
hari ini vallerie dan finley sudah berada di penginapan busan, setiba disana finley hanya punya waktu 4 jam lagi sebelum meeting diadakan nanti sekitar jam 3 sore.
Dipenginapan itu finley sudah lelah membawa barang-barangan vallerie yang kelihatan sedikit tetapi sangat berat, finley bilang vallerie membawa semua isi kamarnya dan ingin tinggal sendirian di busan.
karena sedari tadi finley mengomel pada vallerie, ia mendapatkan sebuah ide untuk merawat semua keperluan finley selama berada di busan, hal pertama yang vallerie lakukan adalah mempersiapkan jas finley untuk meeting nanti bahkan ia mengisi bathtub.
"sarapan dulu fin, nanti kamu gak fokus" ucap vallerie lembut
"bilang aja kamu lapar" jawab finley yang sedang rebahan di atas kasur.
finley yang melihat vallerie benar-benar lapar itu, mengajaknya makan di restaurant penginapan itu karena naufal ikut bersama finley selaku sekretarisnya finley, mereka pergi menikmati sarapan bertiga.
langit biru yang mendukung untuk beraktivitas hari itu dinikmati oleh mereka bertiga sambil mneyantap makanan selagi meeting masih beberapa jam lagi.
"kapan gue punya pacar" ujar naufal memecahkan keheningan dan merubah suasana menjadi ngakak.
"eh kalau pacarnya kak samuel itu siapa sih?" vallerie bertanya tentang kekasihnya samuel dengan tiba-tiba.
"aku pergi ambil minuman dingin dulu" ujar finley yang kemudian pergi meninggalkan meja makan mereka.
finley yang lari dari pertanyaan membuat vallerie melihat naufal dengan rasa penasaran dan berharap mendapat jawaban dari naufal karena vallerie yakin 100% amanda sahabatnya tertarik dengan samuel.
diawali dengang menghela nafas, naufal pun menceritakan sebuah kejadian sekitar 6 tahun lalu disaat samuel dan finley berada di sekolah menengah atas (SMA) di luar negeri waktu itu.
"dulu waktu kenaikan kelas 2 SMA, samuel suka sama cewek yang cewek itu suka sama finley. jadi, cewek ini ngedeketin samuel cuma karena mau dekat sama finley" naufal memberikan jawaban singkat mengenai masa lalu samuel dan finley
"nah jadi mereka bertiga sahabatan deh, karena finley udah nolak ini cewek jadi cewek ini jadiin samuel pelampiasan" sambung naufal
"sampai sekarang?" tanya vallerie membuka lebar-lebar matanya
naufal mengganguk dan tak berkata apa-apa lagi karena ia berusaha memberhentikan pembicaraan tentang masa lalu itu sebelum finley kembali.
sementara finley yang bilang akan mengambil minum dingin itu ternyata ia mendapat pesan berkali-kali dari kekasihnya samuel. seperti punya insting, baru saja vallerie membicarakan perempuan itu, ia dengan tiba-tiba mengirimkan banyak sekali pesan.
"gue diseoul"
"katanya lo mau nikah"
"sini kenalin ke gue"
"lo dimana sih? sibuk kerja?"
beberapa pesan dari perempuan itu finley abaikan tetapi ia terus saja mengirimi pesan pada finley sampai finley kembali ke tempat duduk mereka dan langsung membawa vallerie kembali ke kamar karena makanan nya pun sudah habis.
"biar gue yang urus berkasnya" ujar naufal yang melihat finley pergi bersama dengan vallerie.
tibanya mereke berdua di kamar, finley langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi, vallerie pun yang sudah kenyang mulai merasa menggantuk.
situasi di dalam kamar penginapan itu, finley yang sedang melakukan ritual mandinya dan vallerie yang mencoba untuk tidur tapi tak bisa.
"main games di handphone finley aja kali ya" guman vallerie yang memberhentikan main instagram di handphonenya.
saat vallerie mengambil handphone finley di atas meja samping televisi, panggilan masuk di handphone finley dan itu dari nomor yang tak dikenal. vallerie berpikir panggilan itu tentang meeting hari ini ,mencoba memanggil finley dari luar kamar mandi.
"angkat aja, bilang aku lagi siap-siap gitu" teriak finley dari dalam kamar mandi.
vallerie pun mengangkat panggilan itu. terdengar suara perempuan yang langsung saja to the point tanpa basa - basi dahulu.
"finley, kenapa lo blokir nomor gue" suara sedikit berteriak dari dalam panggilan itu
"Lo siapa ya?" tanya vallerie ketus
"ah, lo calon istrinya finley?" perempuan di panggilan itu bertanya balik pada vallerie
"ihh lo siapa sih!" vallerie mulai membentak karena kesal
finley yang baru keluar dari kamar mandi itu melihat vallerie kesal dengan orang yang menelefonnya itu, membuat finley mengambil alih atas ponselnya.
finley melihat orang yang menelefonnya itu di layar handphone
"siapa?" tanyanya pada vallerie
"auk dah" vallerie menjawab dan berlalu pergi menutupi dirinya dengan selimut di atas tempat tidur.
finley berniat mematikan telefon itu begitu saja. namun, terdengar orang dari dalam telefon itu berteriak padanya
"FINLEY, GUE SAYANG LO!" tanpa loudspeaker pun suara itu terdengar jelas, ditambah dengan keadaan kamar mereka yang hening.
"bukannya gue udah blokir nomor nih orang?" tanya finley pada dirinya sendiri sembari mematikan telefon itu.
waktu meeting sudah dekat dan perjalanan menuju tempatnya tak jauh tetapi macet, finley tak menjelaskan apa-apa dulu pada vallerie, ia hanya bersiap mengenakan jas dan menyuruh naufal menyewa mobil di penginapan mereka.
sesudah selesai finley bersiap, ia berjalan mendekati vallerie yang ia lihat menutup matanya di atas kasur
"nanti aku bakal ceritain semuanya ya" ujar finley sambil megecup kening vallerie.dan kemudian berlalu pergi ke tempat meeting.
setelah finley pergi, vallerie yang tak tidur itu selalu berguman pada dirinya sendiri
"tidur pun susah gue, siapa lagi tu cewek" gumannya
vallerie bangkit dari tempat tidurnya dan melihat langit biru ditemanin bentuk-bentuk awan yang indah di jendela kamar penginapannya.
"gue butuh jalan-jalan keluar nih biar pikiran gue fresh lagi" ujar vallerie yang kemudian bersiap untuk mengelilingi kota busan sendirian sebelum finley pulang meeting.
***
vallerie sudah berada ditaman kota busan, karena ia melihat indahnya langit biru sangat cocok untuk berkeliling, menghabiskan hari, vallerie pun juga berniat menyaksikan sunset di kota busan.
vallerie yang berjalan mengikuti jalan seputaran taman itu, berakhir di sebuah air mancur yang katanya disaat langit berubah menjadi gelap maka lampu warna-warni akan menghiasi air mancur itu. sehingga vallerie berniat untuk duduk disana sembari meminum jus buah.
selagi duduk disana, vallerie ingin mengabadikan fotonya di kota busan
"aduh val bego banget sih, baterai handphone udah tinggal beberapa persen gak bawa poerbank lagi" guman vallerie yang melihat baterai handphone nya tinggal 20% karena setibanya di busan ia tak mencharger handphone nya melainkan memainkan instagram.
tak disangka vallerie mengabaikan kecerobohannya itu di kota orang, ia merasa sudah hafal dan bisa pulang tanpa perlu menggunakan handphone.
dengan beterainya yang tinggal sedikit itu, vallerie malah sibuk dengan memotret foto air mancur itu dibawah langit yang sudah gelap.
Saat tersadar jam sudah menunjukkan pukul 9 kurang, vallerie baru akan pergi meninggalkan taman itu dan saat berencana mengambil dompet dari tas nya untuk memanggil taksi.
"dompet gue? tinggal di tempat jus" vallerie teringat akan dompetnya yang tadi tertinggal saat membeli jus buah di kedai.
vallerie pun pergi mencari dompetnya ke kedai tadi sore karena handphonenya pun sudah mati hanya dompet harapannya satu-satu sebab semua uang dan kartunya ada di dompet itu.
sementara vallerie mencari dompetnya, finley sudah kembali ke penginapan mereka dan menyadari vallerie yang tidak ada dikamar.
"naufal, vallerie gak ada, nomornya juga gak aktif" ujar finley yang masuk kedalam kamar naufal
"dikamar mandi kali" jawab naufal yang sudah capek hari ini
melihat sahabatnya yang sudah lelah itu tak memungkinkan untuk dapat membantu, finley pun pergi sendiri mencari vallerie yang ia sendiri tak tau dimana.
I CANT CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa