngendap masuk ke dalam rumah, tapi belum dia sampai ke tangga tiba-tiba lampu yang semula mati tiba-tiba menyala.


"Roxy, dari mana?" tanya nenek Alana kaget melihat Roxy yang ada di dekat ruang TV.


"Aku lapar dan baru selesai makan" jawab Roxy beralasan.


"Via tidur?" tanya nenek Alana.


"Hem, dia tidur" balas Roxy lagi.


"Dia pasti lelah, pergilah ke kamar mu kasihan Via pasti kedinginan mau di peluk" kata nenek Alana lagi.


Dan Roxy tak menjawab lagi, Roxy memilih pergi ke kamar nya dan saat membuka pintu kamar nya alangkah kagetnya dia melihat Olivia yang memakai lingerie seksi.


Glekk!


Roxy normal!


Di hadapkan dengan yang seperti ini tentu saja Roxy merasa gerah.


"Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?" tanya Roxy pura-pura tidak tergoda.


Olivia yang kebetulan belum tidur itu melihat tubuhnya yang memang terlihat begitu seksi.


"Kenapa? mau?" tanya Olivia dengan wajah santai nya.


"Tidak!" balas Roxy reflek.


"Ya udah, kalau nggak mau aku tidur saja. sayang banget nunggu lama tapi nggak di sentuh" udap Olivia sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Dan Roxy masih berpura-pura tidak tertarik, dia merebahkan tubuhnya di ranjang tapi belum satu menit Roxy sudah tidak bisa mengontrol dirinya dan langsung naik ke atas tubuh Olivia.


"Ini aku lakukan karena malam ini adalah malam pertama kita, bukan karena aku mau" kata Roxy tegas.


"Oke, malam pertama" balas Olivia tersenyum seolah mengejek.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏