
Pagi hari itu, harris merasakan tajamnya pisau yang menancap di bagian belakang badannya. Tak berhenti disitu harris masih bertenaga untuk kembali berbalik, melihat orang yang telah berbuat begitu kepadanya.
Melihat harris yang tengah melihat ke arahnya, orang tersebut terkejut dengan tangan yang bergetar hebat. Saking ketakutan ia kembali menusuk bagian depan badan harris dengan tangan yang bergetar.
Kini harris sudah kehilangan tenaga, ia pun mulai lemas dan tergeletak di lantai kamar apartement itu sambil memegangi pisau yang menancap di bagian perut nya.
Orang yang telah berbuat itu, melihat sekilas keadaan harris sebelum ia meninggalkan tempat itu, ia tak mengetahui apakah wajahnya terlihat oleh harris atau tidak.
Setelah orang itu pergi meninggalkan harris tergeletak di lantai tanpa sepengetahuan orang lain, membuat banyak darah menggalir di sepanjang lantai. Sampai setengah jam kemudian barulah finley dan vallerie menemukan harris di kamar apartement itu.
“dad? Daddy” vallerrie sesegukkan melihat daddy nya dilumuri banyak darah
Sedangkan finley yang terkejut setengah mati, langsung menelefon polisi dan juga ambulance di saat yang bersamaan.
Selagi menunggu ambulance datang, finley berusaha menyelamatkan harris sampai vallerie berakhir pingsan di samping daddy nya itu, setelah mengecek pernafasan harris yang tak terasa keluar lagi dari hidungnya.
Finley pun berada di posisi sulit sebelum ambulance dan polisi tiba di lokasi kejadian.
Hanya butuh waktu lima menit saja, ambulance lebih dulu datang sehingga keduanya dibawa secara bersamaan, sementara finley menghubungi Syam untuk segera menyusul ke rumah sakit sebab ia akan menunggu polisi mengenai kasus yang terjadi secara tiba-tiba.
Sahabat-sahabat finley telah mendengar kabar duka tersebut, membuat semuanya menuju rumah sakit terrutama Levi yang menganggap harris adalah orang tua nya. Sedangkan finley membawa Egi bersamanya untuk ikut menyelidiki kasus ini.
Disaat yang bersamaan, egi dan polisi tiba di lokasi. Polisi melihat sekeliling kamar tersebut dan sebagian lainnya pergi mengecek cctv yang tersedia.
“ini sepertinya sudah direncanakan dengan rapi” ujar polisi itu setelah menemukan kamera pengintai di sudut ruang tamu apartement finley itu.
“cctv di lorong ini juga dengan sengaja di retas semalam” kata polisi lain yang mengecek ruangan cctv.
“kami akan membawa semua barang bukti yang ada disini, kami juga butuh kesaksian ddan kerjasama anda akan masalah ini” ucap salah satu polisi itu sembari pergi meninggalkan tempat kejadian.
Finley pun hanya menganggukkan kepalanya, menandakan ia setuju akan semua yag dikatakan polisi tersebut kepadanya.
“sekarang kita nyusul ke rumah sakit dulu fin, biar gue yang nyetir”
Dan mereka pun menuju kerumah sakit tempat harris di rawat. Sepanjang jalan itu finley hanya terdiam melihat keluar jendela sepanjang jalan.
Sesampainya dirumah sakit itu, tampak vallerrie sudah sadar dari pingsannya dan kini ia sedang menunggu di depan ruang tunggu ICU. Yang dimana saat itu harris sedang menjalani operasi organ.
Syam juga terlihat sedang menangis di pojok ruangan, sedangkan levi melihat ke arah finley dengan matanya yang mulai memerah.
“lo kemana aja hah? Kenapa bisa om harris datang ke apartement lo” ujar levi dengan emosi nya yang meluap
“bukan waktunya lo untuk nyalahin oran” jawab Egi
Semua mulai kembali hening. Sementara finley yang merasakan sakit di hatinya melihat sehari yang lalu kebahagian di dalam keluarganya kembali terasa hangat sampai di hari berikutnya hal ini terjadi membuat luka di hatinya semakin dalam, pasal semua orang yang ia sayangi tengah kalut dan diselimuti air mata.
Sampai dokter dari ruangan ICU keluar memecahkan keheningan, syam yang disana lebih tua mewakili untuk bertanya kepada dokter tentang keadaan Harris.
Semua menunduk sebab dokter yang keluar itu dengan muka sedikit mulai lelah, sebelum dokter mengeluarkan satu kalimat dari mulutnya.
“jangan katakan hal yang gak masuk akal dok” vallerie berkata dengan sesegukkan.
“saya tak bisa berbuat apa-apa, pak harris tidak dapat diselamatkan” ujar dokter
Satu kalimat itu bagaikan petir yang menyambar di pagi hari bagi seorang vallerie, kini ia sudah menjadi anak yatim piatu di hari pertama status menikahnya.
Air mata tak henti mengalir dari wajah vallerie, Levi berjalan kearah vallerie untuk memeluk gadis itu. Karena suasana sedang duka dan yang lainnya menganggap levi sudah sebagai abang bagi vallerie, membuat tak
ada terpikir kata cemburu dari amanda apalagi finley.
Dengan tatapan berat hati, semua orang disana melihat mayat harris di keluarkan menuju ruangan mayat untuk dilakukan otopsi lanjutan dari pihak polisi.
Vallerie juga yang keadaannya lemah saat ini, di suruh syam untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu..
Sedangkan finley dan levi ikut dalam penyelidikkan oleh pihak polisi, tetapi lev masih berpikiran bahwa semua kejadian itu adalah ulah finley, finley sendiri dalangnya. Oleh karena itu, ia membawa vallerie pergi pagi-pagi sekali dan tanpa membawa handphone.
“gimana mungkin finley mencelakai mertuanya sendiri?” naufal ikut emosi melihat tingkah levi yang sedari tadi meragukan finley.
“bukan saatnya kalian berantem” ujar vika menengahi mereka yang tengah saling mencurigai satu sama lain.
Mereka pun berpisah di ruang introgasi polisi, yang dimana polisi mengeluarkan bukti dari handphone harris dan menemukan sebuah pesan singkat, mengenai kerusakan makam mommy nya vallerie.
“saya baru saja dari makam tersebut, tak ada yang terjadi” ujar levi yang tadi pagi berada di makam mommy vallerie itu karena ia tak bisa berkunjung besok.
“alamat IP dari pesan singkat itu berlokasi di kampus besar yaitu Seoul University, dan soal kamera pengintai tidak ada bukti apa-apa yang menunjukkan pelakunya.”
“kampus vallerie?” ujar levi dan finley secara bersamaan dengan saling tatap.
Levi kini mulai berpikir bahwa pelakunya adalah salah satu dari orang yang membenci vallerie . Namun, pikiran finley mengatakan hal yang berbeda. Athalla adalah orang yang ia curigai saat ini.
Setelah selesai memberi kesaksian pada polisi, finley menuju ke kantor song techonology untuk mencari keberadaan athalla, ia tak sendiri levi ikut bersamanya agar levi percaya ini bukan kesalahannya.
“lo gila, pelan ae kali” levi sedikit beteriak sedikit pada finley karena finley membawa mobil dengan sangat ngebut
Finley hanya fokus pada perjalanan itu, hingga akhirnya mereka tiba di depan kantor Song Technology. Sesampainya disana finley langsung turun dari mobil tersebut dengan langkah cepat ia tak segan-segan memasuki kantor athalla it.
Muka finley yang sangat menampakkan kemarahannya ketika berjalan menuju ruangan athalla membuat semua karyawan Song technology yang notabennya sudah mengenal Finley, ketakutan sekaligus heran.
saat di depan meja resepsionis kantor itu, finley menanyakan keberadaan athalla.
“Panggil athalla kesini sekarang” bentak finley
“ma-maaf pak, pak athalla sedang tidak berada di kantor” resepsionis itu menjawab terbata-bata karena takut.
Finley kemudian menyeringai, keberadaan athalla yang tidak berada di kantor itu membuatnya semakin yakin dalang dari semua ini, adalah athalla.
Levi yang tadinya ketinggalan , kini sudah berada didalam kantor bertepatan dengan Alfi yang baru saja keluar dari ruangannya. Mereka berdua melihat para karyawan tengah berkumpul di sekitar ruang resepsionis.
“ada apa ini” ujar alfi tak tau
Salah satu karyawan pun menjawab dengan bahasa non verbal yaitu menunjuk finley dengan mencondongkan mulutnya ke arah finley berdiri.
Disaat melihat finley berada dikantorny, alfi seketika geram dibuatnya pasalnya ia baru saja kehilangan vallerie, mantan kekasihnya dulu tepat kemaren pernikahan mereka.
Alfi hendak menyusul dan memarahi finley. Namun, athalla datang dengan tampang polos, menggunakan setelan jas rapi, seakan baru selesai meeting di luar kantor.
“eh fin, ada apa?” tanya athalla saat matanya tertuju pada finley yang berada di kantornya.
Dengan tatapan membunuh, finley berbalik menghadap athalla.
“LO PEMBUNUH!”
Finley berkata dengan sangat kencangnya, semua orang yang mendengar langsung terkejut sedangkan athalla terdiam sejenak.
Melihat sikap athalla seperti sedang menyembunyikan sesuatu membuat finley semakin tak bisa lagi menyembunyikan amarahnya.
“bugh”
Satu pukulan mendarat langsung di wajah athalla, karena saat itu athalla tengah hanyut dalam diamnya membuat badan tak seimbang lalu tersungkur di lantai.
Melihat kejadian itu membuat alfi dan levi membantu memisahkan mereka, raut wajah finley yang penuh dengan amarah saja sudah membuat orang sekitar takut.
“lo jangan nuduh orang sembarangan fin, enggak ada bukti” bisik Levi
“nuduh orang sembarang, bawa sini bukti lo” alfi menjawab tanpa takut
Tetapi athalla yang kini merasakan gemetar dari ujung kaki hingga kepalanya,mendengar ucapan alfi yang membuatnya takut setengah mati.
Kesabaran finley di uji lagi oleh alfi, kini ia pun tak segan-segan melayangkan pukulan nya lagi ke arah alfi.
“gue tau badan lo gede, tapi badan gue juga gede” ujar levi yang menahan finley dan kini membawanya keluar dari kantor itu.
Selagi di seret oleh Levi, finley masih berteriak “lo lupa siapa gue? Gue pastiin lo bakal membusuk di penjara!”
I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
jejak mu , semangat ku :)