
Esok harinya, Vallerie terbangun dari tidurnya dan saat meraba kasur di sampingnya, tidak ada Finley disana. Ia pun langsung turun dari tempat tidur dan melihat kesekelilingi rumah hanya ada bibi di dapur sedang menyiapkan sarapan untuk Vallerie.
Vallerie yang menanyakan keberadaan Finley dan juga Levi kepada bibi, Malah mendapat jawaban dari Amanda yang dimana dia bertugas untuk menjaga Dara agar tidak mencoba kabur.
“Ya, di kantor lah. Noh lihat jam, Rezeki Lo udah di patok ayam tetangga” ujar Amanda
“Lo, kenapa masih disini?” tanya Vallerie
Dengan nada malas Amanda menunjuk kamar yang digunakan Dara, tepat pula Dara keluar dari kamar itu sembari memegangi kepalanya. Vallerie pun mengerti maksud Amanda walaupun hanya menunjukkannya menggunakan bahasa non verbal.
Ketika ia berjalan keluar kamar,Dara itu langsung duduk di meja makan yang kemudian menyantap sarapan
milik Vallerie.
Amanda pun menatap Dara dengan sinis,Amanda merasa ingin menerkam Dara detik itu juga tapi Vallerie menarik tangannya untuk duduk bersama di meja makan.
“Bi, ambilkan lagi ya” minta Vallerie
Terlihat sikap Vallerie yang begitu membuat Amanda tak tahan untuk mengungkapkan jati diri Dara yang sebenarnya, tapi melihat kondisi Vallerie yang tidak memungkinkan untuk di beritahu mengenai hal itu membuat Amanda mengurungkan niatnya.
Selesai makan,Amanda mengunci Dara di kamarnya karena Amanda ingin mengatakan sesuatu pada Vallerie, ia berpikir ini sangat penting bagi Vallerie untuk diketahui.
“Val, gue dengar percakapan Finley sama Levi tadi malam , waktu gue ambil minum tengah malam”
Vallerie bingung melihat sahabatnya itu yang tiba-tiba sangat serius saat ia mengatakan ingin memberitahu sesuatu.
“Kata dokter, kaki Finley harus istirahat selama seminggu ini untuk mencegah terjadinya kelumpuhan. Karena kaki Finley memang gapapa kelihatannya tapi kaki dia itu rusak di dalam” ucap Amanda pelan
Vallerie saking terkejutnya tak bisa mengambil nafasnya, sehingga membuat Amanda sendiri panik karena Vallerie terlihat sedang sesak nafas. Kemudian Bibi seketika datang membawakan alat pernapasan yang di pakai oleh orang Asma.
“Lo kan enggak asma” ucap Amanda
“sudah lama sekali bibi melihat Non sesak nafas” ujar bibi kemudian
Selesai mengambil nafas, Vallerie pun kembali seperti biasa. Vallerie mengalami sesak nafas saat menerima kabar Mommy nya meninggal dan terakhir kali ia sesak nafas saat mengetahui kalau daddy nya punya sakit jantung ringan.
“Gue pergi ke kantor Finley”
Vallerie pun pergi bersama bodyguard yang di utus oleh Finley, sedangakan Bibi menahan Amanda untuk ikut
bersama Vallerie sebab bibi percaya Vallerie akan baik-baik saja setelah bertemu dengan suaminya.
Amanda yang juga percaya pada Vallerie, memutuskan untuk tetap di rumah untuk menjaga bukti berharga dalam kasus pembunuhan yang belum terpecahkan itu.
***
Vallerie yang sudah sampai di kantor Fgame, bertemu dengan Naufal di lobby. Finley yang saat ini sedang
pusing mengurus permasalahan server perusahaan mereka dan di tambah dengan kondisi Finley yang susah berjalan, membuat Naufal terkejut melihat adanya Vallerie di kantor.
Vallerie menatap tajam ke arah Naufal, karena saat ini pun ia sedang marah pasal Finley yang seharusnya di rumah istirahat bukan bekerja di kantor.
“seharusnya lo bg yang ngurus perusahaan selama Finley sakit!” Vallerie berbicara cepat pada Naufal
Dan Vallerie tetap berjalan melewati Naufal untuk pergi menuju keruangan Finley meski berulang kali Naufal
menahan tangannya. Vallerie pun tetap berhasil kabur bahkan berhasil juga menutup pintu Lift sebelum Naufal masuk.
Setibanya di ruangan Finley, Vallerie masuk tanpa mengetuk pintu. Ia melihat seisi ruangan itu berantakan
dengan Finley yang tengah mengotak-atik komputernya dan juga menaruh kaki nya di atas kursi lain sebelahnya.
“Val?”
Finley seketika kaget melihat orang yang baru masuk ke ruanganya itu adalah istrinya sendiri, ia juga berusaha berdiri untuk menghampiri Vallerie di depan pintu.
“Tetap disitu” ucap Vallerie yang otomatis membuat Finley diam.
Vallerie berjalan ke arah meja Finley sembari melihat kesekeliling ruangan yang baru tengah hari itu sudah
berantakan seperti kapal pecah.
Saat sudah berada di depan Finley, Vallerie yang hendak memarahi Finley pasal kakinya tak jadi memarahi Finley karena tiba-tiba Egi datang.
“Gue nyerah Fin” ujar Egi dengan rambut yang acak-acakan
Belum sempat pula Finley menyuruh Egi diam, Vika juga ikutan datang sembari membawa Laptopnya yang sudah terbakar pada bagian Layar.
“saking sulitnya masalah server” kata Vika sambil menunduk
Mereka yang mengatakan itu tanpa melihat ada Vallerie di ruangan itu, seketika terkejut melihat adanya sosok
Vallerie di meja Finley.
“Servernya masih belum baik?” tanya Vallerie pada Finley
Finley,Egi dan Vika mengangguk secara bersamaan, Vallerie pun mengelengkan kepalanya lalu mengambil nafas dan membuangnya.
“Kalian kenapa enggak pindah ke Harris Group? Atau gabung?” Tanya Vallerie lagi
Mereka bertiga pun melihat ke arah Finley secara bersamaan dengan memasang wajah bingung lalu berubah menjadi serius.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)