
Seminggu berlalu setelah Olivia meminta pisah Roxy selalu pulang malam, tak hanya itu Roxy juga sering mabuk-mabukan tak jelas.
Saat ini Roxy sedang tidur, di dalam mimpinya dia melihat Olivia yang mentertawakan nya dan terlihat seperti sedang bersama pria lain.
"Via, siapa pria itu" tanya Roxy yang tak terlalu jelas melihat pria itu.
"Dia calon ayah dari anak ku" balas Olivia cepat.
"Jadi kamu mau bercerai dengan ku karena kamu sudah memiliki pengganti, cih dasar murahan!" kata Roxy menghina.
Olivia mendekat, dia langsung menampar Roxy dengan keras.
"Pria menyedihkan seperti mu memang tak pantas menjadi seorang ayah, kamu terlalu buruk untuk menjadi seorang ayah" ucap Olivia dengan wajah marah nya.
"Apa maksud mu?" tanya Roxy.
Tapi Olivia malah pergi, dan Roxy mengikuti Olivia hingga dia melihat Olivia yang berjalan di dekat danau.
Roxy tiba-tiba oleng dan tubuhnya seketika tidak bisa berjalan dengan seimbang hingga..
Byurr!
Roxy jatuh ke dalam air danau yang sangat dingin sekali.
Di alam nyata nampak bibi Lin yang dengan ragu menyiramkan seember air es perintah majikan nya.
Tubuh Roxy di guyur satu ember air es oleh bibi Lin, dan Roxy seketika membuka matanya.
"Aaa air es!" teriak Roxy bangun.
Roxy yang bangun itu kaget melihat bibi Lin yang memegang ember, dan berarti saat dirinya jatuh ke danau itu adalah mimpi nya.
"Jadi kau yang menyiram ku!" tanya Roxy melotot tajam.
"Maaf tuan saya di su_" ucap bibi Lin terpotong.
"Beraninya kau melakukan itu hah! kau hanya pembantu dan kau tau siapa aku hah, aku cucu s atu-satunya di keluarga ini, aku pewaris kekayaan kakek Rut kau tau itukan!" teriak Roxy murka.
Kakek Rut masuk dia melihat bibi Lin yang nampak ketakutan di marahi cucunya.
"Lin pergi dari sini" titah kakek Rut.
"Baik tuan" bibi Lin langsung buru-buru pergi.
Kini hanya tinggal kakek Rut dan Roxy berdua, kakek Rut berjalan ke arah almari dan dengan santai mengeluarkan baju-baju cucunya.
"Kakek apa maksud semua ini? kakek ingin mengusir ku?" tanya Roxy sambil menyimpan kembali baju-baju nya di almari.
"Ya, kalau perlu kau tinggal di kolong jembatan" balas kakek Rut kejam.
"Yang benar saja, kakek mengusir ku karena aku bercerai dengan Via? come on kek, aku cucu kakek bukan dia" ucap Roxy dengan wajah seriusnya.
Membuat kakek Rut menghentikan gerakan tangan nya yang masih mengeluarkan baju cucu nya lalu melihat ke arah Roxy.
"Kau memang cucu ku, tapi Via adalah cucuku yang sebenarnya karena dia lebih baik dari mu" balas kakek Rut tegas.
Dan jawaban sang kakek jelas membuat Roxy heran, ini pertama kalinya dia mendengar jika seorang kakek akan lebih perduli pada orang lain bukan cucunya sendiri.
Kakek Rut lanjut mengeluarkan pakaian Roxy, hingga membuat Roxy geram dan menutup almari nya.
"Kakek, aku cucu kakek! dia bukan" kesal Roxy sedikit emosi.
Dan puncak nya adalah semalam di mana Roxy pulang dengan banyak bakas tanda merah, hal itu membuat kakek Rut sangat geram dan ingin mengusir Roxy sekalipun Roxy adalah cucunya.
"Kau bukan cucuku, aku tidak punya cucu yang tidak bertanggung jawab seperti mu" tegas kakek Rut lagi.
"Dia yang meminta pisah, bukan aku" balas Roxy tak kalah tegas.
"Itu semua karena kelakuan mu, pokoknya kakek tidak akan mentoleransi mu lagi, kau harus enyah dari rumah kakek! harta perushaan semuanya akan kakek berikan pada orang yang lebih membutuhkan" ucap kakek Rut lagi.
Wajahnya terlihat begitu marah, membuat Roxy yakin jika saat ini kakek nya tidak main-main.
"Kakek maafkan aku, jangan usir aku" mohon Roxy sambil memeluk kaki kakek Rut.
"Sekarang kau sadar kan jika yang berkuasa adalah aku, kemana saja kau selama ini hah cucu tengik!" marah kakek Rut sambil melihat lurus ke depan.
"Kakek aku memang salah, tapi aku janji aku akan memperbaiki semua nya" balas Roxy lagi.
"Terlambat" kata kakek Rut lagi.
"Tidak kakek aku mohon jangan usir aku, aku akan melakukan apapun yang kakek mau" ucap Roxy memohon.
Membuat kakek Rut melirik ke bawah dimana Roxy sedang memeluk kakinya, dan terlihat seperti mengakui kesalahan nya.
"Cepat pergi!" perintah kakek Rut lagi.
"Kakek aku mohon" Roxy kali ini mengiba.
"Oke, kakek akan memberikan satu kesempatan untuk mu" ucap kakek Rut.
"Terimakasih kek, aku tau kakek memang yang terbaik" balas Roxy langsung berdiri.
"Cih, jangan senang dulu, semuanya tidak gratis kamu harus hadir di saat proses mediasi" kata kakek Rut.
"Oke, aku akan datang" ucap Roxy enteng.
"Bagus, selain itu ada lagi yang harus kamu lakukan" lanjut kakek Rut.
"Apa?" tanya Roxy menyahut dengan cepat.
Kekek Rut tersenyum mengerigai, lalu berbisik pada Roxy.
Hah?
"Yang benar saja, aku tidak mau!" tolak Roxy cepat.
"Terserah, jika kau tidak mau maka kau benar-benar akan terusir dari sini" balas kakek Rut enteng.
Roxy diam, dia jelas tidak mau hidup di perkampungan dan pastinya rumah nya juga akan jelek seperti rumah istrinya.
Hufh..
"Baiklah, tapi hanya satu bulan" Roxy memilih setuju karena tak mau di coret dari ahli waris.
Sedangkan kakek Rut dia nampak tersenyum senang karena rencana nya berhasil.
"Alana aku datang" batin kakek Rut tersenyum karena bukan hanya Roxy yang akan tinggal di sana, tapi dia juga akan tinggal dengan cucunya guna untuk memperjuangkan cintanya.
🌹
jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗