
Fgame Techonology
Disiang hari yang cerah ini, saat semua karyawan tengah sibuk dengan pekerjaan masing - masing dan naufal yang berada di ruangan finley sedang berleha - leha tak ada kerjaan jadi naufal memutuskan untuk melihat berita hangat minggu ini.
"gila, fin lo dah lihat ini?" tanya naufal sambil menunjukkan berita di layar handphone nya
"ini seriusan?" finley balik bertanya pada naufal
naufal hanya menggeleng tak percaya juga dengan berita mengenai perusahaan Song yang kehilangan banyak investasi hanya karena kalah atas hak milik game generasi kedua yang sedang Fgame rencana kan kapan peluncuran perdana nya, dan berbagai komentar jahat dari situs web berita itu para netizen seperti menyindir posisi Song Technology yang terus menerus berada di posisi kedua di bawah Fgame.
setelahnya telefon ruangan finley berdering, telefon itu dari resepsionis Fgame yang memberitahu bahwa ada seseorang ingin bertemu dengan finley dan finley pun menyuruh resepsionis itu membawa orang tersebut datang langsung ke kantor nya.
terdengar lah suaru orang mengetuk pintu membuat naufal pergi untuk membuka nya dan orang yang datang itu adalah
"sorry nganggu" ujar Sean
"ada perlu apa lo kesini?" tanya naufal tak terima dengan keberadaan sean di kantor mereka
"gue mau ngasih ini" sean memberikan CV nya pada finley
finley seketika di buat heran oleh sean, sebab di kondisi Song Technology saat ini, sean malah melamar kerja di perusahaan nya membuat finley berpikir tak seharusnya seorang sahabat melakukan hal ini kepada sahabat nya sendiri.
"gue harap lo bisa mempertimbangkan ini" ujar sean tanpa mendengar jawaban dari finley
sean pun memutuskan untuk keluar dari ruangan finley itu dan ketika di luar ruangan itu ia berpapasan dengan Yera.
melihat sean keluar dari ruangan CEO, yera pun mengirim suatu pesan kepada athalla tanpa ia sadari pula Vika ikut memperhatikan raut wajah yera dari kejauhan.
"kamu ngelihatin apa?" Egi bertanya tiba tiba dari belakang Vika
"kamu bikin kaget" kata vika
"ayo makan siang" sambung vika lagi menarik lengan Egi juga untuk mengalihkan pembicaraan mereka
Egi yang tak tau apa apa, mengikuti vika menuju ke cafe dekat kantor untuk mendapatkan makan siang mereka namun setiba nya di cafe itu vika lebih diam dari biasanya sambil memakan makanan mereka, Egi bingung melihat pacarnya menjadi diam saat sedang berdua dengan nya.
"ada masalah?" tanya Egi
pertanyaan egi sama sekali tidak di hiraukan oleh vika yang kini sedang termenung memikirkan sesuatu di benak nya, Egi pun mengetuk meja untuk membuat menung nya vika buyar tapi vika masih juga belum sadar dari lamunan nya itu.
"jangan di pendam sendiri" ujar Egi lagi sambil memegang tangan vika
"eh? apa?" tanya vika tersadar dari lamunan nya.
"kalau ada masalah bilang, jangan di pendam sendiri" kata Egi lagi
"enggak ada kok, kamu lanjut makan deh" ucap vika tersenyum paksa
"kamu gak lihat ini makanan nya dah habis?" Egi memberitahu vika sambil menunjuk piring nya yang sudah kosong.
vika memilih diam karena tak tau harus menjawab apa , ia pun kemudian tertunduk merasa Egi tak harus tau tentang masalah ini sebab entah kenapa pikiran nya tertuju pada keselamatan yera yang sampai sekarang masih ia anggap sahabat meski telah berjauhan.
"seperti nya aku butuh waktu sendiri" jawaban vika tiba tiba
setelah mengucapkan itu, vika yang makanan nya baru ia makan dua suap itu pergi meninggalkan Egi sendiri di cafe itu.
Egi heran namun tak ingin mengejar pacar nya itu, egi bingung karena selama lima tahun hubungan mereka ini pertama kali nya vika tak mau berbagi masalah nya pada pacar nya sendiri.
"argghhh" Egi kesal sambil mengambil makanan vika lalu memakan nya sendiri.
setelah selesai makan, Egi kembali ke kantor dengan tak bersemangat ia berjalan menuju ruangan finley untuk curhat dengan sahabat sahabat nya disana.
"guys" sapa Egi dengan nada lesu sambil masuk ke ruangan finley tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"kenapa lo?" tanya naufal yang sibuk memainkan game di handphone nya
"finley mana?" Egi balik bertanya
"makan siang sama vallerie" jawab naufal tanpa melihat ekspresi wajah Egi
karena tak dihiraukan naufal, egi pergi keluar dari ruangan itu tanpa berkata apa - apa dan naufal pun tak perduli ia masih sibuk dengan game nya.
Egi berjalan sampai ke ruangan nya sendiri bertepatan dengan Feren yang hendak mencarinya untuk menandatangani berkas kontrak sebab finley masih berada di ruang kantor.
"maaf kak, tolong tanda tangani berkas ini" ucap feren
dengan malas nya Egi menandatangani berkas itu tanpa melihat atau membaca isi dari berkas tersebut.
"kak egi setuju dengan rencana membangunan kantor cabang Fgame?" tanya feren ragu karena Egi langsung saja menandatangani tanpa berunding dahulu dengan CEO.
"hah?" tanya Egi pada feren
feren hanya menunjuk berkas yang ia berikan pada egi tadi dan egi baru saja tersadar langsung saja ia membuka kembali berkas itu lalu membaca nya.
"tolong berikan saya berkas yang baru" ujar egi ingin mengganti berkas itu.
"baik kak" ujar feren hendak pergi
"eh feren, sini lo" kata egi menghentikan langkah feren
Egi yang baru akan merasa tenang bila bisa menceritakan masalah nya pada seseorang yang ingin mendengar bahkan lebih baik lagi bila orang yang mendengar kan ceritanya bisa memberi nya sebuah saran atau solusi dari masalahnya.
"ada apa kak?" tanya feren sembari duduk di sofa ruangan Egi.
"bosan" jawab feren singkat namun membuat orang kecewa
"atau" sambung feren yang membuat Egi berbinar mengharapkan jawaban bagus
"dia selingkuh"
Egi terdiam tak percaya mendengar semua jawaban keluar dari mulut feren.
"salah gue nanya sama bocah, sana lo balik kerja" kata Egi kesal, kembali ke tempat duduk nya
dengan kebingungan nya feren kembali ke ruang kerja nya sembari terus mengumpat pada Egi yang tak tau terima kasih.
"udah di kasih tau malah ngusir" guman feren sambil melangkah pergi dari ruangan Egi.
'Egi sama Vika berantem?" ujar Yera dari balik tembok saat melihat feren kesal ke ruang dari ruangan egi.
***
di apart athalla, setelah mendapat pesan dari Yera bahwa sean mendaftar kerja di Fgame saat kondisi song technology dalam ambang kebangkrutan membuat semangat athalla untuk membalas dendam pada finley semakin besar.
awalnya athalla hanya ingin berbuat sesuatu pada finley tetapi pikiran nya berubah, ia ingin membuat vallerie benci pada finley karena hal itu akan membuat finley makin merasa terpukul di tambah lagi athalla juga ingin membuat ibu tiri nya menderita di depan anak kandung nya yaitu finley.
di mulai dari pesan yang athalla kirim pada finley yang dimana athalla akan menyamar pada pesan itu dan juga athalla telah meletakkan kotak lagi di depan apart finley.
seperti biasa finley akan pulang kantor jam 5 sore, ia akan pulang ke apart mengambil beberapa pakaian sebelum kembali kerumah di akhir pekan.
setiba nya di apart nya, finley melihat kotak yang sama persis seperti sebelumnya di depan pintu apart nya itu, finley pun melihat ke sekeliling nya tapi tak ada satu pun orang di lorong itu.
"kotak lagi" ujar finley sembari membawa kotak itu masuk ke dalam apart nya.
finley memilih untuk mengepak beberapa pakaian nya dulu dan membersihkan diri sebelum membuka kotak itu.
setelah semua aktivitas selesai finley lakukan, barulah ia mulai membuka kotak yang ia dapat itu.
"permainan anak kecil" ucap finley merasa lucu sambil melihat isi tote bag itu.
isi dari tote bag berdarah itu ialah dua foto yang berlumuran darah dan telah di tusuk tusuk pisau. itu foto song eun dan vallerie.
melihat isinya finley langsung pergi menuju kantor pemilik apart nya itu untuk memeriksa cctv di lorong kamar nya saja.
"periksa cctv lorong apart saya" ujar finley setelah tiba di kantor pemilik apart.
"ada masalah apa ya nak finley?" tanya bapak pemilik apart
"tolong saja pak, jangan banyak tanya dulu" jawab finley yang seperti nya sedang dalam kondisi terburu buru.
"baiklah" jawab bapak pemilik apart sembari membawa finley menuju ruang cctv
sementara finley sibuk mencari rekaman cctv apart, athalla yang mengetahui finley lupa mengunci pintu nya membuat athalla masuk ke apart finley itu untuk meletakkan kamera di ruang tengah apart finley itu dan sebelum pergi meninggalkan apart finley, athalla membobol kata sandi apart finley secepatnya sebelum finley kembali dari ruang cctv.
aksi athalla pun sukses sebelum finley kembali, ia sudah terhubung dengan kamera di apart finley, ia juga mengetahui kata sandi pintu finley.
sedangkan finley di dalam ruang cctv bersama bapak pemilik apart dan petugas cctv tentunya, melihat rekaman cctv di lorong kamar finley.
"cctv ini rusak" ujar petugas cctv
"gak mungkin rusak, ini baru saja ganti dua bulan yang lalu" bantah bapak pemilik apart
"ini terencana dengan sempurna" ucap finley berlari kembali ke kamar nya untuk melihat cctv yang rusak itu.
sebagai ahli teknologi, finley sedikit paham bila cctv itu sudah di rusak dengan cara yang sangat bagus. hanya orang handal dalam teknologi yang bisa mengerti masalah ini.
seakan mendapat petunjuk dari yang maha esa, finley kembali masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobil sekalian bersama dengan barang barang nya.
tak melajukan mobil nya ke arah rumah nya melainkan ke arah rumah keluarga Song, finley memutuskan untuk pergi sendiri tanpa memancing kemarahan micho.
"mana athalla?" tanya finley setelah pintu rumah terbuka
"anda kesini hanya untuk meremehkan saya buka?" tanya micho mengira tujuan finley ke rumahnya hanya untuk menghina perusahaan nya yang hampir bangkrut
"selalu saja salah paham" jawab finley sembari memberi foto song eun yang berlumuran darah pada micho
tak menjawab pertanyaan nya finley tentang keberadaan athalla membuat finley yakin athalla tak berada di rumah nya saat ini. finley pun memutuskan untuk pulang ke rumah dahulu.
sama- sama banyak pikiran micho dan finley tak menduga athalla akan merencanakan satu hal yang dapat merenggut nyawa orang.
I CAN'T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa
jejak mu, motivasi ku :)