
Dua hari ini, Finley hanya di rumah menghabiskan hari bersama dengan Vallerie. Berawal dari sarapan pagi,
menonton televisi,makan malam,tidur lagi dan sesekali membantu pekerjaan Egi mengenai masalah penggabungan perusahaan, hanya itu kegiataan mereka sehari-hari sampai esok harinya Egi,Vika,Naufal datang untuk melihat keadaan kaki Finley.
Tak hanya mereka, Vika juga mengajak Yera karena Yera selalu merasa bersalah dan tak berhenti merasa begitu sampai Vallerie tau kebenaran yang terjadi sebenarnya.
Dengan senang hati Vallerie menerima kehadiran mereka ke rumahnya itu, sampai Yera masuk tera khir membuat Vallerie menyembunyikan dirinya di belakang tubuh Finley.
“Bukan gue Val” ucap Yera lirih
Entah kenapa Vallerie keluar dari balik punggung Finley sebelum mendengar penjelasan dari Yera, bahkan Yera pun belum mengucapkan kata maaf.
“Aku tau kok” ujar Vallerie.
Semua penasaran mengapa Vallerie bisa mengatakan itu, kecuali Levi yang malah mengalihkan pandangannya dari mereka yang ada disana. Dengan begitu semua mata secara otomatis pun tertuju pada Levi yang secara tidak sadar menampakkan wajah pura- pura tak tau.
“Oke- oke gue ngaku, gue yang bilangin ke ni bocah” Levi secara sukarela mengaku karena merasa terganggu oleh pandang- pandangan mata mereka.
“Jadi lo maafin gue val?” tanya Yera yang membuat Situasi pun kini berubah menjadi serius.
Vallerie menjawab dengan senyuman manis di wajahnya. Setelah mengerti dengan suasana yang menjadi hangat, mereka memutuskan untuk makan malam bersama di restaurant hasil investasi terakhir Harris.
Tak hanya permohonan maaf dari Yera, mereka juga mempunyai kabar baik yang dimana Fgame telah berhasil menyelesaikan persoalan mengenai penggabungan perusahaan hanya dalam selang waktu dua hari.
Selama menikmati makan malam itu, mereka juga membahas mengenai pembagian kerja yang baru. Finley sebagai penerus CEO Harris Groups juga tak berniat untuk mengubah atau menganti nama perusahaan
itu meski Vallerie sendiri pun yang mengusulkannya untuk mengganti nama perusahaan itu.
Walau berat, Dara mau tak mau harus pergi mengikuti mereka ke kantor polisi. Toh, ia juga sudah di janjikan
hanya sebagai saksi oleh Finley dan Vallerie, seterusnya pun ia akan tetap hidup aman di Jeju setelah Athalla dan Samuel di penjara tentunya.
Mereka pun berpisah di restaurant itu, yang tersisa akan pulang bersama dengan Finley karena meraka juga
memutuskan untuk berkemah malam ini di halaman depan rumah baru Finley dan Vallerie. Tapi ada pengecualian dengan Finley yang harus beristirahat sebaik mungkin karena tak ingin hal yang tak diinginkan terjadi.
Suasana hangat terasa di atmosfer mereka hingga malam larut dengan bintang dan bulan purnama saat itu menambah keindahan pada saat-saat kebersamaan mereka itu. Mungkin mereka belum memiliki bukti yang kuat untuk menjerat Athalla dan Samuel tetapi mereka yakin semua keadilan pasti selalu berpihak kepada orang yang benar.
Dara juga masih berada di kantor polisi karena ia langsung menjalani masa interogasinya tentang hal yang ia
ketahui mengenai pembunuhan itu, di tambah dengan rasa marahnya pada Athalla itu pasti membuatnya semakin ingin memasuki Athalla ke penjara, begitu pula dengan Samuel yang dengan tega nya pergi meninggalkan dirinya sendiri dan pergi melarikan uang hasil jual rumahnya.
Tidak ada yang bisa menyembunyikan perasaan marah,kecewa, kesal bahkan perasaan bahagia pun kadang tak bisa di ungkapkan. Dengan tersenyum pun belum tentu kita sedang bahagia, tapi selagi masih sebagai manusia hidup yang memiliki hati, rasa penyesalan pun pasti akan dapat maaf meski butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan luka lama.
Begitu pula yang dirasakan oleh Vallerie, meski hatinya terluka atas kepergian Daddy nya yang juga membuatnya kini menjadi anak yatim piatu. Namun, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam pasti ia ingin memaafkan Athalla meski butuh waktu untuk menerima semua keadaannya.
Semua kesabaran yang di uji dalam kehidupan mereka pada akhirnya satu persatu kesalahpahaman pun terselesaikan dengan kepala dikit dan tanpa kekerasan fisik, meski satu masalah terbesar yang masih belum terpecahkan. Hanya butuh keyakinan untuk membuat ini semua terpecahkan dalam waktu singkat.
I CAN’T CONTROL MYSELF by @ca_sabrinaaa (INSTAGRAM)
Jejak mu , semangat ku :)