I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
After Ending



Enam bulan telah berlalu, Tak ada lagi masalah yang datang menghampiri keluarga mereka. Kini nama Vallerie telah dikenal oleh publik di seluruh penjuru dunia karena bakat seorang model cantik yang memiliki bentuk tubuh bagus dan juga terlahir dari keluarga baik. Valleria juga banyak mendapatkan tawaran untuk menjadi peran utama di drama- drama terkenal. Namun, untuk hal itu Finley tak mengizinkannya untuk menjadi seorang artis karena kegiatan Vallerie akan penuh nantinya dan waktu istirahatnya akan kurang jika ia menjadi seorang artis.


Begitu pula Finley yang telah membawa nama perusahaan Harris Group ke perusahaan IT nomor satu seluruh dunia. Kini Harris Group tidak lagi menjadi perusahaan yang terkenal di Seoul saja. Bahkan di kota – kota berkembang yang sedang dalam proses menjadi kota maju sudah terdapat cabang perusahaan Harris Group dengan tingkat perekrutan karyawan lebih besar untuk mencegah terjadinya banyak pengangguran di dunia.


Tak hanya itu, Fgame pun juga semakin lama semakin meroket ke puncak Game Online terkenal dengan membatasi anak- anak di bawah umur untuk mengakses Game terlalu sering. Egi selaku CEO dari Fgame kini telah memuncaki berbagai brand Game online di berbagai negara.


“lu kalau masih gila kerja, mending gue jodohin Amanda sama konglomerat aja deh” ujar Vallerie


“Mending Tanda tanganin dulu surat pindah tangan rumah ini ke gue” jawab Levi


Karena Vallerie yang sudah beberapa bulan ini tidak tinggal di rumah Harris itu, ia menjanjikan akan penganti


pemilik nama rumah itu menjadi nama Levi asalkan Levi menikahi Amanda segera mungkin.


“Lu aja belum nikahin Amanda” sambung Finley


“Gue belum naik pangkat” Levi ngeles


Finley dan Vallerie melototi Levi yang tertawa canggung sembari menggaruk lehernya yang tak gatal.


“Iya iya bulan ini gue nikah. Bisa – bisanya lu bocah berdua nyerang gue 2 lawan 1” ucap Levi pelan


Finley bersama dengan Vallerie itu seketika pergi begitu saja, meninggalkan Levi yang masih mengoceh enggak jelas sendirian.


“Woi, gue masih abang kalian ya!” teriak Levi saat melihat kedua orang itu pergi begitu saja


Levi juga sebenarnya punya kejutan untuk Amanda yang dimana ia akan memberitahu bahwa besok ia akan naik pangkat menjadi Jenderal Polisi dan di hari itu pula ia akan melamar Amanda. Karena ia mendapatkan pangkat itu di usianya yang hampir 30 tahun, ia tak ingin menyia-yiakan waktu untuk memiliki sebuah keluarga.


Sementara itu, kegiatan Syam kini menjalani hari dengan berjalan-jalan keseluruh penjuru dunia untuk menikmati kesendirian dengan mengexplore alam, itu juga atas usul dari Vallerie agar Syam tidak suntuk berada di rumah terus. Dan untuk menjaga keselamatan Syam, Finley telah mengirimkan beberapa orang untuk menjaga Syam selama perjalanannya kesana kemari.


 


                                                                                 ***


Saat Vallerie sedang berada di kantor untuk menemani Finley bekerja sampai waktu pulang tiba, ia menunggu


sembari duduk dan hanya membaca majalah.


“kamu enggak bosan?” tanya Finley yang masih fokus pada pekerjaannya.


Vallerie yang tengah duduk di sofa ruangan Finley itu, berjalan menghampiri Finley ke meja kerja. Ia berdiri di


belakang kursi Finley itu sembari memengi kedua pundak Finley dan bersandar di bahunya.


“Kalau nanya itu, Lihat ke orangnya bukan ke komputer”


Tangan Finley pun berhenti mengotak – atik keyboard komputernya. Ia memutarkan kursinya ke belakang agar dapat menghadap ke istrinya itu.


“jangan mancing val”


“orang aku lagi di kantor kamu, gimana ceritanya bisa jadi mancing” jawab Vallerie tertawa kecil


“Ekhemm”


Mendengar jelas suara Naufal dari arah pintu membuat Vallerie mendorong Finley agar menjauh darinya dan


melepaskan ciumannya itu.


“ingat tempat dong, kasihan gue jomblo lihat begituan” ujar Naufal


“Lo mah enggak bisa ngetok dulu” jawab Finley kesal


Naufal pun berjalan menghampiri meja Finley dengan membawa sebuah berkas hasil rapat direksi pembangunan kemarin siang dan pergi meninggalkan ruangan Finley itu.


Vallerie yang kembali duduk di sofa depan meja Finley dengan kedua pipi memerah membuat Finley melihat ke arahnya dengan gemas. Kini Finley yang berjalan menghampirinya di sofa itu.


“Tadi ganas, sekarang kok kalem” ujar Finley sembari duduk di sebelah Vallerie


“ish, diam deh” jawa Vallerie tak melihat ke arah Finley di sebelahnya.


Finley memegang dagu Vallerie untuk memutar kepala Vallerie agar bisa menghadap ke arahnya. Mereka memandang satu sama lain untuk beberapa saat sampai Finley kembali ingin mendekatkan wajahnya ke wajah Vallerie untuk memulai kembali kegiataan mereka yang di kacaukan oleh Naufal tadi.


Namun, Vallerie memalingkan wajahnya dan membuat Finley bingung akan itu tetapi beberapa detik kemudian Vallerie berbalik kehadapan Finley dan mulai membisikkan sesuatu.


“Bisa kita pulang sekarang” bisik Vallerie dengan kata sedikit menggoda


Finley memegang kedua pundak Vallerie dan menghadapakan wajah Vallerie di depan wajahnya,karena setelah mendengar bisikan Vallerie itu membuat Finley mengerti dan langsung membuka lebar matanya.


“Ayo pulang”


Di jam yang menunjukkan pukul 5 sore itu, Finley pergi menggandeng tangan Vallerie untuk keluar kantor dan


pulang lebih awal dari biasanya.


Dan saat keluar dari ruanganya, Finley mengatakan pada semua karyawannya untuk bisa pulang lebih awal hari ini karena hari ini juga tepat malam minggu pasti akan membuat para karyawannya senang bisa pulang lebih awal dari biasanya.


“Thank’s you BOS”


Semua karyawan yang meja kerjanya di lewati Finley, membungkuk memberi salam dan dilanjutkan oleh sorakan kegembiraan dari karyawan Harris Group di berbagai bidangnya.


“Semoga cepat dapat momongan Bos” teriak karyawan Finley di bidang pemasaran.


Mendengar itu, membuat Vallerie malu dan Finley tersenyum lebar. Mereka memasuki Lift untuk turun ke lantai dasar.


“Karyawan aku pintar”


Finley mengatakan sambil senyam – senyum sendiri sebab semua karyawannya tau akan hal yang akan ia lakukan malam ini. Sedangkan Vallerie hanya diam sembari memegangi kedua pipinya yang memerah malu.


I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)


Jejak mu , semangat ku :)