
Dara yang masih memeluk Finley erat, belum berani membuka mulut nya untuk mengatakan isi pikiran nya. Finley hendak melepaskan pelukan itu tapi Dara menangis sangat keras sebab ia juga mengetahui Finley lemah saat melihat seseorang menangis di dekat nya.
Samuel yang sudah melihat mobil Athalla tadi pergi, barulah ia mulai merasa risih berada di posisi nya saat ini. ia mencoba mengambil alih Dara yang sedang memeluk Finley, gagal karena Egi dengan sigap memegang tangan Samuel.
"kalau enggak salah, enggak perlu keringat dingin ini kali" bicara Egi mulai kesal
Samuel hilang kepercayaan diri nya, kaki nya seakan ingin berlari sejauh mungkin tetapi pikiran nya berbanding terbalik dengan kaki nya. ia yang tadi nya ingin melarikan diri jadi berdiam diri sampai tak bisa berkutik karena Dara mulai membuka mulut.
"se- semua itu bukan ulah aku tapi Samuel"
Dara membuka mulut dan mengatakan orang yang mengirim pesan kepada Harris adalah Samuel. Dara juga menjelaskan bahwa malam itu Samuel mengajak nya minum malam itu dan di situ lah awal nya Samuel mengirimi pesan pada harris tepat sebelum teradi nya pembunuhan itu. Setiap orang yang mengetahui hal ini pasti juga akan berpikiran bahwa ini awal dari rencana pembunuhan yang telah di susun rapi skenario nya.
Samuel yang mengatas namakan alamat IP Dara sebagai mahasiswi Seoul University, membuat mereka berdua memutuskan untuk pindah ke busan karena Dara takut semua orang mencurigai dirinya sebagai kaki tangan pembunuhan itu.
“apa kamu Sudah pasti kalau Samuel bukan kaki tangan pembunuh itu?” tanya Finley
Dara melepaskan pelukan nya tapi ia tak berani menatap samuel. Sedangkan Egi masih menatap tajam ke arah Samuel.
“mending ngaku selagi Finley masih sabar” ketus Egi
“orang lo di perusahaan lo, curigai salah satu nya” ucap Samuel sembari berjalan memasuki rumah
Seketika Finley langsung berpikir untuk mendatangi satu orang yang bekerja di perusahaan nya. Namun, baru satu langkah Finley berjalan, tangan nya di tahan oleh Dara yang kelihatan ketakutan untuk kembali bersama dengan Samuel.
Finley menepis tangan Dara dengan lembut dan sedikit tersenyum meski akan tetap meninggalkan Dara sendiri.
Finley yang sudah berada di mobil nya dengan di ikuti oleh Egi, Pergi melajukan mobil nya menuju kantor.
Jam yang menunjukkan waktu istirahat makan siang, membuat para karyawan yang sedang berhamburan keluar untuk menikmati makan siang di restoran- restoran terdekat melihat bos nya, Finley tiba di kantor setelah beberapa hari tidak datang ke kantor.
“siang bos” sapa para karyawan yang finley lewati
Masih dengan sikap dingin seorang CEO itu. Finley hanya berjalan melewati saja tanpa tersenyum walau sedikit pun dan Egi lah yang menjawa sapaan dari karyawan – karyawan itu.
Melihat hal itu membuat para karyawan yang tadi nya menikmati makan siang dengan tenang, kini mereka malah menyimpulkan gosip dan rumor- rumor mengenai kehidupan pribadi bos mereka itu.
“gue rasa bos bakal jadi penerus Harris Groups”
“apa ini karma dari pernikahan yang tak di beri restu”
Semua karyawan bergosip dengan tak masuk akal, sementara di restoran mereka itu tidak lah sepi tetapi sangat ramai. Bagaimana jika ada orang yang mendengar hal itu?
***
Egi yang masih penasaraan siapa orang yang akan di datangi oleh Finley setelah mendengar ucapan Samuel tadi. Sampai akhirnya Egi hanya terdiam melihat apa yang ia lihat tepat di hadapan mata nya sekarang.
“gue mau ngomong berdua sama lo” Finley berbicara dengan Vika dengan nada dan wajah datar
Tampang datar Finley itu, membuat Egi semakin tak percaya lagi. Bisa – bisa nya orang yang pertama kali di curigai Finley adalah kekasih nya.
“emang kenapa kalau ada gue?” Egi sedikit kesal
Kedua nya melihat ke arah Egi yang sudah mulai murka itu, sebelum Vika berbicara dengan Finley empat mata. Ia memberikan handphone nya pada Egi.
Finley bersama dengan Vika masuk ke dalam ruangan Finley, bersamaan dengan Egi yang melihat handphone Vika.
“oalah, tinggal bilang dari awal” guman Egi sembari pergi menuju ruangan Naufal untuk menemui sahabat lemot nya itu.
Sebelum sampai di kantor, Finley sudah mengirimi Vika chat mengenai masalah apa yang terjadi saat vika kecelakaan di dekat apartement nya. Finley merasa ada yang janggal dari kejadian itu dan firasat Finley sudah mengatakan kalau Vika pasti mempunyai rahasia di balik hal itu.
“lo bisa ceritain ke gue”
Vika yang merasa ini sudah keterlaluan sekali, tak bisa menahan diri untuk tidak menceritakan tentang sahabat masa kecilnya, Yera.
“singkatnya, gue ke apart lo itu ngikutin Yera” jawab Vika
“lo bisa datangin Yera dan kalau dia enggak jujur, gue punya bukti rekamannya” sambung Vika lagi.
Tak perlu waktu untuk berpikir, Finley langsung saja mendatangi Yera dan meminta Egi beserta Naufal untuk menjaga keamanan Vika takut bukti rekamanan yang di miliki oleh Vika di curi.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)