I Can'T Control Myself

I Can'T Control Myself
cinta? 18+



warning untuk para pembaca di bawah 18 tahun untuk tidak membacanya demi kenyamanan bersama. saya selaku author pun geli menulis cerita seperti ini _^


Selama perjalanan finley hanya memikirkan sebuah alasan agar vallerie dapat menunda pernikahan mereka, sebab finley sedari kemarin selalu mendapatkan firasat buruk mengenai pernikahan mereka itu.


Sesampainya di hotel YUAN itu, vallerie sudah menunggu finley di loby tetapi finley langsung menarik vallerie masuk ke dalam mobilnya.


“bahagia banget ya sexy – sexy gini!” finley sedikit membentak vallerie sambil melempar majalah yang ia bawa pada dashboard depan vallerie.


“kenapa bisa majalah ini sampai ke kamu?” tanya vallerie heran karena ia sudah meminta pada agensi nya agar majalah tersebut tidak bisa sampai ke tangan finley maupun sahabat dekatnya tanpa sepengetahuan finley.


Finley yang melihat wajah vallerie seperti sedang tertangkap basah karena ia mengetahui finley tau semua perbuatan nya itu membuat finley semakin mempunyai bahan untuk membuat vallerie menunda perrnikahan mereka tapi bukan berarti tak akan menikah.


“yaudah aku salah, maafin please” ujar vallerie membendung air mata nya


Suatu kelemahan lelaki yaitu tak bisa melihat wanita yang ia cintai menangis membuat finley pun juga tak kuasa melihat vallerie.


“aku jujur merahasiakan majalah ini dari kamu” ujar vallerie sambil terisak hampir menangis.


Finley yang mengutuk dirinya sendiri atas kelemahan seorang lelaki saat menghadapi wanita menangis disaat badan nya besar tetapi hati nya mudah tergoyah.


Tak dapat menahan lagi, finley pun memeluk vallerie yang berada di samping nya itu sambil berkata tak apa asal jangan di ulang lagi, finley pun sebenarnya tak setuju kalau vallerie menjadi seorang model karena seorang model akan menjadi pusat perhatian dan selalu memakai pakaian yang di tentukan agensinya.


Bagaimana bisa seorang wanita satu – satunya yang ia cintai, rela menjadi pusat perhatian selain perhatian dari tunangan nya sendiri, itu lah hal yang di pikirkan oleh finley dari awal mengetahui kabar vallerie diterima


menjadi seorang model.


Tanpa berkata lagi, finley melepaskan pelukan nya dan mulai melajukan mobil nya kembali menuju apartement nya.


Selama perjalanan yang hampir satu jam lebih itu, mereka berdua hanya diam tanpa bercakap sedikit pun hingga akhirnya mereka sampai di apart finley.


Vallerie yang  merasa dirinya bersalah, tak berani bertanya pada finley mengapa ia di bawa ke apart bukan balik kerumah. Vallerie hanya mengikuti finley di belakang sampai di depan pintu kamar apart nya finley berhenti dan vallerie pun menabrak nya.


“duh” vallerie merasa kepala nya sakit dan finley melihat vallerie dari layar handphone nya seperti melihat di kaca spion



“val sebenarnya aku gak bercanda pasal nikah kita bulan depan itu” ujar finley tanpa menoleh ke arah vallerie sambil ia membuka pintu kamar nya itu.


Vallerie mengikuti finley masuk kedalam, ia tak menyangka finley akan berkata begitu kepada nya


“Cuma karena majalah?” balas vallerie kesal akan ucapan finley itu


Belum sempat finley melontarkan jawaban, vallerie langsung membalikkan badan nya hendak keluar dari apart itu. Akan tetapi, finley menarik lengan vallerie hingga jatuh kepelukan nya.


“JANGAN SALAH PAHAM, BISA GAK!” kini finley membentak vallerie tanpa segan bahkan tak berpengaruh lagi saat vallerie menangis di hadapan nya.


“oke, kita sampai disini” ujar vallerie tanpa berpikir panjang


Finley geram sama vallerie, tak ada kata yang bisa ia ucapkan  hanya kali ini finley mengambil langkah tanpa menggunakan akal sehat nya.


Vallerie dan finley yang masih hadap- hadapan itu membuat finley seperti menyeret vallerie menuju kamar tidur nya dan mulai lah akal sehat finley tak terkendali lagi, finley mulai mecium bibir vallerie secara


“CUKUP!” teriak vallerie yang berhasil membuat finley melepaskan ciuman nya hingga vallerie


“kalau lo Cuma anggap gue mainan, lebih baik berhenti sekarang” sambung vallerie dengan emosinya yang meluap.


“gue Cuma mau lo paham pernikahan gak perlu dilakukan secepat ini tapi bukan berarti gue gak cinta sama lo, atau lo mau gue buktiin rasa cinta ini?” jawaban dari finley tak membuka pikiran vallerie mengenai penolakan pernikahan ini


Tak tahan melihat sikap vallerie yang sama sekali tak pernah bisa mengerti keadaan saat ini membuat finley tak berpikir panjang lagi untuk membuktikan cinta yang sebenarnya pada wanitanya itu.


Finley mengendong vallerie dan menjatuhkan nya di tempat tidur dan finley pun menimpa tubuh vallerie yang saat itu vallerie sudah berusaha sekuat tenaga untuk melawan tenaga finley yang lebih besar di banding


dirinya.


Finley memulai aksi nya tanpa memikirkan perasaan vallerie, dimulai dari bibir lalu finley mulai menciumi tubuh vallerie secara paksa.


Vallerie diam bukan berarti ia rela hanya saja ia tak kuat lagi bila seorang finley yang memiliki tubuh idaman vallerie sedari dulu dan itu adalah finley sosok laki – laki ia sudah sedari kecil ia sukai, kini vallerie pasrah akan semua hal yang dilakukan finley pada nya.


Hingga akhirnya tiba, belum finley lanjutkan hal yang lebih intim lagi


“lakuin sepuas lo, semua milik lo” ujar vallerie sembari menutup kedua mata nya.


Finley terdiam sejenak dan berbaring di sebelah vallerie, tak melanjutkan nya lagi, pikiran nya kalut antara perasaan dan firasat.


“gue harus gimana?” tanya finley pada dirinya sendiri


Namun yang lebih tak disangka lagi, vallerie kini yang menimpa tubuh finley


“gue harus ini? Biar lo mau nikahin gue” ujar vallerie sembari menciumi tubuh finley


Mereka bergantian untuk melakukan hal yang sama seperti finley di awal tadi, seorang finley yang juga seorang lelaki yang takkan bisa menahan sebuah napsu nya mengikuti permainan vallerie ini, mereka pun tak


memikirkan apa itu pernikahan, mereka hanya melanjutkan malam hari itu dengan cinta yang keduanya miliki hanya waktu yang belum menjawab kebenaran nya.


Selesai aksi mereka berdua di kasur, vallerie pun tertidur di pelukan finley. Finley melihat vallerie sambil mengusap rambut vallerie membuatnya lebih memilih mempercayai pernikahan nya di banding firasat yang


belum pasti itu.


Sementara itu, di kantor Fgame egi dan vika masih berada di kantor menyelesaikan hasil lacak dari akun yang memberikan komentar untuk membela finley itu.


“akhirnya” ujar egi merentangkan tangan nya karena telah melacak sedari tadi.


“gimana hasilnya?” tanya vika menunggu hasil nya sedari tadi


Mereka berdua menunggu beberapa saat hingga akhirnya keluar dan hasilnya menunjukkan pemilik akun itu berasal dari lokasi Song Technology.


“Song Technology?” ucap egi heran


Egi dan vika pun saling tatap tak menduga hal ini terjadi, secara Fgame dan Song selalu bertentangan. Jadi siapa gerangan orang pemilik akun tersebut masih dalam tanda tanya.


I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa